Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 5 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / (Part I) Krisis Tutup Mulut Kritis: Kritik dari Kritikus Dibalas Kriminalisasi
Nasional

(Part I) Krisis Tutup Mulut Kritis: Kritik dari Kritikus Dibalas Kriminalisasi

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 21, 2026 11:35 am
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
4 bulan lalu
Share
Gambar ilustrasi pembungkaman kritik
Gambar ilustrasi pembungkaman kritik (Gambar dibuat oleh AI)
SHARE

Sepanjang April 2026, gelombang kriminalisasi kebebasan akademik mengguncang demokrasi Indonesia. Tiga intelektual publik Ubedilah Badrun, Saiful Mujani, dan Feri Amsari dilaporkan kepada penyidik Polda Metro Jaya oleh kelompok relawan. 

Daftar isi Konten
  • Bhayangkara Wajib Lindungi Ruang Demokrasi 
  • Prioritas Restoratif

Tuduhan kepada mereka pun beragam: ujaran kebencian, pencemaran nama baik, dan delik penghasutan makar. Pelaporan kepada mereka hanya berjarak hitungan hari. Nalar kritis dan tinjauan keilmuan menjadi buram lantaran hak berpendapat warga negara dibalas dengan represi instrumen hukum. 

Ubedilah Badrun pun merespons perihal pelaporan terhadap dirinya yang dilakukan oleh Koordinator Pemuda Garda Nusantara Rangga Kurnia Septian. 

Pelaporan atas dugaan ujaran kebencian karena Ubedilah menyebut Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai beban bangsa dalam sebuah siniar. 

Soal laporan itu sebenarnya saya (merasa) aneh. Kok bisa ada laporan semacam itu di tengah memburuknya demokrasi Indonesia, di tengah citra buruk Indonesia di mata internasional,” 

kata dia kepada Owrite.id, Senin, 20 April 2026.

Ubedilah berpendapat pelaporan tersebut memperburuk kualitas dan indeks demokrasi Indonesia, karena laporannya perihal ujaran kebencian.

Ia merasa berbicara dalam siniar sebuah media resmi tentang pemerintahan Prabowo-Gibran adalah bentuk kritis warga negara terhadap pemerintah.

Semua berbasis data dan keilmuan, tidak ada ujaran kebencian sama sekali, dan ia mengklaim pernyataannya merupakan hak berpendapat yang dijamin konstitusi. 

Jadi podcast media resmi itu produk jurnalistik. Jika ada masalah dengan produk jurnalistik lazimnya dibawa ke Dewan Pers bukan dilaporkan kepada kepolisian,”

ucap Ubedilah. 

Hingga saat ini Ubedilah mengaku belum ada kelanjutan dari pelaporan tersebut, misalnya pemanggilan dari penyidik agar dia memberikan keterangan dalam tahap pemeriksaan. 

Pelaporan-pelaporan yang tidak berdasar, bagi Ubedilah, menunjukkan upaya pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi dan undang-undang. 

Jika kritik terhadap praktik kekuasaan dibalas dengan laporan kepada polisi, artinya kebebasan sipil di Indonesia telah terancam. Praktik semacam itu justru merusak demokrasi dan karenanya memperburuk citra Indonesia di mata internasional. 

Dalam podcast Forumkeadilan TV, saya mengatakan bahwa Prabowo-Gibran itu beban bangsa, sebab rezim ini hakikatnya sama saja dengan rezim sebelumnya yang mewariskan beban masalah yang sangat banyak dan kompleks, mulai dari utang ribuan triliun hingga korupsi yang merajalela tentu menjadi beban negara, beban APBN. Bukankah beban bunga Rp600 triliun per tahun itu beban?”

ujar dia.

Kritik kepada Prabowo-Gibran bahwa mereka beban bagi bangsa merupakan kritik pada tubuh politik mereka, bukan kepada personal tubuh biologis mereka.

Rezim saat ini, menurut Ubedilah, sejak awal membawa cacat bawaan yaitu dari proses awal yang publik menyebutnya sebagai ‘anak haram konstitusi’ yang jadi Cawapres dan Capres yang punya masa lalu kelam soal HAM. 

Itu beban yang membuat sulitnya kepercayaan internasional terhadap rezim ini. Apalagi kebijakan Prabowo-Gibran dalam 1,5 tahun ini banyak menimbulkan masalah dan beban, antara lain:

  1. Utang bertambah;
  2. Buruknya tata kelola Makan Bergizi Gratis;
  3. Pengadaan barang untuk Koperasi Merah Putih;
  4. Pengurangan transfer dana ke daerah;
  5. Korupsi yang masih terus terjadi;
  6. Bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace bersama Amerika dan Israel tanpa didahului persetujuan DPR;
  7. Menyetujui Agreement on Reciprocal Trade yang banyak merugikan Indonesia, dan lain-lain. 

Bahwa Prabowo-Gibran adalah tubuh publik sebagai Presiden dan Wakil Presiden, mereka pejabat publik, pejabat negara. Saya sebagai warga negara berhak dan dijamin konstitusi untuk berpendapat dan mengkritik kekuasaan,”

kata Ubedilah. 

Pelaporan terhadap Ubedilah dilayangkan pada 13 April 2026, dengan nomor registrasi LP/B/2560/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. 

Bhayangkara Wajib Lindungi Ruang Demokrasi 

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar berpendapat, Polri harus lebih selektif dan berani menolak laporan yang terindikasi mengada-ada, serta berpotensi melemahkan mekanisme demokrasi Indonesia. 

Penegak hukum harus tegas, walaupun melayani masyarakat itu menjadi kewajiban penegak hukum atau kepolisian, tetap juga harus selektif. Laporan yang mengada-ada sebaiknya ditolak,”

kata Fickar kepada Owrite.id. 

Polisi bisa menolak dengan mekanisme Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atau sejak awal polisi bisa menjelaskan kepada pelapor bahwa dugaan tindak pidana yang dilaporkan merupakan bagian dari berdemokrasi. Artinya, sejak awal pun polisi berwenang memutus rantai kriminalisasi. 

Ia juga menyorot polemik kedudukan hukum (legal standing) pihak pelapor. Dalam kasus-kasus pelaporan terhadap akademisi tersebut, pelapor bukanlah pihak yang dikritik langsung seperti presiden atau pejabat negara, melainkan pihak pendukung. 

Penegak hukum kerap sulit menolak laporan dari kelompok pendukung lantaran konstruksi pasal yang disertakan merupakan delik umum, bukan delik aduan.

Maka, aparat wajib memproses laporan delik umum, karena siapapun berhak melapor. Berbeda dengan delik aduan, pelapor ialah korban langsung, bukan atas nama ormas. 

Delik aduan itu (seperti tindakan) pencemaran nama baik, (sementara) hasutan atau makar itu delik umum, sulit penegak hukum mengelaknya. Dalam delik umum itu semua orang punya legal standing. Namun, yang mengharuskan korban melapor sendiri itu delik aduan,” 

ucap Fickar.

Kemudian, Fickar menilai perlu ada intervensi pengawasan dari parlemen dalam perkara-perkara ini. Anggota DPR dapat memanggil Kapolri guna mengevaluasi laporan yang mengancam kebebasan akademik dan kebebasan sipil. 

Itu menjadi tugasnya DPR, tapi sayangnya DPR kurang responsif,”

lanjut dia. 

Prioritas Restoratif

Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Uli Parulian Sihombing buka suara untuk pelaporan-pelaporan tersebut.

Ia berpendapat, kepolisian dapat mengedepankan pendekatan keadilan restoratif dalam merespons aduan dan para intelektual yang terjerat pun sebaiknya tidak berujung pada pemenjaraan. 

Saran saya pelaporan terhadap akademisi atau pakar kepada (pihak) Polda Metro Jaya diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif sesuai dengan KUHAP baru,”

kata dia kepada Owrite.id. 

Para pelapor kerap menjadikan salah satu pasal, yaitu dugaan penghasutan, secara formil memenuhi syarat untuk diselesaikan melalui upaya keadilan restoratif. Sebab hukumannya di bawah 5 tahun kurungan. 

Pasal 246 Ayat (1) KUHP soal penghasutan itu ancaman maksimal 4 tahun. Salah satu syarat keadilan restoratif menurut Pasal 80 Ayat (1) ancaman hukuman maksimal 5 tahun,”

Pernyataan Komnas HAM menjadi sinyal penting bagi penegak hukum atas kebebasan sipil saat ini. 

Tag:feri amsariHeadlineKriminalisasikritikSaiful MujaniSpillubedilah badrun
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Elektabilitas Prabowo Merosot, Berbeda dengan SBY dan Jokowi yang Justru Menguat di Awal Kuasa
By Ani Ratnasari
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
1
Kimpul, Umbi Tradisional yang Kembali Populer, Ini Kandungan Gizinya
By Ossid Duha Jussas Salma
Kimpul
2
Cara Menghitung Weton Jodoh Menurut Primbon Jawa, Begini Rumus dan Arti Hasilnya
By Ani Ratnasari
Ilustrasi menghitung weton
3
Ketika Lapangan Tua Menolak Pensiun: PHI Manfaatkan Inovasi dan Teknologi Jaga Mimpi Besar RI
By Dusep Malik
Pengeboran Lepas Pantai di Kalimantan Timur, (Sumber: Dok. Pertamina)
4
Usai Kalah Telak dari Vietnam, John Herdman Akui Timnas Indonesia Kalah Taktik
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
5

BERITA LAINNYA

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/3/2025).
Nasional

Ramai Isu Cipta Kondisi Jelang 17 Agustus, Sahroni: Jangan Sebar Ketakutan ke Rakyat

Ramainya isu di media sosial soal dugaan adanya 'cipta kondisi' menjelang peringatan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
4 jam lalu
Ilustrasi rencana pembangunan Universitas Republik Indonesia (URI).
Nasional

Ingat! Dominasi Simbol Militer di URI Bisa Geser Cara Generasi Muda Memaknai Kepemimpinan

Doktor Sosiologi dari Universitas Padjadjaran Jannus TH Siahaan menilai dominasi figur atau…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
4 jam lalu
Ilustrasi RUU Perampasan Aset yang tengah disorot.
Nasional

DPR Kaji Komite Perampasan Aset Independen, Pengelolaan Tak Lagi di Tangan APH

Komisi III DPR RI membuka peluang menggeser kewenangan pengelolaan aset hasil perampasan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
4 jam lalu
Direktur Kepesertaan BPJAMSOSTEK Zainudin saat menyeragkan secara simbolis penerima manfaat kepesertaan yakni beasiswa pada kegiatan perayaan Harpelnas di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandung Suci.
Nasional

Viral Pelatihan Pegawai BPJS Lompati Lingkaran Api, DPR: Bukan Tolok Ukur Pelayanan Publik

Aksi calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan melompati lingkaran api dan berjalan di atas…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up