Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi kini mulai meningkat, terutama di kalangan perempuan muda. Salah satu upaya pencegahan yang mulai banyak jadi pembicaraan yaitu vaksin HPV.
Dilansir dari laman resmi Siloam Internasional Hospital, vaksin HPV menjadi salah satu langkah pencegahan penting terhadap kanker serviks, penyakit yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan di seluruh dunia.
Data Globocan 2022 mencatat terdapat 662.301 kasus baru kanker serviks secara global, dengan hampir 348.874 kematian.
Tingginya angka tersebut menunjukkan upaya pencegahan sejak dini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Dari sinilah vaksin HPV hadir sebagai salah satu solusi medis yang efektif.
Apa Itu Vaksin HPV?
Vaksin HPV (human papillomavirus) adalah vaksin yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi virus HPV, penyebab utama kanker serviks serta sejumlah kanker lainnya, seperti kanker penis, anus, vulva, vagina, hingga orofaring (tenggorokan dan mulut).
Virus HPV umumnya menular melalui hubungan seksual dan menginfeksi area genital maupun anus. Lebih dari 100 jenis HPV, beberapa diantaranya berisiko tinggi dapat berkembang menjadi kanker. Meski tidak semua infeksi HPV berujung kanker, risiko tersebut tetap perlu diwaspadai.
Penularan non seksual sebenarnya sangat jarang terjadi, namun tetap mungkin terjadi, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh rendah. Oleh karena itu, vaksinasi menjadi langkah preventif yang disarankan.
Efektivitas dan Cara Kerja Vaksin HPV
Vaksin HPV memiliki efektivitas tinggi, khususnya dalam mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang paling sering memicu kanker serviks.
Selain itu, vaksin ini juga dapat membantu menurunkan risiko kanker lain yang berkaitan dengan HPV.
Vaksin ini bekerja dengan cara merangsang sistem imun untuk memproduksi antibodi. Setelah vaksin diberikan, tubuh akan mengenali komponen virus yang dilemahkan, lalu membentuk perlindungan alami.
Ketika virus HPV masuk ke dalam tubuh, antibodi tersebut akan bekerja melawan infeksi sehingga risiko berkembang menjadi kanker dapat ditekan.
Meski tidak melindungi dari semua jenis HPV, vaksin tetap memberikan perlindungan silang terhadap beberapa tipe virus lainnya.
Siapa yang Dianjurkan Mendapatkan Vaksin HPV?
Vaksin HPV idealnya diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual, karena efektivitasnya lebih optimal pada individu yang belum terpapar virus. Vaksin ini sangat direkomendasikan untuk:
- Usia 9–15 tahun: diberikan dalam 2 dosis dengan interval 6–12 bulan
- Usia 16–45 tahun: diberikan dalam 3 dosis pada bulan ke-0, 1–2, dan 6
- Vaksin ini dapat diberikan pada laki-laki maupun perempuan. Namun, vaksinasi tidak dianjurkan bagi wanita hamil karena keterbatasan data terkait keamanan. Ibu hamil disarankan menunda hingga setelah persalinan.
Efek Samping Vaksin HPV
Secara umum, vaksin HPV tergolong aman dan jarang menimbulkan efek samping serius. Beberapa reaksi ringan yang mungkin muncul antara lain nyeri di area suntikan atau reaksi alergi pada individu tertentu yang sensitif terhadap komponen vaksin.
Prosedur Mendapatkan Vaksin HPV
Untuk mendapatkan vaksin HPV, terdapat beberapa tahapan yang perlu dilakukan:
- Konsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk memastikan kelayakan vaksinasi
- Pemeriksaan riwayat kesehatan, termasuk alergi dan kondisi kehamilan
- Penentuan dosis dan jadwal vaksin sesuai usia dan kondisi medis
Perlu diketahui, meskipun telah divaksin, seseorang masih memiliki kemungkinan terinfeksi HPV. Namun, risiko tersebut jauh lebih kecil, terutama jika vaksin diberikan sebelum paparan virus.
Semakin dini vaksin HPV diberikan, semakin besar peluang tubuh membentuk antibodi yang efektif dalam mencegah infeksi.
Oleh karena itu, vaksinasi sejak usia remaja menjadi langkah strategis dalam menekan angka kejadian kanker serviks di masa depan.



