Universitas Mercu Buana (UMB) resmi mengukuhkan dua guru besar perempuan pada Selasa, 21 April 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.
Prosesi ini berlangsung di Auditorium Lantai 7 Gedung Tower, Kampus UMB, Meruya, Jakarta Barat.
Dua akademisi yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Dra. Nurhayani Saragih, M.Si., sebagai Guru Besar bidang Ilmu Media dan Komunikasi, serta Prof. Dr. Augustina Kurniasih, M.E., sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen Keuangan.
Acara ini turut dihadiri Kepala Bagian Umum Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Tri Munanto, Ketua Yayasan Menara Bhakti, serta akademisi lintas institusi.
Dalam sambutannya, Rektor UMB Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng., menyatakan bahwa jabatan guru besar bukan sekedar pencapaian karir saja, melainkan tanggung jawab intelektual dan moral dalam mengembangkan ilmu pengetahuan serta membangun peradaban.
Guru besar adalah penjaga api keilmuan sekaligus penjaga arah peradaban. Mereka tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai, etika, dan kebijaksanaan bagi generasi mendatang,”
ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa, kehadiran dua srikandi sebagai guru besar baru di UMB merupakan bukti adanya pergeseran peran perempuan yang kini kian didominasi sebagai thought leader (pemimpin pemikiran).
Andi menganggap hal ini selaras dengan cita-cita R.A Kartini yang memposisikan perempuan sebagai agen perubahan dan pendidik utama dalam struktur sosial.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Nurhayani Saragih menyoroti pergeseran ekologi komunikasi dari media konvensional ke digital yang mengubah masyarakat menjadi produsen informasi.
Ia menekankan pentingnya literasi media dan etika komunikasi di tengah arus disinformasi.
Literasi media dan etika komunikasi menjadi krusial agar komunikasi tidak hanya efektif, tetapi juga berkeadaban,”
ujar Nurhayani.
Sementara itu, Prof. Augustina Kurniasih menyampaikan bahwa manajemen keuangan modern tidak hanya berfokus pada efisiensi, tetapi juga harus memperhatikan keadilan distribusi, keberlanjutan, dan nilai kemanusiaan.
Pengukuhan yang bertepatan dengan Hari Kartini jadi cerminan dari penguatan peran perempuan dalam dunia akademik serta relevansi nilai kesetaraan dan pendidikan di Indonesia.



