Bank Indonesia (BI) buka suara, terkait pelemahan rupiah ke level Rp17.306 atau 0,73 persen. Otoritas moneter tegasnya, akan meningkatkan intensitas intervensi.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, pelemahan rupiah ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global sehingga menekan mata uang regional.
Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year to date sebesar 3,54 persen,”
ujar Destry dalam keterangan resmi Kamis, 23 April 2026.
Destry menjelaskan, pihaknya akan terus meningkatkan intensitas intervensi dan memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market.
Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah,”
jelasnya.
Ia mengatakan, langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder. Menurutnya, cadangan devisa juga tetap kuat sebesar US$148,2 miliar pada akhir Maret 2026.
Bank Indonesia senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,”
imbuhnya.


