Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 28 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Rupiah Anjlok, Harga Barang Naik, Benarkah RI Masih Jauh dari Krisis 1998?
Ekonomi Bisnis

Rupiah Anjlok, Harga Barang Naik, Benarkah RI Masih Jauh dari Krisis 1998?

rahmat-tunnyAmin Suciady
Last updated: Mei 27, 2026 6:33 pm
Rahmat Tunny
Amin Suciady
Share
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/hma)
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/hma)
SHARE

Pelemahan rupiah yang terus menembus level tinggi terhadap dolar Amerika Serikat mulai memicu kekhawatiran publik.

 Di tengah kondisi harga bahan pokok yang merangkak naik, dan BBM non subsidi yang semakin mahal, pemerintah tetap mengklaim Indonesia masih jauh dari ancaman krisis ekonomi seperti 1998.

Pengamat ekonomi Razikin Juraid menilai tekanan terhadap ekonomi nasional memang nyata dirasakan masyarakat, terutama akibat dampak pelemahan rupiah terhadap biaya impor dan produksi. 

Pemerintah Klaim RI Jauh dari Krisis, tapi Rakyat Menjerit Akibat Harga Barang Meroket 

Namun, ia menegaskan kondisi saat ini belum bisa disamakan dengan krisis besar yang pernah menghantam Indonesia pada 1998.

Pelemahan rupiah terhadap dolar tentu berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia, terutama pada harga impor dan biaya produksi. Tetapi kondisi hari ini tidak bisa disamakan dengan 1998 karena fundamental ekonomi Indonesia jauh lebih kuat,”

kata Razikin kepada Owrite Media, Rabu, 27 Mei 2026.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang membuat kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih relatif terkendali dibanding era krisis moneter dua dekade lalu.

Baca juga:
Rupiah Babak Belur di Idul Adha, Analis: Sentimen Domestik Ini… Mata uang garuda bertekuk lutut melawan dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah melemah…
Negara Kunci Ekspor, PT DSI Ubah Peta Ekonomi Baru Pemerintah resmi mendirikan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) sebagai BUMN yang…
Pemerintah Klaim RI Jauh dari Krisis, tapi Rakyat Menjerit Akibat… Pemerintah menyebut kondisi ekonomi nasional masih terkendali dan jauh dari ancaman krisis…
  • Rupiah Babak Belur di Idul Adha, Analis: Sentimen Domestik Ini Tak Dipercaya…
  • Negara Kunci Ekspor, PT DSI Ubah Peta Ekonomi Baru
  • Pemerintah Klaim RI Jauh dari Krisis, tapi Rakyat Menjerit Akibat Harga Barang…

Cadangan devisa masih cukup, perbankan lebih sehat, inflasi relatif terkendali, serta koordinasi pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi berjalan lebih baik,”

ujarnya.

Razikin juga menilai stabilitas politik nasional menjadi salah satu faktor penting, yang membuat investor masih percaya terhadap ekonomi Indonesia.

Selain itu, stabilitas politik dalam negeri juga jauh lebih terjaga sehingga pasar dan investor masih memiliki kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia,”

akuinya.

Meski begitu, lanjut Razikin, tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini tidak bisa dianggap ringan. 

Rupiah Masuk 5 Mata Uang Terlemah Dunia, Indonesia Kini Sejajar dengan Negara Krisis?

Kenaikan harga kebutuhan pokok dan melonjaknya BBM non subsidi tetap memberi dampak langsung terhadap daya beli rakyat.

Kenaikan harga barang, pelemahan rupiah, dan naiknya BBM non subsidi memang memberi tekanan kepada masyarakat. Namun itu belum otomatis mengarah pada krisis seperti 1998,”

jelasnya.

Ia menambahkan, krisis 1998 dipicu oleh kombinasi persoalan yang jauh lebih kompleks, mulai dari lemahnya sektor perbankan hingga instabilitas politik dan keamanan.

Krisis 1998 terjadi karena kombinasi lemahnya sektor perbankan, tingginya utang luar negeri, serta instabilitas politik dan keamanan yang saat itu tidak terkendali,”

bebernya.

Lebih jauh Razikin, kondisi saat ini berbeda karena pemerintah dan otoritas keuangan terus memperbaiki sistem pengawasan dan regulasi ekonomi.

Hari ini situasinya berbeda karena regulasi ekonomi dan pengawasan sektor keuangan terus diperbaiki, penegakan hukum semakin baik, dan pemerintah masih mampu menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan global,”

tegasnya.

Di sisi lain, Razikin mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus menjaga angka makro ekonomi, tetapi juga memastikan masyarakat tetap mampu bertahan menghadapi tekanan harga.

Rupiah Masuk 5 Mata Uang Terlemah Dunia, Indonesia Kini Sejajar dengan Negara Krisis?

Langkah yang harus dilakukan pemerintah adalah menjaga daya beli masyarakat, memperkuat produksi dalam negeri, menjaga stabilitas rupiah, memperluas lapangan kerja, serta memastikan bantuan sosial tepat sasaran,”

ungkapnya.

Ia juga menilai kepercayaan publik dan investor menjadi kunci utama agar ekonomi Indonesia tetap bertahan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

Pemerintah juga perlu terus memperbaiki regulasi agar iklim investasi semakin sehat, memperkuat kepastian hukum, dan menjaga stabilitas politik nasional. Sebab dalam kondisi global yang penuh tekanan, kepercayaan publik dan investor menjadi faktor penting untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia,”

pungkasnya.
Tag:dolar NaikEkonomi IndonesiaEkonomi lemahkrisis 1998pengamat ekonomiRazikin JuraisRupiah anjlok
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Modus Baru TPPO! Berangkat Resmi, Berakhir Jadi Korban
By Rahmat Tunny
Anggota Komisi XIII DPR RI, Maruli Siahaan. doc: Fraksi Golkar
1
Rupiah Anjlok, Harga Barang Naik, Benarkah RI Masih Jauh dari Krisis 1998?
By Rahmat Tunny
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/hma)
2
Peta Politik Bergeser, Sejumlah Tokoh Sulut “Loncat” dari Partai Lama ke Gerindra
By Rahmat Tunny
Gambar lambang sejumlah partai politik
3
Rupiah ‘Berkurban’ Jadi Paling Loyo se-ASEAN, Tembus Rp17.834 per Dolar
By Anisa Aulia
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Dok. BI)
4
TNI Makin Dalam ke Ranah Sipil, DPR Dituding Gagal Jadi Penjaga Demokrasi
By Ani Ratnasari
Personel TNI mengikuti apel kesiapan pasukan pengamanan peringatan Hari Buruh di kawasan Monas, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Karyawan mengawasi proses pemasukan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke dalam mesin pengolahan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di PT Karya Tanah Subur Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh
Ekonomi Bisnis

Sentralisasi Ekspor CPO dan Batu Bara Dinilai Bisa Bikin RI Lebih Berdaulat, Emang Iya?

Kebijakan sentralisasi ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan batu bara melalui badan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
14 jam lalu
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/hma)
Ekonomi Bisnis

Rupiah Babak Belur di Idul Adha, Analis: Sentimen Domestik Ini Tak Dipercaya Investor

Mata uang garuda bertekuk lutut melawan dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah melemah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
18 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. (Sumber: Antara Foto/M Risyal Hidayat/tom)
Ekonomi Bisnis

Prabowo Beli 1.098 Sapi Kurban Pakai Duit APBN, Purbaya Bilang “Saya Nggak Tahu!”

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara, soal sumber anggaran pengadaan 1.098…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
18 jam lalu
Polri menyegel sala satu ruangan di kantor PT DSI usai digeledah dugaan kasus fraud atau penipuan.
Ekonomi Bisnis

Negara Kunci Ekspor, PT DSI Ubah Peta Ekonomi Baru

Pemerintah resmi mendirikan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) sebagai BUMN yang…

rahmat-tunnyAmin Suciady
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
18 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up