Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 27 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Indonesia Disebut Jauh Dari Krisis, Ini Alasannya
Ekonomi Bisnis

Indonesia Disebut Jauh Dari Krisis, Ini Alasannya

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juni 7, 2026 7:54 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 bulan lalu
Share
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/hma)
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/hma)
SHARE

Pelemahan rupiah yang terus menembus level tinggi terhadap dolar Amerika Serikat mulai memicu kekhawatiran publik.

 Di tengah kondisi harga bahan pokok yang merangkak naik, dan BBM non subsidi yang semakin mahal, pemerintah tetap mengklaim Indonesia masih jauh dari ancaman krisis ekonomi seperti 1998.

Pengamat ekonomi Razikin Juraid menilai, tekanan terhadap ekonomi nasional memang nyata dirasakan masyarakat, terutama akibat dampak pelemahan rupiah terhadap biaya impor dan produksi. 

Pemerintah Klaim RI Jauh dari Krisis, tapi Rakyat Menjerit Akibat Harga Barang Meroket 

Namun, ia menegaskan kondisi saat ini belum bisa disamakan dengan krisis besar yang pernah menghantam Indonesia pada 1998.

Pelemahan rupiah terhadap dolar tentu berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia, terutama pada harga impor dan biaya produksi. Tetapi kondisi hari ini tidak bisa disamakan dengan 1998 karena fundamental ekonomi Indonesia jauh lebih kuat,”

kata Razikin kepada Owrite.id, Rabu, 27 Mei 2026.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang membuat kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih relatif terkendali dibanding era krisis moneter dua dekade lalu.

Baca juga:
33 Tahun Terjebak di Kelas Menengah, Ini Alasan RI Belum… Indonesia hingga saat ini belum bisa lepas dari jebakan ekonomi pendapatan menengah.…
Prabowo Klaim 153 Ton Emas Jadi Kekuatan Ekonomi RI, Feri… Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia kini memiliki 153 ton emas yang dikelola…
Amien Rais Sentil Pemerintah Prabowo: Jangan Kebakaran Jenggot Indonesia Disebut… Politisi senior Amien Rais meminta pemerintah tidak defensif menghadapi analisis media asing…
  • 33 Tahun Terjebak di Kelas Menengah, Ini Alasan RI Belum Jadi Negara…
  • Prabowo Klaim 153 Ton Emas Jadi Kekuatan Ekonomi RI, Feri Amsari: Emas…
  • Amien Rais Sentil Pemerintah Prabowo: Jangan Kebakaran Jenggot Indonesia Disebut Menuju Bangkrut

Cadangan devisa masih cukup, perbankan lebih sehat, inflasi relatif terkendali, serta koordinasi pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi berjalan lebih baik,”

ujarnya.

Razikin juga menilai stabilitas politik nasional menjadi salah satu faktor penting, yang membuat investor masih percaya terhadap ekonomi Indonesia.

Selain itu, stabilitas politik dalam negeri juga jauh lebih terjaga sehingga pasar dan investor masih memiliki kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia,”

akuinya.

Meski begitu, lanjut Razikin, tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini tidak bisa dianggap ringan. 

Rupiah Masuk 5 Mata Uang Terlemah Dunia, Indonesia Kini Sejajar dengan Negara Krisis?

Kenaikan harga kebutuhan pokok dan melonjaknya BBM non subsidi tetap memberi dampak langsung terhadap daya beli rakyat.

Kenaikan harga barang, pelemahan rupiah, dan naiknya BBM non subsidi memang memberi tekanan kepada masyarakat. Namun itu belum otomatis mengarah pada krisis seperti 1998,”

jelasnya.

Ia menambahkan, krisis 1998 dipicu oleh kombinasi persoalan yang jauh lebih kompleks, mulai dari lemahnya sektor perbankan hingga instabilitas politik dan keamanan.

Krisis 1998 terjadi karena kombinasi lemahnya sektor perbankan, tingginya utang luar negeri, serta instabilitas politik dan keamanan yang saat itu tidak terkendali,”

bebernya.

Lebih jauh Razikin, kondisi saat ini berbeda karena pemerintah dan otoritas keuangan terus memperbaiki sistem pengawasan dan regulasi ekonomi.

Hari ini situasinya berbeda karena regulasi ekonomi dan pengawasan sektor keuangan terus diperbaiki, penegakan hukum semakin baik, dan pemerintah masih mampu menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan global,”

tegasnya.

Di sisi lain, Razikin mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus menjaga angka makro ekonomi, tetapi juga memastikan masyarakat tetap mampu bertahan menghadapi tekanan harga.

Rupiah Masuk 5 Mata Uang Terlemah Dunia, Indonesia Kini Sejajar dengan Negara Krisis?

Langkah yang harus dilakukan pemerintah adalah menjaga daya beli masyarakat, memperkuat produksi dalam negeri, menjaga stabilitas rupiah, memperluas lapangan kerja, serta memastikan bantuan sosial tepat sasaran,”

ungkapnya.

Ia juga menilai kepercayaan publik dan investor menjadi kunci utama agar ekonomi Indonesia tetap bertahan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

Pemerintah juga perlu terus memperbaiki regulasi agar iklim investasi semakin sehat, memperkuat kepastian hukum, dan menjaga stabilitas politik nasional. Sebab dalam kondisi global yang penuh tekanan, kepercayaan publik dan investor menjadi faktor penting untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia,”

pungkasnya.
Tag:dolar NaikEkonomi IndonesiaEkonomi lemahkrisis 1998pengamat ekonomiRazikin JuraisRupiah anjlok
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Tiga Bocah Bobol Toko di Padang, Ngaku Belajar dari Roblox hingga Aksinya Viral di Medsos
By Ani Ratnasari
Tiga bocah yang diduga melakukan aksi pembobolan sejumlah toko di Plaza Andalas, Padang, Sumatra Barat.
1
Budi Arie ‘Senggol’ Percepatan Pemilu, PKS: Sebaiknya Jokowi Jelaskan agar Tak Jadi Bola Liar
By Hardani Triyoga
Kepala Kantor Staf Presiden PKS, Pipin Sopian.
2
Di Depan Warga Pati, Dasco Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Gagal Disahkan di 2026
By Rika Pangesti
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjawab pertanyaan wartawan usai rapat pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nym)
3
Kemenkeu Luruskan Omongan Purbaya Soal Rp7 T ke BPS, Ternyata Bukan Cuma DTSEN
By Anisa Aulia
Petugas sensus mendata meteran listrik rumah warga saat melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Kelurahan Maliaro, Ternate, Maluku Utara. (Sumber: Antara Foto/Andri Saputra/hma)
4
Warga Pati Ketuk Pintu DPR soal RUU Perampasan Aset, Tenggat 15 Desember
By Rika Pangesti
Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyantap hidangan di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Ekonomi Bisnis

KPK Tahan Pejabat Bea Cukai, Purbaya: Titik Awal Perbaikan ke Depan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Kepala Kantor Bea Cukai Kediri Gatot Heroe…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. (Sumber: Bappenas)
Ekonomi Bisnis

33 Tahun Terjebak di Kelas Menengah, Ini Alasan RI Belum Jadi Negara Maju

Indonesia hingga saat ini belum bisa lepas dari jebakan ekonomi pendapatan menengah.…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Gambar ilustrasi geothermal energi
Ekonomi Bisnis

Gunung Ungaran Bakal Dibor hingga 2.200 Meter, PLN Kejar Potensi Panas Bumi 55 MW untuk Listrik Jawa-Bali

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengungkapkan, Gunung Ungaran di wilayah Kabupaten…

Ani RatnasariAmin-Suciady-Owrite
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
4 jam lalu
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Rupiah Ditutup Lemes ke Rp17.744 per Dolar AS, Tapi IHSG Menguat 1,81 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak berlawanan arah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up