Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 25 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Banjir
  • MBG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Per 1 Mei 2026 Ongkir dan Biaya Admin Naik, Seller Terancam Rugi Meski Penjualan Tinggi 
Hype

Per 1 Mei 2026 Ongkir dan Biaya Admin Naik, Seller Terancam Rugi Meski Penjualan Tinggi 

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: April 24, 2026 4:37 pm
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
Share
Ilustrasi box paket
Ilustrasi box paket (foto: Freepik)
SHARE

Lonjakan harga bahan baku, kenaikan biaya administrasi marketplace, serta tarif logistik yang ikut meningkat jadi tekanan berlapis bagi pelaku usaha online. Situasi ini dipicu oleh konflik di Timur Tengah, yang menyebabkan harga bahan baku dan kemasan plastik naik hingga 40–100 persen, bahkan sebagian hampir dua kali lipat.

Hal ini juga memicu efek domino ke kebijakan marketplace. Sejumlah platform marketplace secara bersamaan menaikkan biaya administrasi menjadi di atas 10 persen. Di sisi lain, ongkos logistik dan biaya retur barang juga mengalami kenaikan.

Rincian Kenaikan Biaya Logistik

Dilansir dari akun Instagram @asiantigerschool, mulai 1 Mei 2026 biaya logistik mengalami penyesuaian di berbagai rute pengiriman. Untuk pengiriman dari Jawa ke berbagai wilayah, kenaikan terlihat pada beberapa kategori layanan:

  1. Jawa ke Jawa:

Pengiriman standar Rp260–Rp3.000 (rata-rata Rp950), ekonomi Rp100–Rp3.000, kargo Rp1,25–Rp3.000.

  1. Jawa ke Nusa Tenggara:

Standar Rp920–Rp3.000, ekonomi Rp790–Rp3.000 (rata-rata Rp1.450), kargo Rp1,25–Rp3.000.

  1. Jawa ke Sumatera:

Standar Rp630–Rp3.000, ekonomi Rp790–Rp3.000 (rata-rata Rp1,75), kargo Rp1,25–Rp3.000.

  1. Jawa ke Sulawesi:

Standar Rp1,49–Rp3.000, ekonomi Rp1,58–Rp3.000, kargo Rp1,25–Rp3.000.

  1. Jawa ke Kalimantan:

Standar Rp1,62–Rp3.000, ekonomi Rp730–Rp3.000, kargo Rp1,25–Rp3.000.

  1. Jawa ke Maluku:

Standar Rp3.000, ekonomi Rp2,83–Rp3.000, kargo Rp3.000.

  1. Jawa ke Papua:

Standar Rp1,78–Rp3.000, ekonomi Rp3.000, kargo Rp3.000.

Secara keseluruhan, kenaikan biaya berkisar ratusan hingga ribuan rupiah per paket, dengan wilayah Indonesia timur mencatat tarif tertinggi.

Tekanan Baru bagi Pelaku Usaha

Perubahan ini sekaligus menandai pergeseran strategi marketplace. Jika sebelumnya platform gencar memberikan subsidi seperti gratis ongkir dan voucher, kini beban biaya mulai dialihkan ke penjual.

Akibatnya, pelaku usaha yang tidak memiliki cadangan modal besar mulai kesulitan bertahan. Biaya administrasi yang dulu sekitar 5 persen kini bisa mencapai hingga 20 persen, belum termasuk ongkos kirim dan risiko ongkir retur.

Omzet Tinggi Belum Tentu Untung

Namun, banyak penjual masih berfokus pada tingginya penjualan atau omzet, tanpa menghitung biaya secara rinci. Padahal, omzet, GMV, dan keuntungan bersih merupakan hal yang berbeda.

Dalam kondisi biaya yang meningkat, bisnis hanya dapat bertahan jika memiliki margin keuntungan yang sehat, bukan sekadar volume penjualan tinggi.

Margin Keuntungan Menipis

Sebagai contoh, produk makanan dengan harga jual Rp50.000 dan biaya bahan Rp20.000 sebelumnya bisa menghasilkan keuntungan 20–50 persen. Namun kini, setelah ditambah biaya admin 10–20 persen (Rp5.000–Rp10.000), kenaikan kemasan sekitar Rp3.500, dan Logistik dan retur sekitar Rp4.500.

Keuntungan bersih bisa turun drastis hingga di bawah Rp2.000 per produk, belum termasuk biaya operasional seperti gaji, listrik, dan sewa.

Dalam kondisi ini, seller hanya punya dua pilihan, yaitu beralih ke toko offline atau harus pintar-pintar dalam menentukan harga pokok penjualan (HPP) dan mengelola biaya. Tanpa strategi yang tepat, bisnis berisiko merugi meski penjualan terlihat tinggi.

Tag:logistikMarketplaceOngkirPlatform OnlineSeller
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Polda Riau ungkap 29 kasus tambang emas ilegal
Hukum

54 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Riau

Polda Riau mengungkapkan sebanyak 29 kasus pertambangan emas tanpa izin (PETI) diungkapkan sepanjang 2026 hingga April. Dalam kasus ini sebanyak 54 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Wakapolda Riau, Brigjen Pol…

By
Rahmat
Ivan
2 Min Read
Menlu Iran, Abbas Araghchi
Internasional

Iran Ancam Selat Hormuz Tetap Ditutup Jika Aset Senilai US$11 Triliun Tak Dicairkan

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup kecuali aset Iran senilai US$11 triliun, yang dibekukan dapat dicairkan. Selat Hormuz akan tetap diblokir sampai…

By
Iren Natania
Ivan
1 Min Read
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung (tengah) tiba di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau
Nasional

RI Suntik Minyak dari Rusia 150 Juta Barel hingga 2026

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan impor minyak dari Rusia sekitar 150 juta barel hingga akhir 2026. Rencana ini masih…

By
Iren Natania
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Raffi Ahmad
Hype

Viral Raffi Ahmad Jadi Duta Kehormatan BPJS Kesehatan, Netizen: Berobatnya Aja ke Singapura!

Kabar Raffi Ahmad dinobatkan sebagai Duta Kehormatan BPJS Kesehatan viral di media…

Ivan OWRITESyifa Fauziah
By
Ivan
Syifa Fauziah
16 jam lalu
Raffi Ahmad
Hype

Trailer Film Tumbal Proyek Rilis, Bongkar Kisah Kelam di Balik Proyek Besar

Rumah Produksi Dee Company merilis film terbarunya berjudul Tumbal Proyek. Film ini…

Syifa Fauziah
By
Syifa Fauziah
17 jam lalu
Drone Kamera untuk Konten Kreator
Hype

Rekomendasi Drone Kamera untuk Konten Kreator Pemula dengan Hasil Profesional

Konten video dan foto di ketinggian (high angle) kini jadi tren di…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan
17 jam lalu
Gunung Merbabu
Hype

Dinobatkan Jadi Kota Toleran di Indonesia, Ini Daya Tarik Salatiga

Kota Salatiga mempertahankan posisi sebagai kota paling toleran di Indonesia. Data tersebut…

Ivan OWRITESyifa Fauziah
By
Ivan
Syifa Fauziah
19 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up