Polda Riau mengungkapkan sebanyak 29 kasus pertambangan emas tanpa izin (PETI) diungkapkan sepanjang 2026 hingga April. Dalam kasus ini sebanyak 54 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi menjelaskan, para pelaku diduga melakukan aktivitas tambang ilegal yang menyebabkan pengrusakan lingkungan di wilayah Provinsi Riau.
Ini komitmen kami. Penegakan hukum berjalan. Tetapi upaya menjaga lingkungan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan,”
ujar Hengki melalui keterangannya, Sabtu, 25 April 2026.
Lebih jauh Hengki mengatakan, pihaknya telah melakukan penindakan di 210 lokasi tambang ilegal. Kemudian dilanjutkan dengan memusnahkan 1.167 unit rakit PETI beserta peralatan pendukung lainnya.






