Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamidreza Haji Babaei, mengatakan bahwa pihaknya akan mulai menarik pajak dari kapal yang melewati Selat Hormuz. Ia juga menegaskan bahwa pendapatan pertama yang dikumpulkan dari pajak itu akan disetorkan ke rekening Bank Sentral.
Meski demikian, Babaei belum memberikan rincian lebih lanjut tentang bagaimana pendapatan itu dikumpulkan, atau siapa yang membayarnya.
Iran Batasi Jalur untuk Negara Sahabat
Sebelum gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, pihak Teheran mengatakan telah membatasi jalur tersebut hanya untuk negara-negara sahabat, dan ada pembicaraan tentang pengumpulan biaya tol dari kapal-kapal yang melewati selat tersebut.
Namun, selama waktu itu belum ada klarifikasi mengenai berapa banyak atau apakah Iran juga mengenakan biaya untuk penyeberangan.
Sebagai contoh, pada akhir Maret lalu, kedutaan besar Iran di India membantah klaim bahwa Teheran mengenakan biaya sebesar US$2 juta kepada kapal-kapal yang melintas.
Saya telah mendengar dari sumber yang dapat dipercaya bahwa Iran telah memungut biaya dari kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz,”
kata Babaei, dikutip dari BBC Internasional, Jumat, 24 April 2026.

Jumlah Biaya Masih Bervariasi
Menurut anggota parlemen senior Iran lainnya, Alireza Salimi, menjelaskan bahwa jumlah dan biaya yang dipungut dari setiap kapal tersebut bervariasi, tergantung pada jenis dan jumlah kargo serta tingkat risiko yang mereka tanggung.
Dan Iran menentukan bagaimana dan sejauh mana biaya ini dipungut. Kami yang menentukan aturannya,”
ujar Salimi.
Diketahui, sebelumnya Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam kapal-kapal yang membayar tol ke Iran untuk menggunakan Selat Hormuz.


