Amerika Serikat (AS) telah membekukan aset mata uang kripto senilai US$344 juta karena diduga memiliki hubungan dengan Iran.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, pada Jumat, 24 April 2026.
Langkah ini diambil karena Washington berupaya meningkatkan tekanan pada Teheran di tengah gangguan pasokan energi akibat perang di Timur Tengah.
Departemen Keuangan akan terus secara sistematis mengurangi kemampuan Teheran untuk menghasilkan, memindahkan, dan memulangkan dana,”
kata Bessent dalam sebuah pernyataan di X, dikutip CNA, Sabtu, 25 April 2026.
Ia menambahkan bahwa lembaganya memberlakukan sanksi pada beberapa ‘dompet’ yang terkait dengan Iran, yang mengakibatkan pembekuan dana tersebut.
Langkah ini dilakukan ketika utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner akan menuju Pakistan pada hari ini untuk melakukan putaran pembicaraan baru dengan Iran tentang mengakhiri konflik.
Bessent juga mengatakan bahwa perpanjangan pengecualian satu kali untuk minyak Iran di laut sama sekali tidak mungkin dilakukan.
Bukan Iran. Kita mengalami blokade, dan tidak ada minyak yang keluar. Dan kami pikir dalam dua atau tiga hari ke depan, mereka (Iran) harus mulai menutup produksi, yang akan sangat buruk bagi sumur-sumur mereka,”
ujarnya.
Sebagai informasi, perang dimulai setelah serangan AS-Israel yang menargetkan Iran pada 28 Februari, di mana tokoh-tokoh senior termasuk pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei tewas.
Seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan bahwa Washington menargetkan beberapa sanksi untuk melumpuhkan Iran.
Pejabat tersebut menambahkan bahwa Departemen Keuangan AS sedang aktif berdialog dengan lembaga keuangan termasuk bursa aset digital.


