Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 23 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Kabinet Prabowo Makin Gemuk, Ekonom Sebut Reshuffle Justru Tambah Beban APBN
Ekonomi Bisnis

Kabinet Prabowo Makin Gemuk, Ekonom Sebut Reshuffle Justru Tambah Beban APBN

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: April 27, 2026 7:05 pm
Anisa Aulia
Dusep Malik
Share
Presiden Prabowo Subianto melantik enam anggota kabinet baru di Istana Negara, Jakarta. (Sumber: Youtube/Setpres)
Presiden Prabowo Subianto melantik enam anggota kabinet baru di Istana Negara, Jakarta. (Sumber: Youtube/Setpres)
SHARE

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat menyoroti, penambahan struktur jabatan pemerintah di tengah efisiensi anggaran. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperkirakan, akan kembali menanggung beban berat.

Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan alias reshuffle, dengan melantik Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, dan Hasan Nasbi menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Pemerintah terus berbicara efisiensi anggaran, tetapi struktur jabatan justru bertambah. Apakah reshuffle ini menjawab kebutuhan rakyat, atau hanya menjawab kebutuhan politik kekuasaan?”

ujar Achmad dalam keterangannya Senin, 27 April 2026.

Achmad menilai, reshuffle yang menambah jabatan di tengah tekanan fiskal bukan tanda efisiensi, melainkan penambahan beban. Ia mencontohkan, bila dalam sebuah keluarga sedang menghadapi keuangan seret, keputusan rasional adalah memangkas belanja tidak penting, menata ulang prioritas, dan memastikan setiap pengeluaran memberi manfaat langsung. 

Namun, bila keluarga tersebut justru menambah sopir, menambah konsultan rumah tangga, dan membeli meja rapat baru. Maka masalahnya bukan lagi soal uang, tetapi soal nalar pengelolaan. 

Begitu pula negara. Saat APBN sedang ketat, jabatan baru harus diuji dengan pertanyaan keras: urgensinya apa, biayanya berapa, kewenangannya di mana, dan indikator keberhasilannya apa?”

tuturnya.

Ia menjelaskan, APBN 2026 disepakati dengan belanja negara sebesar Rp3.842,7 triliun dan pendapatan negara Rp3.153,6 triliun. Kemudian defisit dipatok sebesar Rp689,1 triliun atau setara 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan penerimaan pajak ditargetkan sebesar Rp2.693 triliun. 

Dengan postur seperti ini, negara sedang memikul target penerimaan yang berat sambil tetap membiayai belanja prioritas yang mahal,”

tuturnya.

Urgensi Penambahan Kabinet Dipertanyakan

Achmad mempertanyakan, apakah penambahan Wamenko Pangan benar-benar menyelesaikan persoalan pangan, atau sekadar menambah lapisan koordinasi. Memang pangan merupakan persoalan strategis, namun penambahan jabatan Wamenko Pangan sulit diterima publik. 

Ia menyatakan, masalah pangan Indonesia bukan semata karena kekurangan pejabat. Namun, permasalahan ada pada distribusi, ketergantungan impor, hingga lemahnya pengawasan rantai pasok.

Masalahnya ada pada akurasi data produksi, distribusi yang mahal, tata niaga yang panjang, ketergantungan impor pada komoditas tertentu, pupuk yang kerap terlambat, dan lemahnya pengawasan rantai pasok. Bila akar masalahnya berada di lapangan, menambah kursi di level koordinasi belum tentu mempercepat solusi,”

tegasnya.

Begitu pula dengan Penasihat Komunikasi Presiden sebab, saat ini pemerintah sudah memiliki Badan Komunikasi Pemerintah. Bahkan, sudah ada perangkat komunikasi kementerian, juru bicara, staf khusus, dan kanal resmi Istana. 

Jika setelah semua itu masih perlu penasihat khusus komunikasi, publik wajar bertanya: yang kurang orangnya, atau yang kurang konsistensi kebijakannya? Komunikasi pemerintah bukan sekadar seni menjelaskan, ia adalah cermin dari kualitas kebijakan. Kebijakan yang jelas akan lebih mudah dijelaskan, kebijakan yang berubah ubah akan sulit dibela sebanyak apapun penasihat komunikasinya,”

tekannya.

Achmad menuturkan, pemborosan fiskal sering tidak dimulai dari satu angka raksasa, namun dari banyak tambahan kecil yang dianggap wajar. Pasalnya, satu jabatan membawa gaji, tunjangan, fasilitas, staf pendukung, perjalanan dinas, rapat koordinasi, dan konsekuensi birokrasi. 

Yang lebih mahal lagi adalah pesan moralnya rakyat diminta hemat, negara menambah kursi. Reshuffle semestinya menjadi alat koreksi, bukan alat akomodasi, bila ada pejabat gagal, evaluasi secara terbuka. Bila ada lembaga tumpang tindih, rampingkan,”

imbuhnya.
Tag:APBNEfisiensifiskalKabinet Gemukpenghematan anggaranprabowoReshuffle Kabinet
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode di Tengah Kesulitan Rakyat: Tak Punya Nurani dan Mabuk Kekuasaan!
By Hardani Triyoga
pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
1
Viral! BEM UBK Ngaku Terima Uang Usai Temui Gibran di Istana, Mahasiswa Murka
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
2
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
3
Dilaporkan Soal Dugaan Korupsi Rp20 M, ITDC Ngaku Cuma Sediakan Lahan di Mandalika
By Rahmat Baihaqi
Kawasan Sirkuit Mandalika.
4
Pakar Bongkar Siapa yang Paling Diuntungkan dari Isu Prabowo-Gibran 2 Periode
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Rupiah dan Pendapatan. (Sumber: Unsplash/ Defrino Maasy)
Ekonomi Bisnis

Kemenkeu Ubah Arah Transfer Daerah 2027, Pemda Bisa Cari Dana di Luar APBN dan APBD

Pemerintah menargetkan rasio alokasi Transfer ke Daerah (TKD) terhadap Produk Domestik Bruto…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
4 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto berpidato saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syachona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Moch Asim/bar)
Ekonomi Bisnis

Kaget RI Punya Banyak BUMN Nggak Cuan, Prabowo Bakal Tutup Lagi 800 Perusahaan

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keterkejutannya setelah mengetahui jumlah Badan Usaha Milik Negara…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
6 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Kemenkeu Dapat Lampu Hijau UU P2SK Punya Saham BEI, Purbaya Bilang Gini

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kini diperkenankan menjadi pemegang saham di Bursa Efek Indonesia…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
6 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Akui Mau Tarik Dana dari Himbara, Ini Kata Purbaya dan OJK

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait kabar penarikan bertahap Saldo Anggaran…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up