Insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo dengan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 malam sekitar pukul 20.55 WIB.
Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan transportasi yang menyita perhatian publik karena jumlah korban yang cukup besar.
Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan jumlah korban jiwa dan luka-luka. Hingga Selasa pagi, tercatat sebanyak 14 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami cedera.
Presiden RI Prabowo Subianto langsung mengunjungi korban yang dirawat di RSUD Bekasi. Dalam kunjungannya, ia menyampaikan rasa belasungkawa sekaligus memastikan pemerintah akan bertanggung jawab atas penanganan pascakejadian.
Ya nanti ada, semuanya ada kompensasinya,”
kata Prabowo saat mengunjungi korban di RSUD Bekasi, Selasa 28 April 2026.
Tidak hanya itu saja, Prabowo juga menegaskan bahwa investigasi menyeluruh akan segera dilakukan guna mengungkap penyebab kecelakaan tersebut.
Kondisi Korban dan Penanganan Medis
Menurut keterangan resmi, total terdapat 54 korban yang sempat dirawat di RSUD Bekasi. Sebagian dari mereka kini telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
Masih total 54 dan hampir semua sudah ditangani yang saya lihat, sudah ditangani dengan baik, sebagian sudah dikembalikan, sebagian sudah diurus, pokoknya semuanya sudah diurus,”
ujarnya.
Sementara itu, korban luka dirawat di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya, termasuk RSUD Bekasi, RS Siloam Bekasi Timur, hingga RS Mitra Keluarga.
Perkembangan terbaru dari pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengungkap jumlah korban yang cukup signifikan. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, memberikan data terkini terkait insiden ini.
Data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,”
kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam keterangan resmi, Selasa.
Pihak KAI memastikan seluruh korban, baik yang mengalami luka maupun meninggal dunia, akan mendapatkan haknya.
Biaya pengobatan hingga pemakaman akan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan bersama pihak asuransi.
KAI menegaskan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan perusahaan,”
ujar Bobby.
Selain itu, barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan dikelola melalui layanan lost and found dengan koordinasi pihak kepolisian.




