Taksi Listrik Green SM kembali menjadi sorotan publik setelah insiden tabrakan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur yang menyebabkan kecelakaan beruntun. Hal ini memperkuat citra buruknya akibat serangkaian kecelakaan selama 16 bulan kehadirannya di Indonesia
Alih-alih dikenal karena pelayannya yang bagus, operator ini justru mencatat rapor merah lewat berbagai kelalaiannya di jalan raya. Berikut adalah daftar panjang insiden yang melibatkan armada Green SM, seperti dilansir dari berbagai sumber, Selasa, 28 April 2026.
1. Nabrak Penjual
Pada 26 Februari 2025, taksi listrik Green SM menabrak seorang penjual nasi goreng di pinggir jalan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Insiden ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB yang menyebabkan mobil tersebut masuk ke parit atau selokan.
Kemudian pada tanggal 10 Januari 2026, taksi Green SM berjalan mundur dan menabrak kaca restoran ayam goreng di Tangerang. Insiden ini bermula ketika taksi tersebut ditabrak kendaraan lain, sehingga pengemudi panik dan meninggalkan mobil dalam kondisi mesin masih menyala.
2. Tabrak TransJakarta
Pada 6 Maret 2025, taksi listrik ini menabrak TransJakarta yang sedang parkir di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Insiden ini terjadi karena pengemudi taksi kehilangan kendali dan menyebabkan kerusakan pada bemper belakang bus dan bagian depan taksi.
Kemudian pada 14 April 2026 taksi ijo juga menabrak pembatas beton (separator) Busway di kawasan Kuningan (Jalan Rasuna Said) Jakarta Selatan.
3. Tabrak / Tertabrak Kereta Api
Taksi Green SM juga sempat beberapa kali terlibat dalam kecelakaan di perlintasan kereta api. Seperti pada 10 Oktober 2025 taksi ini tertemper bagian belakang kereta di perlintasan sebidang Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta barat. Hal ini terjadi karena sopir terlalu dekat dengan rel hingga terjadi insiden tersebut.
Pada 31 Desember 2025, taksi listrik ini tertabrak rangkain kereta api di lintas Stasiun Kampung Bandan – Kemayoran. Insiden yang terjadi pada pukul 11.18 WIB tersebut, terjadi karena sopir yang memaksakan kendaraannya tetap melaju meski palang pintu perlintasan sudah tertutup.
Selanjutnya pada 27 April 2026, sebuah taksi Green SM mogok di perlintasan sebidang JLP 85 Ampera dekat Stasiun Bekasi Timur. Taksi tersebut tertemper KRL Commuter Line (arah Cikarang), sehingga KRL berhenti mendadak di jalan. Tak lama kemudian, Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL lain yang sedang menurunkan penumpang. Kecelakaan beruntun ini menyebabkan banyak korban jika dan luka-luka. Green SM menyatakan supirnya selamat, tidak ada penumpang di taksi, dan pihaknya mendukung penuh investigasi KNKT serta otoritas terkait.
Rentetan kecelakaan ini memicu kritik tajam dari netizen yang menyoroti keselamatan armada taksi listrik Green SM, mulai dari kemampuan pengemudi, kondisi kendaraan, hingga prosedur operasional di perlintasan sebidang yang rawan. Perusahaan beberapa kali merilis klarifikasi dan menyatakan kooperatif dengan pihak berwenang, termasuk setelah insiden Bekasi Timur pada 27 April 2026.
Meski demikian, banyak yang mempertanyakan standar keselamatan dan pelatihan pengemudi taksi listrik di tengah ekspansi layanan kendaraan ramah lingkungan ini.



