Nama taksi online Green SM kembali jadi buah bibir masyarakat Indonesia, setelah salah satu armadanya diduga menjadi pemicu awal kecelakaan beruntun di area perlintasan rel dekat Stasiun Bekasi Timur, pada Senin, 27 April 2026 malam.
Insiden ini bermula ketika taksi listrik berwarna hijau tersebut terhenti di perlintasan kereta dan tertabrak oleh KRL tujuan Cikarang, yang membuat lintasan terganggu. Hal ini menyebabkan, KRL Tokyo Metro berhenti darurat di emplasemen Stasiun Bekasi Timur karena imbas tabrakan tersebut.
Sesaat kemudian, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir – Surabaya Pasarturi menghantam gerbong belakang KRL (gerbong khusus wanita) yang tertahan di Stasiun Bekasi. Insiden ini menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka-luka.
Menurut kronologi yang beredar, pengemudi taksi Green SM dikabarkan selamat dan berhasil keluar dari kendaraan sebelum insiden terjadi. Manajemen Green SM melalui akun instagram resminya menyatakan menaruh perhatian penuh terhadap insiden tersebut, dan mendukung penuh proses investigasi. Mereka mengatakan keselamatan sebagai prioritas utama serta komitmen untuk terus meningkatkan standar operasional.
Profil Green SM
Green SM merupakan merek layanan taksi listrik dari Green and Smart Mobility (GSM), yang merupakan anak perusahan Vingroup milik miliarder Vietnam Pham Nhat Vuong . GSM berdiri pada 6 Maret 2023 dengan fokus pada penyewaan dan operasional kendaraan ramah lingkungan.
Perusahan ini digadang-gadang sebagai pionir dunia dalam kendaraan listrik melalui multi-platform, dengan investasi kendaraan mencapai puluhan ribu unit mobil dan motor listrik VinFast.
Di Vietnam, Green SM (awalnya bernama Xanh SM) menjadi taksi listrik pertama yang sepenuhnya menggunakan armada VinFast. Layanan ini menawarkan pengalaman berkendara tanpa bau bensin, kebisingan mesin, dan diklaim lebih nyaman dan ramah lingkungan.
Selain itu, layanan ini juga menghadirkan sopir terlatih untuk memberikan pelayanan bintang 5, dengan misi mendorong adopsi kendaraan listrik untuk aktivitas masyarakat sehari-hari.
Green SM mulai melebarkan sayapnya di pasar internasional, termasuk Indonesia. Layanan ini masuk ke indonesia pada Desember 2024, awalnya dengan nama Xanh SM, kemudian berganti menjadi Green SM agar lebih mudah diucapkan oleh masyarakat Indonesia. Armada ini sepenuhnya menggunakan mobil listrik VinFast, seperti model VF e34 atau varian lain yang sesuai dengan regulasi lokal.
Setelah Jakarta, perusahaan ini melakukan ekspansi berlanjut ke beberapa kota seperti Makassar (September 2025), Surabaya, Bali (melalui kemitraan dengan Taksi Komotra pada Februari 2026), dan kota-kota lainnya.
Pada April 2026, GSM meluncurkan program Green GSM Platform, yang memungkinkan pemilik atau penyewa VinFast menjadi mitra pengemudi di Indonesia dan Filipina.
GSM menjadikan Indonesia sebagai target ambisius untuk transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Pemerintah Indonesia juga mendorong penggunaan kendaraan listrik melalui berbagai insentif, termasuk di sektor transportasi publik.
Green SM hadir memberikan jawaban atas kebutuhan taksi ramah lingkungan yang modern, tanpa emisi gas buangan, serta mendukung visi kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali sebagai destinasi berkelanjutan. Kerja sama dengan mitra lokal, seperti Lippo Group untuk ekosistem hijau.
Program dan Layanan Green SM
Pemesanan taksi listrik (ride-hailing) menyediakan dua layanan utama, yaitu Layanan Green Car (premium) dan Green Eco (lebih terjangkau), yang semuanya menggunakan VinFast EV. Penumpang dijanjikan kenyamanan tinggi, interior modern, minim kebisingan, dan bebas bau.
Green SM juga menyediakan penyewaan kendaraan, termasuk mobil dan sepeda motor listrik VinFast kepada perusahaan transportasi atau individu untuk mendukung armada ramah lingkungan.
Misi utama perusahaan ini jelas, yaitu untuk memperkenalkan kebiasaan berkendara cerdas dan berkelanjutan, sekaligus memperluas adopsi VinFast di masyarakat. Di indonesia, perusahaan ini menekankan pelatihan sopir profesional, standar pelayanan internasional, dan komitmen keselamatan melalui sistem pengawasan.
Meski dipromosikan sebagai solusi hijau, trek record Green SM di Indonesia menuai banyak kritikan. Sebelum insiden di Bekasi Timur, tercatat beberapa kecelakaan melibatkan armadanya, mulai dari tabrakan dengan separator beton, insiden di flyover, hingga tabrakan dengan kendaraan lain.



