Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 2 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Dari Bintaro hingga Bekasi Timur: Rangkaian Tragedi Kereta Api yang Tak Pernah Usai
Nasional

Dari Bintaro hingga Bekasi Timur: Rangkaian Tragedi Kereta Api yang Tak Pernah Usai

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: April 29, 2026 11:55 am
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Kereta jarak jauh
Kereta jarak jauh (Foto: Instagram/@kai121_)
SHARE

Pada Senin malam, 27 April 2026, duka kembali menyelimuti jalur kereta api Indonesia. Tabrakan berantai yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur menambah deretan panjang tragedi perkeretaapian Tanah Air. 

Daftar isi Konten
  • 1. Tragedi Padang Panjang 1944 – 1955
  • 2. Tragedi Bintaro 1987
  • 3. Dua Tabrakan Ratujaya 1968 dan 1993
  • 4. Tragedi Empu Jaya di Cirebon, 2001
  • 5. Tabrakan Petarukan 2010
  • 6. Tabrakan Cicalengka 2024
  • 7. Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, April 2026

Insiden yang dipicu oleh kecelakaan perlintasan sebidang di Bulak Kapal, kegagalan persinyalan, dan komunikasi yang terganggu ini menjadi pengingat pahit bahwa meskipun teknologi telah maju, rantai kesalahan manusia dan infrastruktur masih kerap menjadi biang keladi.

Kecelakaan kereta api di Indonesia bukanlah hal baru. Sejak masa pendudukan Jepang hingga saat ini, rel-rel besi Nusantara telah berkali-kali menjadi saksi bisu hilangnya ratusan nyawa.

Berikut adalah beberapa tragedi paling menakutkan yang membentuk sejarah kelam transportasi kereta api kita yang tim Owrite.id kutip dari berbagai sumber, Rabu, 28 April 2026.

1. Tragedi Padang Panjang 1944 – 1955

Jauh sebelum Tragedi Bintaro menggemparkan publik, Lembah Anai di Sumatera Barat telah menjadi arena dua petaka mengerikan di akhir masa pendudukan Jepang. 

Jalur perbukitan yang curam dan terjal ini menjadi saksi bisu salah satu kecelakaan kereta api paling mematikan dalam sejarah Nusantara.

Pada 25 Desember 1944, sebuah rangkaian kereta kehilangan kendali karena rem blong. Kereta meluncur tak terkendali di jalur ekstrem dekat Singgalang Kariang (sekarang area rest area Lembah Anai), menewaskan sekitar 200 orang dan melukai 250 lainnya. 

Dan hanya tiga bulan kemudian, tepatnya 23 Maret 1945, tragedi berulang di lokasi yang hampir sama. Kali ini jembatan putus, ada beberapa yang menyebut sebagai sabotase perang. Hal ini, menambah korban yang tak kalah mengerikan.

Yang paling memilukan adalah proses pemakaman. Karena jumlah korban sangat banyak dan banyak jasad tidak utuh, para korban dari kedua kecelakaan dimakamkan dalam satu lubang massal yang sama. Korban pertama dikubur di kedalaman lima meter, sementara korban kedua ditumpuk di galian dua meter di atasnya. Hingga kini, di Kelurahan Balai-Balai, Padang Panjang Barat, sebuah tugu peringatan setinggi hampir dua meter yang menyerupai kepala lokomotif masih berdiri di kompleks pemakaman keluarga Syekh Adam BB, menjadi saksi bisu tragedi tersebut.

2. Tragedi Bintaro 1987

19 Oktober 1987 masih dianggap sebagai hari paling berdarah dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Di Bintaro, dua kereta api yaitu KA Rangkas (KA 225) adu banteng dengan KA Merak (KA 220).

Akibat benturan hebat tersebut, gerbong-gerbong ringsek, lokomotif melengkung, dan korban berjatuhan. Ada beberapa sumber menyebutkan bahwa jumlah korban tewas mencapai 139, dan ada juga yang menyebut jika jumlah korban tewas 156 jiwa, dengan ratusan lainnya luka-luka. 

Tragedi ini lahir dari kelalaian koordinasi antar petugas stasiun Serpong, Sudimara, dan Kebayoran, ditambah peralatan rem yang sudah tua serta jalur yang berkelok.

Peristiwa ini begitu mengguncang Indonesia hingga menginspirasi Iwan Fals menciptakan lagu “1910”. Tabrakan ini tercatat sebagai salah satu yang terburuk, dengan puluhan petugas stasiun mendapat sanksi setelah investigasi panjang.

3. Dua Tabrakan Ratujaya 1968 dan 1993

Daerah Ratujaya, Depok, menjadi lokasi berulangnya duka. Pada 20 September 1968, dua kereta penumpang (KA 406 dan KA 309) bertabrakan di petak Depok-Citayam yang saat itu masih single track. Penyebabnya adalah kesalahan interpretasi sinyal akibat arus liar pada sistem persinyalan tua. 

Akibatnya, 116 orang meninggal dunia, 84 luka berat, dan 52 luka ringan. Dua lokomotif rusak parah, salah satunya langsung diafkirkan. Dan kedua PPKA divonis penjara beberapa tahun.

Hampir seperempat abad kemudian, pada 2 November 1993, tragedi serupa terulang. Dua rangkaian KRL Jabodetabek bertabrakan di lokasi yang sama. Lagi-lagi karena misinformasi antar PPKA di Stasiun Depok dan Citayam. Korban tewas sekitar 20 orang (termasuk masinis dan kondektur), dengan ratusan korban lainnya luka-luka. Tabrakan frontal di tikungan membuat gerbong remuk dan penumpang terimpit atau terpental. Dari peristiwa ini mempercepat upaya pembangunan jalur ganda Jakarta-Bogor.

4. Tragedi Empu Jaya di Cirebon, 2001

Pada 2 September 2001 dini hari, KA 146 Empu Jaya bertabrakan dengan lokomotif CC201 yang sedang dilangsir di emplasemen Cirebon. Benturan keras membuat gerbong hancur dan lokomotif terguling. Korban tewas mencapai 42 orang (termasuk masinis dan asisten masinis), dengan 45 luka berat dan 36 luka ringan.

Ironisnya, ini bukan kali pertama Empu Jaya terlibat kecelakaan fatal di tahun itu. Nama “Empu Jaya” yang diambil dari sayembara akhirnya diubah menjadi “Progo” pada 2002 karena dianggap membawa “nasib buruk”.

5. Tabrakan Petarukan 2010

Pada 2 Oktober 2010 subuh, KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KA Senja Utama Semarang di Stasiun Petarukan, Pemalang. KA Senja yang sedang berhenti untuk persilangan dilanggar sinyal oleh Argo Bromo.

Akibatnya, beberapa gerbong terguling dan menimpa rumah warga. Korban tewas tercatat 34-36 orang, dengan puluhan lainnya luka-luka. Hal ini disebut sebagai salah satu tragedi terburuk setelah Bintaro.

6. Tabrakan Cicalengka 2024

Pada 5 Januari 2024, KA Turangga (Surabaya-Bandung) bertabrakan dengan KA Lokal Padalarang-Cicalengka di petak Haurpugur-Cicalengka. Jalur tunggal yang saat itu sedang dalam proses pembangunan jalur ganda. Empat petugas tewas (masinis, asisten masinis, pramugara, dan sekuriti), sementara puluhan penumpang luka-luka.

7. Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, April 2026

27 April 2026 malam menjadi hari duka terbaru. Sekitar pukul 20.15 WIB, sebuah taksi listrik Green SM mogok di perlintasan sebidang Bulak Kapal/Jalan Ampera dekat Stasiun Bekasi Timur. KRL Commuter Line yang melintas kemudian menabrak taksi tersebut, menyebabkan rangkaian KRL (nomor PLB 5568A, tujuan Kampung Bandan–Cikarang) berhenti darurat di Jalur 1 Stasiun Bekasi Timur.

Akibat gangguan tersebut, antrean kereta arah timur tertahan. Sekitar pukul 20.50–20.57 WIB, KA Argo Bromo Anggrek (PLB 4B) melaju dari arah Jakarta dengan kecepatan tinggi. Masinis melaporkan sinyal masuk stasiun menunjukkan aspek hijau (jalur kosong), meski sebenarnya ada KRL yang sedang berhenti. 

Masinis baru menyadari keberadaan KRL di depan saat jarak sudah terlalu dekat. Meski dilakukan pengereman darurat, massa kereta yang besar membuat tabrakan tak terhindarkan. Lokomotif Argo Bromo Anggrek menghantam telak bagian belakang KRL, menyebabkan gerbong terakhir (gerbong khusus wanita) ringsek parah hingga mengalami efek telescoping.

Peristiwa ini menyebabkan korban tewas mencapai 15 orang yang seluruhnya penumpang wanita, sementara 88 orang lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di berbagai rumah sakit di Bekasi dan Jakarta. 

Dari peristiwa-peristiwa ini punya pola yang berulang, yaitu terjadi karena human error, sistem persinyalan yang kurang baik, keberadaan perlintasan sebidang liar, serta koordinasi antar petugas yang masih lemah.

Tragedi Bekasi Timur 2026 kini menjadi catatan baru dalam sejarah panjang kecelakaan kereta api Indonesia, dan semoga menjadi momentum terakhir untuk perbaikan mendasar sebelum stasiun-stasiun dan lembah-lembah kita kembali menjadi saksi bisu duka yang tak perlu terulang.

Tag:ka argo bromo anggrekkecelakaanKRL Commuter LineStasiun Bekasi TimurTragedi Bintaro
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Harga BBM Pertamax Cs Kompak Turun Hari Ini, Berikut Rinciannya
By Natania Longdong
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026).
1
Pengamat Sebut Deddy Sitorus Tak Layak Dicap Menghina Wartawan
By Rahmat Tunny
Politisi PDIP, Deddy Sitorus. doc: @Deddysitorus
2
Jangan Hanya Terlalu Fokus Isu Politik, 5 Tarif Baru Ini Senyap Berlaku Mulai 1 Agustus
By Natania Longdong
Warga melihat barang dagangan melalui perangkat elektronik pada aplikasi platform niaga elektronik (e-commerce) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Harviyan Perdana Putra/nym)
3
Tak Lewat Demo Biasa, Mahasiswa Trisakti Pilih Mural dan Puisi untuk Suarakan Kritik Demokrasi
By Rahmat Tunny
Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi bertajuk “Seni Melawan, Suara Tak Terpadamkan” di depan Kampus A Trisakti, tepat di bawah Flyover Grogol, Jakarta.
4
Katy Perry Murka, Lagu Firework Dipakai Gedung Putih untuk Mengiringi Video Serangan AS ke Iran 
By Ani Ratnasari
Penyanyi pop Katy Perry
5

BERITA LAINNYA

Pemerintah RI punya rencana melibatkan Russel Group dalam membangun URI.
Nasional

Mengenal Russell Group, 24 Kampus Riset Elite Inggris yang Dilirik untuk Dukung URI

Pemerintah Indonesia berencana membangun 10 Universitas Republik Indonesia (URI) dalam dua tahun…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
9 jam lalu
Ilustrasi alutsista milik TNI.
Nasional

Alutsista TNI di Monas Bikin Geger, Ternyata Bukan untuk Hadapi Aksi Massa Agustus

Markas Besar TNI membantah narasi yang beredar di media sosial terkait keberadaan…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
14 jam lalu
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama (tengah) didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Hengky Aritonang (kiri) dan Kasubdit 2 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol. Awaludin Amin (kanan) menunjukkan seragam pilot milik tersangka saat konferensi pers pengungkapan penyelundupan ekstasi dan sabu di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026).
Nasional

Pilot Malaysia Ditangkap Bawa Puluhan Ribu Ekstasi, Bea Cukai Bongkar Modus Jalur Khusus

Bea Cukai Soekarno-Hatta membeberkan aksi pilot maskapai asing berinisial MSO (39), warga…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
15 jam lalu
Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi bertajuk “Seni Melawan, Suara Tak Terpadamkan” di depan Kampus A Trisakti, tepat di bawah Flyover Grogol, Jakarta.
Nasional

Tak Lewat Demo Biasa, Mahasiswa Trisakti Pilih Mural dan Puisi untuk Suarakan Kritik Demokrasi

Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi bertajuk 'Seni Melawan, Suara Tak Terpadamkan' di…

Rahmat Tunny OWRITEHardani Triyoga
By
Rahmat Tunny
Hardani Triyoga
19 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up