Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 8 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Laba United Tractors Anjlok 80% pada Kuartal I-2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Ekonomi Bisnis

Laba United Tractors Anjlok 80% pada Kuartal I-2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: April 30, 2026 11:53 am
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
United Tractors menjalankan usaha Kontraktor Penambangan. (Sumber: Dok. UNTR)
United Tractors menjalankan usaha Kontraktor Penambangan. (Sumber: Dok. UNTR)
SHARE

Kinerja keuangan emiten alat berat Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR), mengalami tekanan berat pada kuartal I 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp642,75 miliar, anjlok 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp3,18 triliun.

Daftar isi Konten
  • Segmen Emas Terpukul
  • Beban Non-Berulang dan Akusisi Tekan Keuangan
  • Harapan dari Batu Bara dan Pemulihan Tambang Emas

Melansir dari laporan kinerja perusahaan, Kamis, 30 April 2026, penurunan tajam ini karena melemahnya pendapatan UNTR yang tercatat turun 17 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp28,55 triliun dari sebelumnya Rp34,26 triliun. 

Segmen Emas Terpukul

Ilustrasi Tambang Martabe di Batang Toru, Sumatera Utara.
Ilustrasi Tambang Martabe di Batang Toru, Sumatera Utara. (Sumber: owrite/Dusep Malik)

Perusahaan menjelaskan, salah satu faktor utama adalah merosotnya kontribusi dari PT Agincourt Resources akibat tidak adanya penjualan emas pada periode ini.

Dari sisi operasional, pelemahan juga terjadi pada segmen mesin konstruksi dan kontraktor penambangan, seiring penurunan alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara nasional 2026. 

Meski demikian, tekanan tersebut sebagian tertahan oleh pertumbuhan pada segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi yang ditopang kenaikan harga jual rata-rata.

Ringkasan Kinerja Keuangan Konsolidasian

Indikator KeuanganQ1 2026Q1 2025Pertumbuhan (YoY)
PendapatanRp28,55 TriliunRp34,26 Triliun-17%
Laba BersihRp642,75 MiliarRp3,18 Triliun-80%
Beban Non-BerulangRp1,2 Triliun–n/a

Secara rinci, pendapatan segmen kontraktor penambangan tercatat Rp11,9 triliun atau turun 6 persen year on year (yoy). Sementara itu, segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi tumbuh 13 persen menjadi Rp8 triliun. Adapun segmen mesin konstruksi merosot 31 persen menjadi Rp7,5 triliun, dan segmen pertambangan emas serta mineral lainnya anjlok 76 persen menjadi Rp692 miliar.

Selain tekanan operasional, UNTR juga mencatatkan beban non-berulang sebesar Rp1,2 triliun pada kuartal I 2026. Beban ini terutama berasal dari pembayaran terkait pemanfaatan kawasan hutan di tambang nikel milik PT Stargate Pasific Resources serta provisi penurunan nilai investasi panas bumi di PT Supreme Energy Rantau Dedap.

Pendapatan Berdasarkan Segmen Usaha

Segmen UsahaPendapatan Q1 2026Pertumbuhan (YoY)
Kontraktor Penambangan (PAMA/KPP)Rp11,9 Triliun-6%
Pertambangan Batubara (Termal & Metalurgi)Rp8,0 Triliun+13%
Mesin Konstruksi (Komatsu)Rp7,5 Triliun-31%
Pertambangan Emas & Mineral LainnyaRp692 Miliar-76%

Beban Non-Berulang dan Akusisi Tekan Keuangan

Dari sisi neraca, posisi keuangan perseroan turut berubah signifikan, per 31 Maret 2026, UNTR mencatatkan utang bersih sebesar Rp5,5 triliun, berbalik dari posisi kas bersih Rp7,7 triliun pada akhir 2025. Perubahan ini terutama dipicu oleh aksi akuisisi perusahaan tambang emas serta program pembelian kembali saham (buyback).

Di unit usaha mesin konstruksi, penjualan alat berat Komatsu turun 20 persen menjadi 1.107 unit, terutama akibat pelemahan permintaan dari sektor pertambangan. 

Dari total penjualan tersebut, sektor pertambangan menyerap 50 persen, diikuti konstruksi 18 persen, perkebunan 17 persen, dan kehutanan 15 persen. Pendapatan dari suku cadang dan jasa pemeliharaan juga turun 4 persen menjadi Rp2,7 triliun.

Pada lini kontraktor penambangan, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) bersama PT Kalimantan Prima Persada mencatatkan volume pemindahan tanah (overburden removal) sebesar 236 juta bcm, turun 7 persen yoy. Produksi batu bara klien juga turun 4 persen menjadi 31 juta ton, sejalan dengan penyesuaian target produksi berdasarkan RKAB.

Kinerja Operasional & Volume Penjualan

Metrik OperasionalCapaian Q1 2026Pertumbuhan (YoY)
Penjualan Alat Berat Komatsu1.107 Unit-20%
Volume Pemindahan Tanah (OB Removal)236 Juta bcm-7%
Produksi Batubara (Klien)31 Juta Ton-4%
Total Penjualan Batubara (Sendiri)4,6 Juta Ton+20%
Penjualan Setara Emas4.000 Ons-93%

Harapan dari Batu Bara dan Pemulihan Tambang Emas

Sebaliknya, unit usaha pertambangan batu bara melalui PT Tuah Turangga Agung menunjukkan kinerja positif. Volume penjualan batu bara mencapai 4 juta ton, termasuk 0,9 juta ton batu bara metalurgi, naik 23 persen yoy. 

Jika ditambah penjualan pihak ketiga, total volume mencapai 4,6 juta ton atau meningkat 20 persen, dengan pendapatan naik 13 persen menjadi Rp8 triliun berkat harga jual yang lebih tinggi. Namun, tekanan terbesar terjadi di segmen pertambangan emas. 

Pendapatan dari unit ini turun drastis 76 persen menjadi Rp692 miliar, terutama karena tidak adanya penjualan emas dari Tambang Martabe. Anak usaha seperti PT Agincourt Resources dan PT Sumbawa Jutaraya hanya mencatatkan penjualan setara emas sebesar 4.000 ons, anjlok 93 persen yoy.

Distribusi Penjualan Komatsu per Sektor

Sektor PenggunaPangsa Pasar (%)
Pertambangan50%
Konstruksi18%
Perkebunan17%
Kehutanan15%

Kendati demikian, ada sinyal perbaikan. Pada Maret 2026, Tambang Emas Martabe telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk kembali melanjutkan operasional, yang diharapkan dapat mendongkrak kinerja segmen emas ke depan.

Sementara itu, di bisnis nikel, PT Stargate Pasific Resources mencatatkan penjualan bijih nikel sebesar 597 ribu wet metric ton (wmt), terdiri dari 171 ribu wmt saprolit dan 426 ribu wmt limonit.

Tag:Agincourt ResourcesBatu baraGrup AstraLaba Bersihtambang emasUnited TractorsUNTR
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
1
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
2
Kabinet Bayangan Bukan Ancaman, Justru Koreksi bagi Pemerintah dan DPR
By Rahmat Tunny
Ilustrasi Kabinet Bayangan.
3
Prabowo Injak dan Banting Genteng Sabut Kelapa BRIN: Cikal Bakal ‘Gentengnisasi’ Rumah Rakyat?
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
4
Bintang Jatuh di Denpasar: Klub Five Stars Digerebek Bareskrim, 53 Orang Ditangkap
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi penggerebekan klub malam oleh polisi.
5

BERITA LAINNYA

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Sumber: Youtube Kementerian ESDM)
Ekonomi Bisnis

Bahlil Kenang Saat “Dihajar” Demonstran 1,5 Bulan Gegara Larangan Ekspor Nikel

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenang salah satu…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
16 jam lalu
Kereta Cepat (Whoosh) Jakarta-Bandung. (Sumber: Dok. KCIC)
Ekonomi Bisnis

Diklaim Purbaya Tak Bebani APBN, Utang Whoosh Justru Bisa Jadi ‘Bom Waktu’

Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan diselesaikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
17 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Ekonomi Bisnis

Kepuasan terhadap Prabowo Anjlok, Publik Lebih Percaya Kondisi Ekonomi Riil daripada Angka Pemerintah

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menurun tajam sekitar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
22 jam lalu
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Akhir Pekan Ditutup Menghijau, Rupiah Menguat Rp17.897 per Dolar AS dan IHSG Naik 1,04 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
23 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up