Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 14 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Keyakinan Konsumen Mulai Melemah, April 2026 Diproyeksi Turun Imbas Harga BBM Naik
Ekonomi Bisnis

Keyakinan Konsumen Mulai Melemah, April 2026 Diproyeksi Turun Imbas Harga BBM Naik

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: April 30, 2026 1:59 pm
Anisa Aulia
Dusep Malik
Share
Konsumen saat sedang berbelanja di Superindo. (Sumber: Owrite/Dusep)
Konsumen saat sedang berbelanja di Superindo. (Sumber: Owrite/Dusep)
SHARE

Bank Indonesia (BI) mencatat, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 ada di level optimis sebesar 122,9, namun turun dari sebelumnya yang sebesar 125,2. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 130,4, atau turun dari bulan sebelumnya sebesar 134,4.

Daftar isi Konten
  • Bantal Keuangan Mulai Tipis
  • Keyakinan Konsumen April Diramal Turun

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan penurunan IKK merupakan sinyal kehatian-hatian konsumen, bukan tanda bahwa konsumsi rumah tangga anjlok. Menurutnya IKK masih berada di atas batas optimis 100. 

Penurunan IKK Maret 2026 perlu dibaca sebagai sinyal kehati-hatian konsumen, bukan tanda bahwa konsumsi rumah tangga sudah melemah tajam. Dalam Survei Konsumen Bank Indonesia, IKK Maret turun dari 125,2 pada Februari menjadi 122,9, tetapi masih jauh di atas batas optimis 100,”

ujar Josua saat dihubungi Owrite.id Kamis, 30 April 2026.

Josua menerangkan, penurunan utamanya berasal dari pelemahan ekspektasi enam bulan ke depan, karena turunnya IEK. Namun, untuk indeks kondisi ekonomi saat Ini hanya turun tipis dari 115,9 menjadi 115,4. 

Artinya, konsumen belum pesimis terhadap kondisi hari ini, tetapi mulai lebih hati-hati melihat kondisi ke depan,”

tuturnya.

Menurutnya, bila dikaitkan dengan konsumsi rumah tangga, penurunan IKK belum cukup untuk menyimpulkan bahwa konsumsi sudah melambat secara luas. Sebab, data BI menunjukkan porsi pendapatan untuk konsumsi naik dari 71,6 persen pada Februari menjadi 72,2 persen pada Maret.

Sedangkan porsi cicilan turun dari 10,6 persen menjadi 10,2 persen, dan porsi tabungan relatif stabil di sekitar 17,6 persen. Hal ini menunjukkan rumah tangga masih membelanjakan pendapatannya, terutama karena faktor Ramadan dan Lebaran. 

Bantal Keuangan Mulai Tipis

Kendati demikian, Josua menyebut ada sinyal bahwa bantalan keuangan rumah tangga mulai menipis. Sebab, berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Indeks Menabung Konsumen turun 3,9 poin menjadi 79,5 pada Maret 2026. 

Penurunan ini terjadi karena kemampuan dan kemauan menabung melemah, seiring kebutuhan belanja Idul Fitri dan kenaikan pengeluaran tak terduga. LPS juga mencatat indeks kepercayaan konsumen versinya turun dari 98,8 menjadi 91,8, terutama karena persepsi terhadap ekonomi lokal dan lapangan kerja saat ini melemah,”

terangnya.

Adapun faktor yang menekan persepsi konsumen berupa kenaikan harga bahan pokok, sulitnya lapangan kerja, harga jual panen yang turun, panen gagal, mahalnya pupuk, banjir, serta kenaikan tarif angkutan antarkota. 

Jadi, meskipun data BI masih menunjukkan optimisme, data LPS memberi peringatan bahwa sebagian kelompok rumah tangga, terutama menengah bawah, mulai merasakan tekanan likuiditas dan biaya hidup,”

tegasnya.
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Dok. BI)
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Dok. BI)

Keyakinan Konsumen April Diramal Turun

Di samping itu, Josua memperkirakan IKK di April 2026 akan turun meski berada di zona optimis. Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. 

Kenaikan harga BBM nonsubsidi per 18 April akan lebih dulu memengaruhi psikologi konsumen, terutama kelompok menengah, pengguna kendaraan pribadi, pelaku usaha kecil yang menggunakan BBM nonsubsidi, serta sektor yang sensitif terhadap biaya transportasi dan logistik,”

terangnya.

Untuk dampak langsung ke konsumsi rumah tangga, Josua menilai relatif terbatas karena harga BBM subsidi tidak naik. Akan tetapi, dampak tidak langsungnya akan terasa melalui ongkos angkut, harga barang, tarif perjalanan, dan persepsi bahwa tekanan biaya hidup ke depan bisa meningkat. 

Dengan demikian, indeks keyakinan konsumen di April diperkirakan akan melemah terbatas ke kisaran 119 hingga 122. Namun, pelemahan bisa lebih dalam bila rupiah terus anjlok dan harga pangan tetap tinggi.

Jika kenaikan BBM nonsubsidi diikuti pelemahan rupiah dan harga pangan yang tetap tinggi, tekanannya bisa lebih besar dan IKK berpotensi mendekati 118. Tetapi jika pemerintah mampu menjaga harga pangan, pasokan energi, dan komunikasi kebijakan, penurunannya kemungkinan tetap terkendali,”

jelasnya.
Ilustrasi Pengendara motor antre BBM non subsidi jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta
Pengendara motor antre BBM non subsidi jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar)

Lebih lanjut, Josua mengatakan dampak kenaikan BBM nonsubsidi terhadap IKK kemungkinan lebih besar pada ekspektasi, daripada kondisi saat ini. Sebab, konsumen biasanya lebih cepat menurunkan penilaian terhadap prospek ekonomi ketika melihat harga energi naik, walaupun pendapatannya belum turun. 

Ini karena energi dianggap sebagai harga dasar yang dapat menular ke banyak kebutuhan lain,”

tuturnya.

Ia menjelaskan, dampak harga minyak menunjukkan sektor transportasi darat, jasa pertanian, transportasi udara, transportasi laut, plastik, karet, bahan kimia, cat, tinta cetak, farmasi, dan kosmetik memiliki paparan biaya energi dan bahan baku yang cukup besar. 

Artinya, jika harga energi bertahan tinggi, konsumen akan mengantisipasi kenaikan harga barang dan jasa yang lebih luas. Inilah alasan mengapa kenaikan BBM nonsubsidi bisa menekan keyakinan konsumen lebih cepat daripada data konsumsi aktual,”

imbuhnya.
Tag:Bank IndonesiaBBM NonsubsidiHarga BBM naikkeyakinan konsumenkonsumenmenabung
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Kejutan di Piala Dunia 2026, Maroko Bikin Brasil Frustrasi Laga Berakhir Imbang
By Hadi Febriansyah
Pertandingan antara Brasil melawan Maroko di Piala Dunia 2026. (Sumber: FIFA)
1
Alasan Harga Emas Global Terus Merosot di Tengah Konflik Iran-Israel
By Dusep Malik
Emas batangan global. (Sumber: unsplash/Zlaťáky.cz)
2
Ombudsman Sentil BGN dan Imipas: Abaikan Rekomendasi hingga Maladministrasi Berulang
By Rika Pangesti
Anggota Ombudsman RI, Nuzran Joher
3
DPR Minta Warga Tak Lagi Berobat ke Luar Negeri, Sebut Layanan Rumah Sakit di Dalam Negeri Sudah Canggih
By Rika Pangesti
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Indah Kurniawati saat mengikuti kunjungan BURT DPR RI ke National Hospital Surabaya
4
DPR Bongkar Dugaan Pansel Formalitas, Pejabat Daerah Disebut Bisa Diatur Sesuai Kedekatan Politik
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI, Fauzan Khalid
5

BERITA LAINNYA

Petugas memeriksa beras kemasan saat melakukan sidak pangan di Denpasar, Bali, Kamis (12/2/2026). (Sumber: Antara Foto/Fikri Yusuf/bar)
Ekonomi Bisnis

Harga Pangan Meroket Usai BBM Naik, Kemiskinan dan Krisis Sosial Mengintai

Gelombang kenaikan harga bahan pokok yang terjadi dalam waktu hampir bersamaan, mulai…

Rahmat Tunny OWRITEdusep-malik
By
Rahmat Tunny
Dusep Malik
7 jam lalu
Emas batangan global. (Sumber: unsplash/Zlaťáky.cz)
Ekonomi Bisnis

Alasan Harga Emas Global Terus Merosot di Tengah Konflik Iran-Israel

Harga emas yang selama ini sering melesat di saat dunia dilanda konflik,…

dusep-malik
By
Dusep Malik
9 jam lalu
Petugas bersiap melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah
Ekonomi Bisnis

Usai Pertamax Naik 32 Persen, DPR Minta Pemerintah Jangan Sentuh Harga Pertalite

Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax hingga 32 persen memicu kekhawatiran akan…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Sejumlah turis asing bermain bola voli di pantai Tanjung Aan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB
Ekonomi Bisnis

KEK Diklaim Serap 266 Ribu Pekerja, Pemerintah Audit Ulang Validitas Datanya

Pemerintah mulai mengkaji ulang data ekonomi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di seluruh…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up