Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 14 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Purbaya
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Kenapa 1 Mei Disebut Hari Buruh? Ini Sejarah May Day yang Perlu Kamu Tahu
Hype

Kenapa 1 Mei Disebut Hari Buruh? Ini Sejarah May Day yang Perlu Kamu Tahu

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: April 30, 2026 6:52 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Momen demo
Momen demo (Foto: Instagram/ @jakarta.ku
SHARE

Hari Buruh Internasional atau yang dikenal sebagai May Day, diperingati setiap 1 Mei sebagai simbol perjuangan kelas pekerja dalam memperjuangkan hak-hak dasar, seperti jam kerja yang manusiawi, upah layak, dan kondisi kerja yang aman.

Daftar isi Konten
  • Sejarah May Day
  • Perkembangan Hari Buruh di Indonesia

Di Indonesia, peringatan ini memiliki sejarah panjang dari masa kolonial hingga era reformasi, sekaligus menjadi momentum untuk menyuarakan tuntutan hak pekerja di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Sejarah May Day

Mengacu pada laman resmi Perpustakaan Universitas Brawijaya, may Day bermula dari gerakan buruh Amerika Serikat yang menuntut pengurangan jam kerja, peningkatan upah, dan jaminan keselamatan kerja. Aksi besar ini terjadi pada 1 Mei 1886 di Chicago, dimana ribuan para pekerja melakukan aksi mogok kerja massal untuk menuntut penerapan jam kerja delapan jam per hari.

Aksi di Haymarket Square yang semula damai berakhir chaos pada 4 Mei 1886. Sebuah ledakan bom terjadi dan memicu bentrok antara demonstran dan aparat kepolisian. Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai Haymarket Affair atau Peristiwa Haymarket. Akibat insiden tersebut, beberapa orang tewas, dan banyak yang mengalami luka-luka. Delapan aktivis buruh ditangkap, dan empat diantaranya dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan. Hal ini menuai banyak kontroversi karena dinilai putusan tersebut tidak didukung oleh bukti yang kuat.

Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan tersebut, Kongres Buruh Internasional yang digelar di Paris pada 1889 menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional. Sejak saat itu, May Day diperingati secara luas di berbagai negara sebagai simbol solidaritas pekerja melawan eksploitasi.

Perkembangan Hari Buruh di Indonesia

Di indonesia, peringatan hari buruh telah berlangsung sejak masa kolonial Belanda, sekitar 1918 sampai 1920. Gerakan ini dipelopori oleh organisasi buruh seperti Serikat Buruh Kuang Tang Hwee di Semarang, yang menuntut untuk adanya perbaikan kondisi kerja yaitu, menolak upah rendah dan jam kerja yang tidak manusiawi bagi buruh pribumi di sektor perkebunan dan industri. 

Pasca kemerdekaan, Presiden Soekarno mulai memberikan pengakuan terhadap peringatan Hari Buruh. Pada 1946, Kabinet Sjahrir mendorong peringatan tersebut yang kemudian diperkuat dengan adanya Undang-undang No.12 Tahun 1948 yang menetapkan 1 mei sebagai hari libur bagi buruh. 

Pada masa itu, gerakan buruh berkembang sangat pesat ditandai dengan hadirnya berbagai organisasi pekerja. Namun, pada era Orde Baru di bawah masa pemerintahan Presiden Soeharto membatasi peringatan May Day.

Pemerintah saat itu tidak lagi menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional karena dikaitkan dengan ideologi komunis pasca-peristiwa G30S/PKI 1965, dan aktivitas buruh diawasi dengan ketat seiring dengan kebijakan stabilitas politik dan ekonomi. Meski demikian, pemerintah mengarahkan hari buruh dalam kerangka hubungan industrial yang lebih terkontrol.

Di Era Reformasi 1998, serikat buruh independen banyak bermunculan dan menuntut untuk mengembalikan status 1 Mei sebagai hari libur nasional. Akhirnya, pada 2013 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani Keppres yang menetapkan 1 Mei sebagai hari Libur Nasional. Penetapan ini menjadi bentuk penghargaan terhadap kontribusi buruh dalam pembangunan nasional dan upaya menciptakan hubungan industrial yang lebih harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Sejarah Hari Buruh di Indonesia adalah kisah perjuangan panjang melawan eksploitasi. Penetapan 1 Mei sebagai hari libur nasional sejak 2014 menandai kemajuan, tetapi perjuangan belum selesai. May Day bukan sekadar hari libur, melainkan pengingat bahwa pembangunan ekonomi harus berpihak pada kesejahteraan pekerja sebagai tulang punggung bangsa.

Dengan semangat solidaritas dan dialog konstruktif, diharapkan tuntutan hak pekerja dapat diwujudkan secara bertahap, sehingga tercipta Indonesia yang lebih adil bagi semua lapisan masyarakat.

Tag:1 Meihari buruhmay daySejarah May Day
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Viral Peta SPPG Terbanyak: Dominasi TNI-Polri, Muhammadiyah Mengekor
By Ani Ratnasari
Komandan Lanud Haluoleo Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto (kedua kiri) bersama Ketua Umum Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) Marsekal Pertama TNI Ady Rachmanaya Panca Putra (ketiga kiri) melepas secara simbolis kendaraan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ambaipua Lanud Haluoleo di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (18/6/2026).
1
S&P Pertahankan Rating Utang RI, Purbaya Janji Perbaiki Hal Ini Agar Naik Kelas
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: owrite/Anisa Aulia)
2
Ambil Alih Kasus Eks Jampisdus Febrie, Kejagung Bentuk Tim Khusus Libatkan Supervisi KPK
By Rahmat Baihaqi
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah beri keterangan pers.
3
Kasus Eks Jampidsus Guncang Kepercayaan Publik, Prabowo Didesak Tegakkan Hukum
By Hardani Triyoga
Eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah.
4
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Bikin Melongo, Tembus Rp133 Juta!
By Hadi Febriansyah
Estadio Azteca, tempat berlangsungnya pertandingan perdana Piala Dunia 2026
5

BERITA LAINNYA

Komandan Lanud Haluoleo Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto (kedua kiri) bersama Ketua Umum Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) Marsekal Pertama TNI Ady Rachmanaya Panca Putra (ketiga kiri) melepas secara simbolis kendaraan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ambaipua Lanud Haluoleo di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (18/6/2026).
Hype

Viral Peta SPPG Terbanyak: Dominasi TNI-Polri, Muhammadiyah Mengekor

Sebuah video yang diunggah akun Instagram @satelitearth pada 11 Juli 2026 menampilkan…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
4 jam lalu
Tradisi Castells masih lestari di Catalonia, Spanyol
Hype

Tradisi Castells dari Spanyol Viral, Mengenal Menara Manusia yang Mendunia

Belakangan ini, video yang memperlihatkan puluhan orang berdiri di atas bahu satu…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
15 jam lalu
Tamagoyaki atau Telur Gulung Jepang
Hype

Resep Tamagoyaki untuk Bekal Sekolah Anak, Telur Gulung Jepang yang Gurih dan Praktis

Tahun ajaran baru menjadi momen bagi banyak orang tua untuk kembali menyiapkan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
16 jam lalu
Pulau Sirandah
Hype

Pulau Sirandah, Destinasi Bahari Menawarkan Panorama Laut Memukau

Berada cukup jauh dari keramaian pusat Kota Padang, Pulau Sirandah menawarkan suasana…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
16 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up