- Niat
Berikut adalah niat mandi junub:
نويت الغسل لرفع الحدث الأكبر من الجنابة فرضا الله تعالى
Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta‘ala
“Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta’ala.”
Dalam madzhab Syafi’i, niat harus dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh.
- Meratakan Air ke Seluruh Badan
Saat mandi wajib, seluruh badan wajib terguyur air dari ujung rambut hingga ujung kaki sehingga tubuh tidak tertempel najis.
Sunah Mandi Wajib
Sebagaimana diungkapkan oleh Imam Al Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah, ada sejumlah sunnah yang dilakukan dalam mandi junub, diantaranya:
- Membasuh kedua tangan hingga tiga kali.
Hal ini bertujuan untuk memastikan tangan dalam keadaan bersih sebelum digunakan untuk membersihkan bagian tubuh lainnya.
- Membersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan, sehingga tidak ada penghalang antara air dan kulit.
- Wudhu dengan sempurna sebagaimana wudhu untuk salat. Ini menjadi bagian penting dalam rangkaian mandi junub, karena menyempurnakan kebersihan diri sebelum mengguyur seluruh tubuh.
- Mengguyur kepala sebanyak tiga kali sambil membaca niat untuk menghilangkan hadas besar. Air harus benar-benar mengenai seluruh bagian kepala hingga ke pangkal rambut.
- mengguyur tubuh bagian kanan sebanyak tiga kali, lalu disusul bagian kiri juga tiga kali, agar air merata ke seluruh tubuh.
- Selama proses tersebut, dianjurkan untuk menggosok-gosok tubuh, baik bagian depan maupun belakang, agar air dapat menyentuh seluruh permukaan kulit.
- Bagi yang memiliki rambut atau jenggot, disunnahkan untuk menyela-nyelanya agar air masuk hingga ke bagian dalam.
- Pastikan air mengalir ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut yang sering terlewat.
Sebagai catatan, sebaiknya hindari menyentuh kemaluan saat proses berlangsung. Namun jika hal itu terjadi, dianjurkan untuk mengulangi wudhu.