Dalam peringatan May Day 2026, Presiden Prabowo Subianto merespons Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT). Dia mengatakan pekerja rumah tangga menjadi sejarah terbentuknya sebuah regulasi.
Kepala negara menyinggung para PRT yang selama ini tidak pernah mendapatkan upah sepadan.
“Undang-Undang PRT belum pernah ada. Selama ini bekerja, entah berapa upah PRT. Tidak jelas,”
ucap Prabowo, Jumat, 1 Mei 2026.
Menurutnya dengan disahkannya UU PPRT memberikan kepastian hukum, perlindungan dari kekerasan/eksploitasi, dan pengakuan hak-hak bagi PRT sebagai pekerja, serta mengatur kewajiban pemberi kerja, hubungan kerja dengan perjanjian, hak jaminan sosial, upah, dan jam istirahat.
Ia menglaim para pekerja merupakan sosok yang mulia, sebab mampu bekerja secara jujur.
“Saya menghormati perjuangan saudara-saudara. Seorang yang bekerja dengan badannya dan keringatnya dengan tangannya adalah seorang yang mulia. Seorang bekerja dengan halal, seorang pejuang untuk anak (dan) istrinya tiap hari,”
kata Prabowo.
Singgung Pejabat Pangkat Tinggi
Dibalik pujiannya terhadap kaum buruh, tani, dan nelayan, Prabowo menyinggung ada orang dengan pangkat tinggi semakin tidak jelas. Bahkan ada sosok yang pintar justru malah melakukan korupsi.
“Saya sedih orang semakin tinggi pangkat, semakin tidak jelas. Saya heran, banyak yang pintar, (tapi) pintar maling. Saya tidak habis pikir,”
tegas dia.
Setelah bertahun-tahun meniti karier di dunia militer, dia mengaku pensiun dan ingin terjun ke dunia pemerintahan lantaran banyak masyarakat yang masih hidup dengan susah. Namun, Prabowo menyinggung banyak elite-elite malah terlibat rasuah.
“Bukan ini yang saya perjuangkan, bukan negara yang dirampok oleh maling-maling. Saya tidak rela! Saya tidak rela pejabat-pejabat pemerintah yang diberi kepercayaan oleh rakyat, justru bekerja sama dengan pengusaha brengsek, dengan pengusaha serakah,”
tegas Prabowo.


