Pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi terkait usulan pemindahan posisi gerbong khusus perempuan di Kereta Commuter Line (KRL) menuai kritik publik.
Menanggapi polemik tersebut, pengamat komunikasi politik dari Universitas Airlangga, Suko Widodo menilai, pejabat seharusnya tidak terburu-buru memberikan respons jika belum memiliki data yang lengkap.
Seharusnya pejabat bijak dalam mengeluarkan pernyataan. Jika belum tahu persis faktanya, lebih baik menunda respons dan tidak terlalu reaktif,”
ujarnya saat dihubungi owrite.
Ia juga menyoroti kecenderungan pejabat yang bersikap defensif saat menghadapi tekanan media. Padahal dalam kondisi tersebut, penting bagi pejabat untuk melakukan verifikasi informasi sebelum berbicara ke publik.
Seringkali pejabat bersikap defensif menghadapi media. Karena itu, sebelum memberi pernyataan harus cek dan ricek fakta serta memahami persoalan secara utuh,”
kata Suko.
Suko juga menilai pernyataan yang tidak didukung fakta atau alasan kuat berisiko menimbulkan respons negatif dari masyarakat. Sebab dampaknya tidak hanya berhenti pada kritik sesaat, tetapi juga dapat menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap pejabat tersebut.
Jika pejabat bicara tanpa dasar yang kuat, publik akan merespons negatif. Ini bisa mendegradasi kepercayaan,”
jelasnya.
Ia menambahkan, pernyataan kontroversial yang berulang kali muncul bukan hanya persoalan komunikasi semata, melainkan dapat berdampak serius pada legitimasi pejabat di mata masyarakat.
Secara otomatis akan mengurangi simpati dan ujungnya berakhir pada ketidakpercayaan publik,”
tegasnya.
Suko juga memberikan catatan terkait sikap yang seharusnya diambil pejabat dalam situasi krisis, seperti pasca kecelakaan.
Menurutnya, pejabat sebaiknya tidak terlalu banyak membuat klaim atau rencana yang belum jelas. Fokus utama harus diarahkan pada penanganan korban dan penyampaian informasi yang faktual.
Pejabat jangan terlalu banyak klaim dengan rencana yang belum jelas. Temukan fakta, sampaikan permintaan maaf, dan segera atasi persoalan dalam segera,”
tambahnya.



