PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatat pendapatan sebesar Rp213,62 miliar pada kuartal I-2026. Capaian ini masih relatif terbatas di tengah kondisi industri konstruksi yang menantang.
Dari sisi profitabilitas, Perseroan membukukan laba bruto sebesar Rp10,63 miliar. Dengan demikian, margin laba bruto berada di kisaran 5 persen. Hal ini mengindikasikan tekanan biaya serta ketatnya persaingan proyek di sektor konstruksi.
Tekanan Industri Bikin Selektif Pilih Proyek
Mengutip laporan manajemen WEGE, Kamis, 30 April 2026, Perseroan mengakui bahwa dinamika industri yang belum stabil membuat Perseroan harus lebih selektif memilih proyek. Fokusnya, mereka arahkan pada proyek yang sehat secara arus kas, serta memiliki risiko yang terukur.
Di tengah tekanan tersebut, WEGE tetap berupaya menjaga kinerja keuangan melalui efisiensi operasional dan pengendalian biaya. Hal ini tercermin dari penurunan beban keuangan menjadi Rp3,79 miliar, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,84 miliar.
Laporan Kinerja Keuangan WEGE (Kuartal I-2026)
| Indikator Keuangan | Nilai (Rp) | Keterangan |
| Pendapatan | Rp213,62 Miliar | Total pendapatan di tengah kondisi industri yang berat. |
| Laba Bruto | Rp10,63 Miliar | Keuntungan sebelum dikurangi beban operasional lainnya. |
| Margin Laba Bruto | ~5% | Menunjukkan adanya tekanan biaya dan persaingan ketat. |
| Beban Keuangan | Rp3,79 Miliar | Mengalami penurunan signifikan dari periode sebelumnya (Rp7,84 M). |
| Kontrak Baru | Rp464,67 Miliar | Perolehan per Maret 2026 untuk menopang kinerja masa depan. |
Kontrak Baru Jadi Harapan
Sementara itu, perolehan kontrak baru hingga Maret 2026 mencapai Rp464,67 miliar, yang diharapkan dapat menopang kinerja Perseroan pada periode mendatang.
Direktur Utama WEGE, Hadian Pramudita, menyampaikan bahwa strategi selektivitas proyek dan efisiensi akan terus menjadi fokus utama Perseroan guna menjaga keberlanjutan usaha di tengah ketidakpastian pasar.
WEGE memiliki fondasi yang kuat untuk terus bertahan dan beradaptasi di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini. Kami berupaya menjaga momentum perolehan kontrak baru melalui strategi yang lebih selektif, prudent, dan berorientasi pada proyek-proyek yang sehat secara arus kas, sehingga target perolehan kontrak baru tahun ini dapat dicapai dengan hasil yang optimal,”
ujar Hadian.
WEGE pun akan terus memperkuat strategi bisnis melalui selektivitas proyek, pengendalian risiko, optimalisasi arus kas, serta efisiensi operasional. Perseroan juga akan tetap mendorong pengembangan solusi konstruksi yang inovatif dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan pasar dan arah transformasi industri konstruksi nasional.


