Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan alokasi anggaran Rp815,56 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk program kompor listrik.
Program tersebut disiapkan sebagai salah satu langkah pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG).
“Energi yang kami dorong ke depan tidak hanya tentang LPG, tetapi kompor listrik, CNG, dan macam-macam. (Rancangan) yang kami buat untuk (kompor listrik) sebesar Rp815,56 miliar,”
kata Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Selasa, 16 Juni 2026.
Strategi Anyar
Politisi Partai Golkar tersebut mengatakan bahwa program kompor listrik menjadi bagian dari strategi diversifikasi energi rumah tangga, sekaligus upaya untuk menekan impor LPG yang selama ini masih cukup besar.
Untuk mendukung pelaksanaannya, Bahlil pun meminta Komisi XII DPR RI ikut memetakan daerah-daerah yang membutuhkan program tersebut agar implementasinya dapat berjalan lebih terarah.
“Supaya bisa kita (pemerintah dan DPR) bekerja sama dan sinkronisasi,”
ujar Bahlil.
Selain kompor listrik, Kementerian ESDM juga mengusulkan anggaran Rp635,24 miliar dalam RAPBN 2027 untuk program konversi sepeda motor listrik. Anggaran kedua program itu akan dikelola oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.
Program kompor listrik dan konversi motor listrik merupakan usulan baru dalam RAPBN 2027. Besaran anggaran yang diajukan masih tentatif karena menyesuaikan kondisi fiskal dan kemampuan keuangan negara.


