Harga minyak naik pada Jumat, setelah Brent bergejolak mencapai level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Kenaikan ini juga sejalan dengan Presiden AS Donald Trump menghadapi tenggat waktu terkait operasi militer terhadap Iran.
Dilansir dari CNBC, Jumat, 1 Mei 2025, harga minyak mentah Brent pada perdagangan Kamis untuk kontrak Juni naik ke US$126,41 per barel, sebelum ditutup sebesar US$114,01.
Sedangkan pada Jumat, harga minyak mentah Brent naik 1,11 persen menjadi US$111,63 per barel pada pukul 10.15 malam waktu setempat.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,45 persen, menjadi US$105,54 per barel.
Adapun kenaikan ini terjadi saat Presiden Donald Trump menghadapi batas waktu 60 hari berdasarkan War Powers Resolution terkait aksi militer dalam perang Iran.
Berdasarkan undang-undang tahun 1973, seorang presiden wajib menarik pasukan dalam waktu 60 hari setelah memberitahu
Kongres tentang penempatan pasukan tersebut, kecuali jika anggota Kongres menyetujui aksi militer tersebut. Namun saat ini Kongres belum memberikan otorisasi tersebut.
Diketahui, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, dan Trump secara resmi memberi tahu Kongres pada 2 Maret, yang memulai hitungan mundur 60 hari hingga tenggat 1 Mei.
Trump bisa meminta perpanjangan 30 hari berdasarkan undang-undang tersebut, namun menurut anggota Kongres, Trump belum melakukannya hingga saat ini.
Masih belum jelas apakah Trump akan menarik pasukan AS jika batas waktu berlalu tanpa persetujuan Kongres.
Adapun ketegangan tetap tinggi meskipun gencatan senjata telah diberlakukan. Trump pada Rabu meningkatkan tekanan terhadap Teheran, dengan bersumpah akan mempertahankan blokade AS terhadap Iran sampai negara tersebut menyetujui kesepakatan nuklir.
Di sisi lain, Teheran menolak untuk membuka kembali Selat Hormuz kecuali AS mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.



