Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump disinyalir akan memperpanjang blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, karena mandeknya negosiasi nuklir.
Kondisi ini memicu kekhawatiran pasokan, dan menyebabkan harga minyak melambung pada Kamis.
Axios melaporkan bahwa Trump telah menolak usulan Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Hal ini menandakan bahwa blokade laut akan tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan nuklir yang lebih luas.
Dilansir dari CNBC, Kamis, 30 April 2026, kontrak berjangka Juni untuk minyak mentah Brent naik sebesar 1,96 persen menjadi US$120 per barel.
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,2 persen menjadi US$107,09 per barel.
The Wall Street Journal melaporkan, harga minyak mentah Brent telah naik sekitar 6 persen pada Rabu, dan WTI naik 7 persen. Mengutip pejabat AS, Trump sudah memerintahkan para stafnya untuk menyiapkan blokade Iran dalam jangka panjang.
Iran tidak bisa mengatur diri mereka sendiri. Mereka tidak tahu cara menandatangani kesepakatan non-nuklir. Mereka lebih baik segera sadar!”
kata Trump dikutip dari Truth Social.
Berdasarkan data LSEG, harga minyak mentah Brent sudah melonjak ke level tertinggi sejak pertengahan 2022, seiring konflik di Timur Tengah yang menghambat pasokan.
Goldman Sachs memperkirakan, ekspor melalui jalur strategis Selat Hormuz telah turun menjadi hanya 4 persen dari tingkat normal.
Sementara negosiasi AS-Iran yang mandek dan blokade AS yang terus berlanjut semakin memperketat pasokan.


