Laporan dari kru kapal Arctic Sunrise yang dioperasikan oleh Greenpeace International menyebutkan bahwa sejumlah kapal dalam Global Sumud Flotilla menghadapi gangguan dari pihak militer Israel saat berada di perairan internasional.
Lokasi kejadian diperkirakan sekitar 45 mil laut di sebelah barat pulau Kythira, Yunani, dan sekitar 600 mil laut dari wilayah Gaza.
Menurut laporan tersebut, pada pukul 18:43 UTC (21:43 waktu setempat), armada menerima pesan melalui kanal radio internasional (kanal 16). Pengirim mengaku sebagai Angkatan Laut Israel dan meminta kapal-kapal tersebut mengubah haluan.
Dalam pernyataan yang dirilis oleh Global Sumud Flotilla melalui media sosial yang dilansir Arab News disebutkan bahwa militer Israel telah melakukan tindakan yang dianggap ilegal.
Organisasi tersebut juga mengungkapkan adanya tindakan intimidasi terhadap awak kapal.
Komunikasi dengan 11 kapal telah terputus, Kapal-kapal kami didekati oleh kapal cepat militer, yang mengidentifikasi diri sebagai ‘Israel’, mengarahkan laser dan senjata serbu semi-otomatis, memerintahkan para peserta ke bagian depan kapal dan untuk berlutut,”
tulis keterangan tesebut.
Selain itu, sinyal darurat disebut telah dikirim karena gangguan komunikasi. Komunikasi kapal sedang dihalangi dan sinyal SOS telah dikeluarkan,”
tambah keterangan tersebut.
Posisi Armada dan Respons Israel
Berdasarkan pelacakan langsung, armada tersebut berada di sekitar lepas pantai Kreta, dekat wilayah Yunani.
Di sisi lain, sumber dari Israel yang dikutip media menyebut bahwa pihaknya mulai mengambil langkah untuk mengendalikan kapal-kapal bantuan tersebut jauh dari wilayah pesisir mereka. Namun, detail jumlah kapal dan lokasi pasti tidak dijelaskan secara rinci.
Wilayah Gaza telah berada di bawah blokade Israel sejak 2007, setelah dikuasai oleh Hamas. Sejak Oktober 2023, konflik di wilayah tersebut semakin memanas dan menimbulkan dampak kemanusiaan besar.
Jutaan warga terdampak, dengan banyak yang kehilangan tempat tinggal akibat eskalasi konflik.
Insiden ini juga memicu kritik dari mantan Menteri Keuangan Yunani, Yanis Varoufakis. Ia menyoroti dugaan keterlibatan atau ketidakmampuan pemerintah Yunani dalam merespons situasi tersebut.
Baru saja berbicara dengan teman-teman di Armada Global Sumud. Kapal dan drone Israel mengganggu mereka di lepas pantai Kreta. Pemerintah Yunani terlibat atau tidak mampu mempertahankan laut kita dari Israel,”
tulis Yanis seperti dilansir dari Anadolu.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Yunani maupun otoritas Israel terkait pernyataan tersebut.
Armada ini membawa bantuan kemanusiaan dan bertujuan menembus blokade untuk membuka jalur distribusi bantuan ke Gaza.
Diperkirakan hampir 1.000 aktivis dari berbagai negara ikut serta dalam misi ini. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza.



