Ramainya kekerasan terhadap anak di tempat penitipan anak (day care), membuat orang tua cemas. Padahal mereka menganggap tempat itu adalah area aman untuk si buah hati.
Psikolog Meity Arianty mengatakan rasa cemas yang orang tua rasakan adalah bentuk proteksi diri yang sangat wajar dan valid. Namun, jangan biarkan kecemasan tersebut melumpuhkan fungsi sebagai orang tua.
“Ubahlah kecemasan itu menjadi sikap kehati-hatian, perketat kontrol dan komunikasi, pilihlah lembaga yang menjunjung tinggi transparansi, memiliki visi pengasuhan yang selaras dengan nilai keluarga, dan jangan ragu untuk mempercayai insting serta pengamatan langsung Anda sebagai orang tua terhadap perubahan perilaku anak,”
ujar Meity kepada Owrite.id.
Meity mengingatkan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam memantau perkembangan anak agar mendapatkan lingkungan yang sehat.
“Membangun relasi yang terbuka dengan pengasuh adalah benteng pertahanan terkuat untuk memastikan anak Anda mendapatkan lingkungan sosialisasi yang sehat dan aman bagi tumbuh kembang mereka,”
kata dia.
Dia memberikan beberapa peringatan yang perlu diperhatikan orang tua saat memilih daycare. Bila pihak tersebut menutup atau melarang orang tua melakukan kunjungan mendadak, itu harus diwaspadai.
Selain itu, rasio jumlah pengasuh dan anak yang tidak seimbang dapat membuat pengawasan menjadi tidak optimal. Tingginya tingkat perputaran karyawan juga perlu diwaspadai lantaran menandakan ketidakstabilan manajemen atau lingkungan kerja yang penuh tekanan.
Secara psikologis, perhatikan pula suasana emosional di dalam ruangan, jika anak-anak terlihat sangat tenang secara tidak wajar (apatis), tampak takut pada pengasuh tertentu, atau jika pengasuh menunjukkan sikap yang tidak responsif dan kurang hangat terhadap tangisan anak, hal itu merupakan indikasi kuat ada pola pengasuhan yang tidak sehat.
“Ketiadaan sistem keamanan yang jelas, misalnya CCTV yang tidak dapat diakses atau prosedur pelaporan insiden yang tak transparan, harus menjadi pertimbangan serius bagi orang tua sebelum menitipkan buah hati. Jangan asal memilih murah, namun merugikan dalam jangka panjang,”
ucap Meity.


