Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 6 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Krisis Guru Kian Parah: Pemerintah Lamban Lakukan Rekrutmen, Pendidikan RI di Titik Nadir
Nasional

Krisis Guru Kian Parah: Pemerintah Lamban Lakukan Rekrutmen, Pendidikan RI di Titik Nadir

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Mei 4, 2026 11:13 am
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 bulan lalu
Share
Seorang guru menata gawai milik siswa yang dikumpul sebelum memulai kegiatan belajar mengajar di SMPN 10 Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (10/4/2026). Pihak sekolah setempat menerapkan aturan tentang penggunaan gawai selama jam pembelajaran untuk memberikan lingkungan digital yang aman dalam mendukung penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17/2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas dalam lingkungan pendidikan. ANTARA FOTO/Andry Denisah
Seorang guru menata gawai milik siswa yang dikumpul sebelum memulai kegiatan belajar mengajar di SMPN 10 Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (10/4/2026). Pihak sekolah setempat menerapkan aturan tentang penggunaan gawai selama jam pembelajaran untuk memberikan lingkungan digital yang aman dalam mendukung penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17/2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas dalam lingkungan pendidikan. ANTARA FOTO/Andry Denisah
SHARE

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) memberi catatan dalam rangka refleksi Hari Pendidikan Nasional 2026. 

Salah satu catatan yakni rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merekrut 400 ribu guru PNS guna memenuhi kebutuhan dan pemerataan distribusi guru secara nasional. 

Karena kondisi darurat, di satu sisi negara membutuhkan guru-guru dengan masa jabatan yang jelas untuk memenuhi kekurangan guru pensiun dan dengan kondisi tertentu mereka bisa didistribusikan secara terpusat dari pemerintah pusat ke daerah. Maka yang dibutuhkan adalah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu),” 

kata Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim, kepada Owrite.id, Senin, 4 Mei 2026.

Alasannya, di dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menyebutkan bahwa kewenangan untuk rekrutmen dan distribusi guru ada di bawah wewenang pemerintah daerah, bukan di tangan pemerintah pusat.

Sedangkan negara menginginkan rekrutmen 400.000 guru PNS yang dilakukan oleh pemerintah pusat. 

Pemerintah pusat melarang sekolah dan Pemda merekrut guru honorer/non ASN, tapi pemerintah tak kunjung merekrut guru PNS untuk memenuhi kebutuhan riil guru di sekolah/madrasah.

Lantaran ada kekosongan hukum, maka Perppu menjadi masuk akal sebagai basis kebijakan tersebut, sebab merevisi Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang ASN butuh waktu. 

Untuk menutupi kekurangan kebutuhan guru di sekolah negeri daerah, pemerintah merekrut guru PNS yang kemudian didistribusikan oleh pemerintah pusat ke daerah. Jadi, rekrutmen dan distribusinya dialihkan menjadi kewenangan pusat, yang selama ini menjadi kewenangan daerah,”

jelas Satriwan. 

P2G menilai keberadaan Perppu bisa disetujui juga oleh parlemen, agar tak buang waktu untuk mengubah undang-undang. 

Karena ide untuk merekrut 400.000 guru PNS itu memang dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kalau rekrutmen tersebut tidak tercapai pada tahun ini, kami khawatir tidak ada proses pembelajaran di sekolah. Kemudian siswa tidak diberikan pelayanan, tentu mutu dan kualitas pendidikan semakin berkurang,”

ujar Satriwan. 

Alih Status 

P2G juga mendesak pemerintah pusat dan daerah bersinergi mengalihkan status Guru P3K Paruh Waktu menjadi Penuh Waktu, termasuk meningkatkan anggaran Transfer ke Daerah (TKD). 

Kemudian, para guru honorer atau non ASN di sekolah negeri segera diangkat menjadi Guru P3K Penuh Waktu sampai batas akhir Desember 2026. Jangan sampai pemerintah memecat serentak para guru non ASN yang mengabdi belasan hingga puluhan tahun. 

Selain itu, P2G mendorong proses revitalisasi ratusan ribu sekolah dilaksanakan secara akuntabel, transparan, partisipatif, dan bertanggung jawab. Revitalisasi sekolah dengan skema ‘swakelola’ harus dibarengi dengan pendampingan dan pengawasan ketat. 

Tag:Berita PentingguruPendidikanPNS
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
1
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
2
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
3
Pajak Marketplace Ditunda ke November 2026, yang Telanjur Dipungut Dikembalikan
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
4
Berkas P21, Tersangka Tambang Ilegal Anton Timbang Bebas ‘Main’ di Istana
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi Anton Timbang di Istana Negara.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
Nasional

Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu

Kabar keberadaan sejumlah warga negara Israel di Bali belakangan jadi sorotan publik…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Wamen Kementerian Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono usai meresmikan program Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda (KELANA) Episode 3 bertajuk Java Over Trip, 5 Agustus 2026.
Nasional

Bukan Cuma Peduli, KLH Ajak Gen Z Jadi ‘Ujung Tombak’ Kritik Lingkungan lewat Program Kelana

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) membuka ruang bagi Generasi Z (Gen Z) untuk…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
6 jam lalu
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Nasional

Jangan Berulah, Kapolri Patrolikan Tim Siber Kejar Penyebaran Hoaks Isu Demo Agustus

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memberikan instruksi ke jajaran untuk menindak…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
7 jam lalu
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. (Sumber: owrite)
Nasional

Masih Banyak Siswa Keracunan, Pemerintah Diminta Stop MBG

Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up