Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap laporan kasus penyiraman air keras Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus dilimpahkan kepada penyidik Polda Metro Jaya. TAUD sebelumnya melaporkan kasus tersebut kepada Bareskrim Mabes Polri.
“Dalam perkembangannya, laporan polisi tersebut sudah dilakukan pelimpahan oleh Bareskrim kepada penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya,”
ujar perwakilan TAUD, Alif Fauzi Nurwidiastomo, saat konferensi pers di kantor YLBHI, Senin, 4 Mei 2026.
Setelah kasus ditangani kepolisian daerah, penyelidik sudah memproses laporan itu dengan memeriksa pelapor sebagai saksi. Rencananya saksi lain juga akan diperiksa. Alif bilang penyelidik bakal mendalami hasil investigasi temuan TAUD, salah satunya soal dugaan keterlibatan 16 orang dalam perkara ini.
“Besok, 5 Mei, akan ada pemanggilan lanjutan terhadap TAUD terkait temuan-temuan yang dihasilkan dalam laporan investigasi secara mandiri,”
kata dia.
Gugat Jenderal
Di sisi lain, TAUD telah menggugat Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas dugaan penghentian penyidikan kasus Andrie. Gugatan telah terdaftar dengan nomor perkara 62/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL






