Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 30 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Rupiah Ambruk ke Rp17.400, Kombinasi Minyak Mahal hingga Faktor Domestik Jadi Biang Kerok
Ekonomi Bisnis

Rupiah Ambruk ke Rp17.400, Kombinasi Minyak Mahal hingga Faktor Domestik Jadi Biang Kerok

dusep-malik
Last updated: Mei 4, 2026 8:26 pm
By
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
- Redaktur
4 bulan lalu
Share
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
SHARE

Nilai tukar rupiah kembali tersungkur terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 4 Mei 2026. Tekanan terhadap mata uang Garuda ini menjadi yang terburuk dalam sejarah dan dinilai bukan berasal dari satu faktor tunggal, melainkan akumulasi sentimen global dan domestik yang datang bersamaan.

Daftar isi Konten
  • Dolar AS Menguat, Suku Bunga Global Jadi Penahan
  • Inflasi Rendah dan Sinyal Lemah Sektor Riil
  • Rupiah Berpotensi Masih Melemah

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI), Josua Pardede, mengatakan rupiah saat ini sudah memasuki fase pelemahan yang cukup dalam, dengan posisi di kisaran Rp17.353 per dolar AS. Faktor eksternal menjadi pemicu utama, terutama meningkatnya kembali ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga energi global.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait Selat Hormuz, membuat harga minyak melonjak dan dolar AS kembali menguat. Brent sempat menembus US$114 per barel, sehingga pasar langsung menghitung risiko terhadap negara pengimpor minyak seperti Indonesia,”

ujar Josua melalui pesan singkatnya kepada Owrite.id.

Kondisi tersebut dinilai memperbesar tekanan terhadap rupiah, karena berpotensi meningkatkan beban impor migas, subsidi energi, hingga tekanan terhadap neraca transaksi berjalan.

Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)

Dolar AS Menguat, Suku Bunga Global Jadi Penahan

Selain faktor geopolitik, Josua mengatakan pasar global juga masih melihat arah suku bunga dunia yang belum akan longgar dalam waktu dekat. Ekspektasi bahwa bank sentral negara maju masih mempertahankan suku bunga tinggi turut memperkuat posisi dolar AS.

Josua menilai, selama harga minyak masih tinggi dan belum ada sinyal kuat penurunan suku bunga global, aset negara berkembang—including rupiah—akan tetap berada dalam tekanan.

Selama Selat Hormuz masih terganggu dan belum ada kepastian perdamaian, dolar berpotensi tetap kuat. Ini membuat ruang penguatan rupiah menjadi terbatas,”

jelasnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Ateng Hartono (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Ateng Hartono (sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Inflasi Rendah dan Sinyal Lemah Sektor Riil

Sementara itu dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga diperkuat oleh data inflasi April 2026 yang melandai. Inflasi tercatat hanya 0,13 persen secara bulanan dan 2,42 persen secara tahunan.

Meski positif bagi daya beli, kondisi ini justru dipersepsikan pasar sebagai sinyal bahwa Bank Indonesia belum memiliki urgensi kuat untuk menaikkan suku bunga guna menopang rupiah.

Inflasi yang rendah memang baik untuk masyarakat, tapi dalam situasi tekanan kurs, pasar justru mencari sinyal kebijakan yang lebih agresif. Ini yang membuat rupiah tetap tertekan,”

kata Josua.

Selain itu, sektor riil juga mulai menunjukkan pelemahan. Indeks PMI Manufaktur Indonesia pada April 2026 turun ke level 49,1, mengindikasikan kontraksi aktivitas industri.

Tekanan biaya produksi akibat kenaikan harga energi, ditambah melemahnya output dan kepercayaan bisnis, semakin memperburuk sentimen terhadap rupiah.

Rupiah Berpotensi Masih Melemah

Josua memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut sepanjang Mei hingga sebagian kuartal II-2026, terutama jika tiga faktor utama belum berubah yaitu: 

  • Harga minyak tetap tinggi,
  • Ketegangan di Selat Hormuz belum mereda, dan 
  • Arus modal asing belum kembali stabil.

Dalam skenario dasar, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.200 hingga Rp17.500 per dolar AS dalam jangka pendek.

Penguatan rupiah butuh dukungan eksternal, terutama penurunan harga minyak dan membaiknya sentimen global. Tanpa itu, tekanan masih akan bertahan,”

ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun Bank Indonesia masih memiliki instrumen untuk menahan volatilitas seperti intervensi pasar, SRBI, dan DNDF, penguatan rupiah yang berkelanjutan tetap sangat bergantung pada faktor global.

Tag:Dolar ASGeopolitikHarga MinyakNilai TukarRupiahSelat Hormuztimur tengah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Siap-Siap! Tak Hanya BBM, Beli LPG 3 Kg Bakal Diatur Berdasarkan Desil DTSEN
By Natania Longdong
Tumpukan tabung gas elpiji 3 kg di Lumajang, Jawa Timur. (Sumber: Antara Foto/Irfan Sumanjaya/wsj)
1
Gempa Susulan Flores NTT Tembus 9.278 Kali, BMKG Mulai Petakan Wilayah Rawan
By Dusep Malik
Update gempa susulan di Flores NTT. (Sumber: BMKG)
2
Demo Rusuh di Sekitar DPR, Polisi Ungkap Kerusakan dan Mulai Lakukan Inventarisasi
By Rahmat Tunny
Massa melakukan aksi anarkis usai demonstrasi di depan DPR.
3
BMKG Ungkap Rahasia di Balik Gempa M7,7 NTT, Ribuan Gempa Susulan Jadi Petunjuk
By Syifa Fauziah
Sejumlah anak korban gempa di area pengungsian SMK Muhammadiyah Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
4
Akun WhatsApp Tiba-tiba Kena Blokir Massal, Ini Pengakuan Mengejutkan dari Meta
By Ani Ratnasari
Ilustrasi WhatsApp diblokir.
5

BERITA LAINNYA

Kondisi Desa Adat Sade di Lombok NTB. (Sumber: Kemenpar)
Ekonomi Bisnis

Bukan Cuma Rumah Adat, Kebakaran Desa Sade Lumpuhkan Ekonomi 320 Pelaku Pariwisata

Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB),…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
17 jam lalu
Tumpukan tabung gas elpiji 3 kg di Lumajang, Jawa Timur. (Sumber: Antara Foto/Irfan Sumanjaya/wsj)
Ekonomi Bisnis

Siap-Siap! Tak Hanya BBM, Beli LPG 3 Kg Bakal Diatur Berdasarkan Desil DTSEN

Pemerintah bakal memperketat penyaluran LPG 3 kilogram (kg) dengan mengatur pembelian berdasarkan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
18 jam lalu
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Banyak Bank Parkir Dana di Surat Berharga, Begini Jurus BI Sebar Likuiditas

Bank Indonesia (BI) akan melakukan penyesuaian skema insentif likuiditas guna mendorong bank…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 hari lalu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elit dari Daftar Penerima MBG, Ini Tujuannya

Badan Gizi Nasional (BGN) mencoret 80 sekolah dari daftar penerima program Makan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up