Hanya tinggal beberapa pekan lagi, umat Islam di Indonesia bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H yang jatuh pada sekitar 27 Mei 2026.
Banyak masyarakat dari berbagai daerah mulai mencari hewan kurban, mulai dari kambing, domba, sapi, hingga kerbau.
Momen ini bukan hanya soal tradisi tahunan, tetapi juga bagian dari ibadah yang memiliki nilai sosial tinggi.
Agar ibadah kurban berjalan dengan optimal, pemilihan hewan menjadi hal yang krusial. Dokter hewan Ahmad Syifa Sidik menjelaskan bahwa hewan kurban yang sehat tidak hanya memenuhi ketentuan syariat, tetapi juga menjamin kualitas dan keamanan daging yang akan dibagikan kepada masyarakat.
Berikut sejumlah panduan praktis yang bisa menjadi acuan saat memilih hewan kurban
1. Perhatikan Kondisi Fisik
Hewan yang sehat umumnya memiliki postur tubuh tegap dan proporsional. Kaki berdiri kokoh tanpa tanda pincang. Selain itu, beberapa indikator fisik lain yang perlu diperhatikan antara lain:
- Kuku terlihat kuat, tidak retak, dan bebas luka
- Bulu bersih, tidak kusam, serta tidak terdapat tanda penyakit kulit seperti kudis
- Mata tampak jernih dan tidak berair
- Hidung lembap secara alami, tidak kering atau berlendir berlebihan
- Selain itu, hewan yang aktif dan terlihat lincah biasanya menandakan kondisi tubuh yang prima.
2. Cek Nafsu Makan
Nafsu makan adalah salah satu indikator kesehatan terbaik. Berikan sedikit pakan atau rumput di depannya. Hewan sehat akan langsung tertarik, makan dengan lahap, dan tidak selektif berlebihan.
Sebaliknya, jika hewan terlihat tidak tertarik atau menolak makanan, kondisi kesehatannya patut dipertanyakan.
3. Periksa Kotorannya
Kondisi kotoran juga dapat menjadi penanda kesehatan. Kotoran hewan idealnya tidak terlalu cair dan tidak terlalu keras. Bentuknya relatif padat saat jatuh ke tanah. Area sekitar anus pun harus bersih, tanpa lendir atau kotoran yang menempel.
4. Perhatikan Perilaku dan Respons
Hewan kurban yang sehat umumnya aktif, responsif terhadap lingkungan, dan tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan pernapasan seperti batuk atau napas berat.
Sebagai hewan sosial, ternak juga cenderung tidak menyendiri dari kelompoknya.
5. Pastikan Kelengkapan Dokumen
Selain kondisi fisik, aspek administratif juga penting. Pastikan hewan memiliki surat keterangan kesehatan dari dinas terkait atau dokter hewan.
Riwayat vaksinasi serta jaminan bebas dari penyakit menular seperti PMK juga perlu dipastikan. Membeli dari peternak atau penjual terpercaya menjadi langkah bijak untuk menghindari risiko.
Selain memperhatikan kondisi fisik dan kesehatan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mendapatkan hewan kurban terbaik.
Pastikan hewan telah memenuhi syarat usia, sesuai ketentuan syariat, dan tidak memiliki cacat fisik yang signifikan.
Selain itu kamu juga bisa datang lebih pagi ke pasar agar hewan masih dalam kondisi segar dan pilihan masih beragam.
Jika belum berpengalaman, sebaiknya ajak orang yang lebih paham atau berkonsultasi langsung dengan dokter hewan.
Langkah ini membantu meminimalkan risiko salah pilih sekaligus memastikan kualitas hewan yang dibeli.
Dengan seleksi yang tepat, daging kurban tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga memberikan manfaat maksimal bagi penerima.


