Istilah Backburner belakangan ramai dipakai Gen Z di media sosial untuk menggambarkan posisi “cadangan” dalam hubungan. Seseorang yang ada di posisi ini biasanya tidak benar-benar ditinggalkan, tapi juga tidak dijadikan prioritas. Umumnya, seseorang yang berada di posisi ini tetap dihubungi sesekali, diberi harapan, namun tanpa kepastian.
Dilansir dari jurnal Intelek dan Cendekiawan Nusantara Rabu, 29 April 2026, secara harfiah, backburner berarti pembakar belakang pada kompor di wilayah Amerika Serikat dan Eropa. Istilah ini merujuk pada bagian kompor yang hanya digunakan saat diperlukan dalam waktu tertentu. Konsep ini memiliki kesamaan dengan kondisi dalam hubungan interpersonal, khususnya ketika komunikasi efektif tidak berjalan dengan baik.
Individu yang berada pada posisi backburner biasanya hanya dihubungi ketika dibutuhkan oleh orang lain. Hal ini juga sejalan dengan idiom bahasa Inggris “put on back burner”, yang berarti tidak memprioritaskan sesuatu. Dengan demikian, peran backburner dalam hubungan dapat diartikan sebagai posisi seseorang yang tidak menjadi prioritas dalam timbal balik hubungan.
Istilah ini juga sempat populer ketika salah satu penyanyi Indonesia di kancah International, yaitu Niki Zefanya merilis lagu berjudul Backburner. Lagu ini juga menjelaskan perasaan kecemasan dan ketidakpastian dalam suatu hubungan.
Ada beberapa alasan mengapa seseorang memilih untuk menyimpan orang lain dalam daftar cadangan hubungannya, yakni:
1. Takut Kehilangan Pilihan Lain
Sebagian orang merasa tidak nyaman jika hanya memiliki satu pilihan dalam hubungan asmaranya. Mereka menyimpan cadangan agar merasa aman jika hubungan utamanya sedang tidak baik-baik saja.
2. Takut Kesepian Tapi Tidak Mau Berkomitmen
Setiap orang pasti ingin merasakan atensi serta validasi emosional, namun mereka tidak siap untuk menjalani hubungan serius. Backburner menjadi solusi untuk mendapatkan semua itu tanpa tanggung jawab.
3. Kemudahan Berkomunikasi Lewat Media Sosial
Di zaman yang serba digital membuat menjaga hubungan “gantung” menjadi mudah tanpa perlu mengeluarkan usaha yang besar. Cukup melalui chat, like, dan direct message seseorang bisa tetap terasa dekat.
Berada dalam posisi hubungan sebagai backburner tentunya bisa melelahkan secara emosional hingga memengaruhi kondisi mental secara signifikan. Berikut dampaknya:
1. Terjebak dalam Hubungan yang Tidak Sehat (toxic)
Seseorang yang terbiasa dengan hubungan tanpa kepastian, akan menganggapnya sebagai hal wajar.
2. Stress dan Kebingungan
Hubungan Backburner dapat menimbulkan stress, karena seseorang akan terus menebak-nebak posisi dan kejelasan hubungan yang sedang dijalani.
3. Kecemasan dan Overthinking
Selain membuat bingung, berada dalam hubungan backburner bisa menimbulkan banyak pertanyaan yang meresahkan. Karena tidak danya kejelasan dalam suatu hubungan, seseorang akan terus memikirkan skenario terburuk.
4. Menurunkan Kepercayaan dan Harga Diri
Ketika seseorang merasa hanya dijadikan “cadangan” dalam suatu hubungan, lama kelamaan akan memicu rasa tidak layak untuk dicintai secara penuh.


