Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan Teheran menembakkan dua rudal ke kapal Angkatan Laut AS setelah kapal tersebut menerobos Selat Hormuz.
Kapal AS menjadi sasaran serangan rudal setelah mengabaikan peringatan dari angkatan laut Republik Islam Iran.
“Kapal tersebut terkena rudal dan tidak dapat melanjutkan perjalanannya setelah serangan tersebut dan terpaksa mundur dan meninggalkan daerah tersebut,”
menurut laporan Fars, dikutip dari BBC internasional, Selasa, 5 Mei 2026.
Tak lama setelah laporan tersebut mencuat ke publik, AS membantah bahwa salah satu kapal perangnya dihantam rudal Iran saat mencoba memasuki Selat Hormuz.
“Tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena serangan dan pasukan menegakkan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran,”
kata Komando Pusat AS (Centcom) dalam sebuah pernyataan.
Centcom melanjutkan dua kapal dagang berbendera AS telah berhasil melewati selat tersebut. Militer Iran telah memperingatkan mereka akan menyerang pasukan asing mana pun jika nekat memasuki Selat Hormuz, terutama jika terdapat kapal AS di selat tersebut.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan pihaknya telah melepaskan tembakan peringatan terhadap kapal perang AS untuk mencegah masuknya kapal tersebut ke selat, namun tidak jelas apakah ada kerusakan. Media Iran juga melaporkan bahwa mereka telah mencegah kapal perusak Amerika dan Israel memasuki selat itu pada Senin, 4 Mei.

