Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 6 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Iran Diduga Siapkan Serangan Besar ke UEA, Teluk di Ambang Perpecahan
Internasional

Iran Diduga Siapkan Serangan Besar ke UEA, Teluk di Ambang Perpecahan

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Mei 5, 2026 1:31 pm
Iren Natania
Dusep
Share
Ilustrasi rudal Iran. (Sumber: X/Iran Mil Updates)
Ilustrasi rudal Iran. (Sumber: X/Iran Mil Updates)
SHARE

Iran baru-baru ini mengungkap rencana mereka pada Arab Saudi dan Oman untuk menyerang secara besar-besaran Uni Emirat Arab (UEA). Langkah ini diambil untuk menciptakan perpecahan antara Abu Dhabi dan negara-negara tetangganya di Teluk.

Daftar isi Konten
  • Hubungan Rumit Arab Saudi – UEA
  • Alasan Lain Iran Murka ke UEA

Laporan pertama kali dirilis oleh The Wall Street Journal yang diterbitkan pada minggu lalu. Mereka menyebut bahwa ketegangan antara UEA dan negara-negara tetangganya di Teluk, khususnya Arab Saudi, telah memanas selama bertahun-tahun.

Keluarnya UEA dari OPEC bulan ini juga sebagai tanda terbaru bahwa perang melawan Iran memperburuk ketegangan antara Riyadh dan Abu Dhabi, alih-alih menyatukan mereka.

Dalam satu percakapan, para pejabat Iran dilaporkan mengatakan kepada rekan-rekan mereka di Saudi bahwa mereka berencana untuk menghancurkan UEA, dan menyinggung keretakan Riyadh dengan Abu Dhabi.

Meski demikian, laporan tersebut tidak menyebutkan kapan percakapan itu terjadi, tetapi menambahkan bahwa para pejabat Saudi tidak menyetujui pembahasan tersebut.

Hubungan Rumit Arab Saudi – UEA

Meskipun Arab Saudi marah kepada Iran, kedua negara tetap menjaga dialog. Hal ini terlihat saat Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berbicara bulan lalu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan.

Peringatan Iran pada UEA juga menunjukkan bahwa mereka menyadari keretakan di Teluk dan melihat manfaat strategis dalam mendorong para raja Arab, yang semuanya adalah mitra AS untuk semakin menjauh.

Arab Saudi memang negara terbesar di kawasan itu, dan seperti UEA, mereka memiliki ambisi untuk memproyeksikan kekuatan di luar negeri. Bahkan, Arab Saudi menyerang sekutu UEA di Yaman tepat sebelum perang melawan Iran meletus. Kedua negara mendukung pihak yang berlawanan dalam perang saudara Sudan.

Tidak satu pun negara yang berhenti bermanuver melawan satu sama lain selama perang.

Alasan Lain Iran Murka ke UEA

Laporan lain dari Middle East Eye, dikutip Selasa, 5 Mei 2026, mengungkapkan bahwa pengiriman senjata dari Pakistan yang dibayar oleh Arab Saudi mulai tiba di Libya timur untuk Khalifa Haftar pada bulan Maret, yang pasukannya sedang diupayakan Riyadh untuk ditarik dari UEA.

Baik Arab Saudi maupun UEA, keduanya telah membantu AS melancarkan perang terhadap Iran dengan menyediakan akses pangkalan dan penerbangan lintas wilayah yang lebih baik. Namun, Arab Saudi tetap mendukung adanya pembicaraan damai. 

Hal terebut berbeda dengan UEA, yang telah melobi secara terbuka dan pribadi agar AS terus menyerang Iran dan telah mencoba mencegah Pakistan untuk mempertemukan AS dan Iran dalam pembicaraan damai

Faktor lainnya yang membuat Iran cukup geram adalah perang di negaranya justru mempererat kemitraan antara UEA dan Israel. Israel sempat mengirimkan sistem pertahanan laser dan senjata canggih lainnya ke UEA selama serangan Iran, seperti yang dilaporkan oleh The Financial Times.

Bahkan, terdapat spekulasi bahwa UEA bergabung dengan AS dan Israel dalam menyerang Iran. Jatuhnya pesawat tak berawak Wing Loong II buatan China di wilayah Shiraz selatan Iran bulan lalu pun memicu pertanyaan di kalangan analis intelijen sumber terbuka tentang apakah UEA melakukan serangan udara di dalam Iran.

Meski demikian, UEA adalah negara yang sangat rentan terhadap serangan Iran, karena menjadi salah satu negara Teluk yang paling terbuka bagi pengunjung internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Dubai pun telah berkembang pesat sebagai pusat pariwisata, mata uang kripto, dan keuangan.

Beberapa hotel ternama di Dubai menawarkan harga diskon dan mengalami tingkat hunian rendah. Burj Al Arab, salah satu hotel paling terkenal di negara kota itu, telah ditutup selama 18 bulan untuk renovasi. Hotel itu diketahui terkena proyektil dari Iran pada awal perang.

Terlepas dari biaya yang dikeluarkan, UEA telah muncul sebagai negara Teluk yang paling vokal menentang Iran.

Dalam laporan Middle East Eye sebelumnya juga mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahwa Abu Dhabi siap menghadapi perang yang berlangsung hingga sembilan bulan.

Tag:Arab SaudiAs-IranDubaiiranSerangantelukuni emirat arab
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
Ekonomi Bisnis

Gubernur BI Blak-blakan Ungkap Penyebab Rupiah Ambruk Rp17.400 per Dolar AS

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo buka-bukaan, alasan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Amblasnya rupiah hingga menyentuh level Rp17.400 per dolar AS, disebabkan faktor global dan musiman.  Perry…

By
Anisa Aulia
Dusep
3 Min Read
Timnas Indonesia U-17 meraih kemenangan penting malawan China U-17 di laga perdana Piala Asia U-17
Olahraga

Laga Dramatis, Garuda Muda Curi Kemenangan di Laga Pertama Piala Asia U-17

Timnas Indonesia U-17 sukses mengawali langkah di Piala Asia U-17 2026 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Timnas China U-17. Laga Grup B ini digelar di King Abdullah Sport City pada…

By
Hadi Febriansyah
Syifa Fauziah
2 Min Read
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Direstui Prabowo, Gubernur BI Siapkan 7 Jurus Bangkitkan Rupiah

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, tujuh jurus untuk menguatkan kembali nilai tukar rupiah, yang kini melemah hingga menyentuh level Rp17.400 per dolar AS. Tujuh strategi ini sudah disampaikannya…

By
Anisa Aulia
Dusep
4 Min Read

BERITA LAINNYA

Gedung Kedutaan Iran di Qatar
Internasional

Konflik Iran-AS: Teheran Tinjau Proposal Damai, Siapkan Jawaban Lewat Pakistan

Pemerintah Iran telah menerima tanggapan Amerika Serikat terhadap proposal 14 poin demi…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
18 jam lalu
Kapal Perang Iran IRIS Dena saat berlatih di India. (Sumber: wikipedia)
Internasional

Selat Hormuz Bergejolak Lagi, 7 Kapal Cepet Iran Kena Serangan Militer AS

Presiden Donald Trump mengatakan, AS telah menyerang tujuh "kapal cepat" Iran di…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
19 jam lalu
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang (kedua kiri) dan Vahd Nabyl Achmad (kedua kanan) bersama Direktur Informasi dan Media Hendra Oktavianus (kiri) dan Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Heni Hamidah (kanan) menyampaikan keterangan pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Kementerian Luar Negeri memastikan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) termasuk TNI yang bertugas bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon dalam keadaan aman, di tengah eskalasi konflik antara kelompok Syiah dan Hizbullah dan Zionis Israel yang meluas.
Internasional

Dalami Laporan Tanker Minyak Iran Masuk Perairan RI, Kemlu: Pantau Sesuai UNCLOS

Pemerintah Indonesia angkat suara mengenai laporan TankerTrackers perihal kapal tanker minyak mentah…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
21 jam lalu
Kapal fregat tengah bersandar.
Internasional

Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Selat Hormuz, Centcom Beri Bantahan

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan Teheran menembakkan dua rudal ke kapal…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
22 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up