Presiden Donald Trump mengatakan, AS telah menyerang tujuh “kapal cepat” Iran di Selat Hormuz, saat Washington berupaya memandu kapal-kapal yang terdampar keluar dari Teluk melalui selat tersebut.
Serangan AS terjadi setelah sebelumnya UEA dan Korea Selatan sama-sama melaporkan serangan terhadap kapal-kapal di jalur vital tersebut pada Senin, 4 Mei 2026. UEA juga mengatakan kebakaran terjadi di pelabuhan minyak Fujairah setelah serangan Iran.
Kami telah menembak jatuh tujuh kapal kecil atau, seperti yang mereka sebut, kapal ‘cepat’. Hanya itu yang tersisa,”
kata Trump, dikutip dari BBC Internasional, Selasa, 5 Mei 2026.
Militer AS pun mengklaim telah menggunakan helikopter untuk menyerang kapal-kapal tersebut.
Media pemerintah Iran kemudian membantah pengumuman Trump bahwa AS telah menyerang kapal-kapal cepat mereka.
Mengutip sumber militer, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa justru yang terkena proyektil adalah dua kapal kargo kecil, dan menewaskan lima warga sipil.
Sehari sebelumnya, perusahaan pelayaran Maersk mengatakan bahwa kapal berbendera AS miliknya, Alliance Fairfax, yang telah terdampar di Teluk Persia berhasil keluar dari Selat Hormuz.
Perusahaan tersebut mengatakan telah dihubungi oleh AS dan ditawarkan kesempatan bagi kapal tersebut untuk keluar dari Teluk Persia di bawah perlindungan militer AS.
Kapal tersebut kemudian keluar dari Teluk Persia dengan didampingi oleh aset militer AS,”
kata manajemen Maersk.
Sebagai informasi, Selat Hormuz sebagian besar tetap terblokir sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada Februari lalu.
Teheran pun menanggapi dengan memblokir jalur air penting yang biasanya dilalui oleh 20 persen minyak dan gas alam cair dunia.

