Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 23 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Kurs Rupiah Jebol Rp17.400, Ancaman Nyata Krismon atau Sekadar Sentimen?
Ekonomi Bisnis

Kurs Rupiah Jebol Rp17.400, Ancaman Nyata Krismon atau Sekadar Sentimen?

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Mei 6, 2026 3:47 pm
Anisa Aulia
Dusep Malik
Share
Karyawan menunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.394 per dolar AS, yang dipengaruhi eskalasi di Timur Tengah yang semakin memanas.
Karyawan menunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.394 per dolar AS, yang dipengaruhi eskalasi di Timur Tengah yang semakin memanas. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hma)
SHARE

Nilai tukar rupiah belakangan ini terus berdarah-darah melawan dolar Amerika Serikat (AS), hingga melemah ke level Rp17.400 per dolar AS. Kondisi ini pun memantik kekhawatiran terhadap kemungkinan terulangnya krisis moneter (krismon) di tahun 1998.

Daftar isi Konten
  • Biang Kerok Rupiah Amblas
  • Intervensi Belum Ampuh

Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menilai meski rupiah akhir-akhir ini mengalami pelemahan, namun RI belum akan masuk dalam situasi krisis moneter. Pasalnya, permintaan domestik yang tercermin dari inflasi masih dalam kondisi baik.

Kalau untuk situasinya krisis moneter saya rasa belum, kecuali demand domestik itu menurun akibat adanya pelemahan rupiah. Tapi kan sejauh ini kan pemerintah sudah jaga supaya dampak imported inflation itu minim,”

ujar Myrdal saat dihubungi Owrite.id Rabu, 6 Mei 2026.

Myrdal mengatakan, data terbaru April 2026 menunjukkan bahwa inflasi masih rendah sebesar 0,13 persen secara month to month (mtm), dan 2,42 persen secara year on year (yoy).

Jadi belum kelihatan untuk dampak imported inflation terhadap daya beli konsumen ataupun juga dampak inflasi,”

terangnya.

Selain itu, Myrdal menilai neraca perdagangan masih melebar, tercatat RI masih surplus sebesar US$3,32 miliar dari yang sebelumnya US$1,27 miliar. Surplus ini terjadi di tengah kondisi harga minyak dunia naik melebihi US$90 per barel. 

Biang Kerok Rupiah Amblas

Myrdal mengungkapkan, ada sejumlah penyebab yang membuat nilai tukar rupiah melemah, hal ini diantaranya karena hot money outflow atau aliran keluar dana asing di pasar saham dan surat utang negara. Kemudian tingginya permintaan valas untuk membayar utang luar negeri. 

Ataupun juga biaya untuk bayar yield untuk investor global di pasar surat utang negara kita. Karena kan yield-nya semakin tinggi, ya mereka juga bayarnya juga kelihatannya ini lebih tinggi juga ya,”

terangnya.

Myrdal menuturkan, meski Bank Indonesia (BI) sudah berusaha menyerap likuiditas valas dengan melakukan operasional moneter seperti lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Sukuk Valuta Asing Bank Indonesia (SUVBI). Namun, langkah itu belum bisa menampung likuiditas valas utamanya dari luar.

Ia menjelaskan, hot money outflow di pasar saham pada periode Maret-April 2025 tercatat mencapai US$2,37 miliar. Sedangkan kepemilikan Surat Utang Negara (SUN) dari investor asing tercatat turun, dari Rp875,36 triliun di akhir Februari menjadi Rp858,66 triliun pada 24 April 2026.

Jadi memang outflow-nya terjadi ya di pasar keuangan kita, dan kelihatannya ini masih terus terjadi nih sampai sekarang nih. Walaupun ya kemarin kita lihat di pasar saham ternyata ada inflow masuk di pasar saham itu dari investor asing sekitar US$110,4 juta,”

terangnya.

Selain itu, Myrdal menyebut pelemahan rupiah akhir-akhir ini juga disebabkan oleh kebutuhan musiman. Hal ini diantaranya pembayaran dividen hingga musim haji.

Jadi yang memang tekanan di pasar keuangan ini kelihatannya kuat ya. Ditambah lagi ada faktor musiman dividen, lalu juga pembayaran utang luar negeri yang semakin mahal belum lagi impor minyak juga kelihatannya bulan April ini mulai naik ya,”

terangnya.

Intervensi Belum Ampuh

Myrdal menilai, langkah intervensi stabilisasi rupiah yang dilakukan BI harus lebih masif lagi. Hal ini penting dilakukan agar pelemahan rupiah tidak semakin tahan.

Kalau untuk intervensi BI ya saya rasa sih harusnya lebih masif lagi ya. Untuk masuk di pasar DNDF ataupun juga di pasar sport ataupun juga pasar swap ya, ataupun pasar sekundernya sebuah utang negara,”

terangnya.

Myrdal menilai, Bank Indonesia masih memiliki ruang untuk melakukan intervensi secara all out dengan modal sekitar US$20 miliar.

Dan itu kan kalau kita lihat dari cadangan devisa kita juga sebenarnya masih relatif aman ya karena cadangan devisa kita pada bulan Maret itu sekitar US$148,2 miliar,”

tuturnya.

Myrdal menyebut, Indonesia saat ini membutuhkan supply valas yang lebih besar. Untuk itu, pemerintah perlu memastikan hubungan dagang, dengan negara mitra dagang utama tidak terganggu karena tingginya tensi geopolitik.

Jadi mitra dagang di ASEAN, Asia Timur ataupun juga Asia Selatan, maupun juga di Amerika dan juga Uni Eropa itu jangan sampai terganggu ya pengiriman kita ya,”

terangnya.

Di samping itu, pemerintah perlu mendorong ekspor produk hilirisasi. Sehingga diharapkan, surplus neraca perdagangan bisa dijaga sebagai amunisi moneter bagi BI untuk melakukan intervensi hingga stabilisasi nilai tukar.

Pemerintah bisa mencari ataupun mendapatkan likuiditas valas, ya mereka sebenarnya bisa dorong itu sektor pariwisata. Sektor pariwisata kalau di dorong lebih serius lebih kuat harusnya bisa mendatangkan devisa lebih banyak,”

imbuhnya.
Tag:Bank IndonesiadolarKrisis MoneterNeraca PerdaganganNilai TukarRupiah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode di Tengah Kesulitan Rakyat: Tak Punya Nurani dan Mabuk Kekuasaan!
By Hardani Triyoga
pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
1
Viral! BEM UBK Ngaku Terima Uang Usai Temui Gibran di Istana, Mahasiswa Murka
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
2
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
3
Pakar Bongkar Siapa yang Paling Diuntungkan dari Isu Prabowo-Gibran 2 Periode
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
4
Dilaporkan Soal Dugaan Korupsi Rp20 M, ITDC Ngaku Cuma Sediakan Lahan di Mandalika
By Rahmat Baihaqi
Kawasan Sirkuit Mandalika.
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto berpidato saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syachona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Moch Asim/bar)
Ekonomi Bisnis

Kaget RI Punya Banyak BUMN Nggak Cuan, Prabowo Bakal Tutup Lagi 800 Perusahaan

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keterkejutannya setelah mengetahui jumlah Badan Usaha Milik Negara…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
54 menit lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Kemenkeu Dapat Lampu Hijau UU P2SK Punya Saham BEI, Purbaya Bilang Gini

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kini diperkenankan menjadi pemegang saham di Bursa Efek Indonesia…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Akui Mau Tarik Dana dari Himbara, Ini Kata Purbaya dan OJK

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait kabar penarikan bertahap Saldo Anggaran…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Petugas mengalirkan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke dalam drum penyimpanan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026).
Ekonomi Bisnis

Demi Kejar Target Biodiesel B50, RI Bakal Kehilangan Cuan Ekspor Sawit Rp67 Triliun

Kebijakan mandatori biodiesel B50 yang akan mulai diterapkan pada 1 Juli berpotensi…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up