Menteri Luar Negeri Sugiono buka suara terkait alasan Presiden RI Prabowo Subianto membawa mobil Maung MV3 Garuda Limousine ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada 8 Mei lalu.
Sugiono berkomentar bahwa mobil buatan dalam negeri itu menjadi simbol kebanggaan untuk Indonesia karena mampu memproduksi kendaraan sendiri yang digunakan sebagai mobil kepresidenan.
Saya kira ini satu bentuk kebanggaan bahwa kita telah mampu membuat suatu produksi mobil yang sejak pelantikan dipakai oleh bapak presiden,”
kata Sugiono melalui keterangan pers yang diunggah YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu, 9 Mei 2026.
Sugiono juga menyinggung respons positif yang didapat usai Prabowo membawa mobil Maung ke KTT ASEAN.
Ini kebanggaan bangsa lah bahwa kita bisa hadir dalam satu forum internasional dengan peralatan yang mendukung dan produksi bangsa kita sendiri, khususnya ini mobil yang digunakan oleh Presiden,”
ujar Sugiono.
Katanya Jadi Sorotan di KTT ASEAN
Sebelumnya, Prabowo tampil mencolok di KTT ke-48 ASEAN karena menjadi satu-satunya kepala negara yang membawa mobil kepresidenannya sendiri. Kehadiran Pindad Maung MV3 Garuda Limousine ini dikatakan sebagai simbol diplomasi.
Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi,”
jelas Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya pada 7 Mei 2026.
Prabowo tiba di Bandara Internasional Cebu, Filipina, pada Kamis, sekitar pukul 13.45 waktu setempat. Dia disambut Penasihat Keamanan Nasional Republik Filipina Eduardo Oban saat turun dari pesawat kemudian dijemput Maung berwarna putih di ujung karpet merah.
Pertama Kali Dipakai ke Luar Negeri
Teddy menjelaskan, Maung untuk pertama kalinya menemani Prabowo dalam kunjungan ke luar negeri.
Selama berada di Filipina, bapak presiden akan menggunakan kendaraan yang dikenal sebagai kendaraan taktis ringan yang tangguh ini,”
imbuhnya.


