Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 10 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / (Part I) Di Balik Rencana CNG Pengganti LPG: Antara Kedaulatan Energi dan Risiko Keselamatan
Nasional

(Part I) Di Balik Rencana CNG Pengganti LPG: Antara Kedaulatan Energi dan Risiko Keselamatan

iren natania longdongAmin Suciady
Last updated: Mei 10, 2026 11:12 am
Iren Natania
Amin Suciady
Share
Petugas menimbang berat tabung berisi gas elpiji 3 kg saat melakukan sidak di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026). Bupati Lumajang melakukan sidak ke sejumlah titik dan menutup satu pangkalan elpiji yang diduga melakukan penimbunan sebagai upaya penertiban distribusi serta mengatasi kelangkaan elpiji subsidi yang berdampak pada kenaikan harga di atas harga eceran tertinggi (HET). (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Petugas menimbang berat tabung berisi gas elpiji 3 kg saat melakukan sidak di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026). Bupati Lumajang melakukan sidak ke sejumlah titik dan menutup satu pangkalan elpiji yang diduga melakukan penimbunan sebagai upaya penertiban distribusi serta mengatasi kelangkaan elpiji subsidi yang berdampak pada kenaikan harga di atas harga eceran tertinggi (HET). ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
SHARE

Rencana pemerintah mengkonversi penggunaan LPG 3 kilogram (kg) ke compressed natural gas (CNG) mulai memunculkan kekhawatiran baru, tidak hanya dari sisi ketahanan energi dan beban impor, tetapi juga menyangkut aspek keamanan masyarakat.

Daftar isi Konten
  • Tak Bisa jadi Kebijakan Jangka Panjang
  • Kesiapan Infrastruktur dan Kebijakan Dipertanyakan

Di tengah dorongan pemerintah mencari alternatif energi, para pakar mengkritisi penggunaan CNG untuk kebutuhan domestik masih memerlukan kajian mendalam, terutama terkait kesiapan infrastruktur, distribusi, hingga standar keselamatan penggunaan di tingkat rumah tangga. 

Kebijakan ini pun dinilai berisiko apabila diterapkan terlalu cepat tanpa uji coba dan mitigasi yang matang.

Isu ini mencuat setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, memberikan bocoran mengenai persiapan penggunaan CNG sebagai alternatif pengganti LPG.

Langkah ini diambil untuk menekan impor energi dan meningkatkan efisiensi serta kemandirian energi nasional.

Bahlil menjelaskan, bahwa penggunaan CNG sebenarnya mulai diterapkan di berbagai sektor, seperti hotel, restoran, hingga dapur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya, bahan baku dari gas tersebut berasal dari dalam negeri.

CNG ini adalah sama juga gas, tapi dia bukan LPG dan sekarang sudah dipakai untuk hotel, restoran dan beberapa MBG-MBG. Tetapi untuk yang 3 kilogramnya ini baru mau dibuat,”

kata Bahlil dalam acara Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa pada awal Mei lalu.

Selain itu, Bahlil juga menegaskan bahwa penggunaan CNG jauh lebih murah, dengan selisih harga 30-40 persen. Namun, politisi Partai Golkar itu tidak mengelak bahwa masih terdapat sejumlah tantangan.

Ini cost-nya lebih murah 30-40% Pak Rektor, dan ini tantangannya juga banyak. Saya bilang tidak ada urusan untuk efisiensi, kebaikan dan pelayanan rakyat, apapun kita pertaruhkan untuk kita wujudkan agar kita mandiri,”

ujar Bahlil.

Tak Bisa jadi Kebijakan Jangka Panjang

Pengamat tambang dan energi Ferdi Hasiman menilai, penggunaan CNG memang dapat menjadi solusi sementara untuk membantu menutup kekurangan pasokan LPG bersubsidi. Namun, menurutnya, kebijakan tersebut tidak bisa dijadikan strategi jangka panjang.

Ferdi menegaskan, bahwa pemerintah perlu memperhitungkan risiko keamanan dalam penggunaan CNG di sektor rumah tangga. 

Sebab, berbeda dengan LPG yang selama ini sudah memiliki sistem distribusi dan pola penggunaan yang relatif familiar di masyarakat, penggunaan CNG membutuhkan infrastruktur serta teknologi pendukung yang berbeda.

Mulai dari sistem penyimpanan, tekanan gas, hingga mekanisme pemakaian dinilai perlu diuji secara menyeluruh agar tidak memicu potensi kecelakaan di masyarakat. 

Karena itu, Ferdi menilai implementasi CNG tidak bisa sekadar dipandang sebagai solusi cepat di tengah tekanan impor energi. 

Kesiapan Infrastruktur dan Kebijakan Dipertanyakan

Lebih jauh, wacana penggunaan CNG untuk rumah tangga kini tidak hanya diperdebatkan dari sisi efisiensi energi, tetapi juga memunculkan pertanyaan lebih besar mengenai keamanan, kesiapan infrastruktur, dan arah kebijakan energi nasional ke depan.

Ferdi juga menilai rencana konversi LPG 3 kilogram (kg) ke CNG memang dapat menjadi solusi sementara di tengah tekanan pasokan energi dan situasi geopolitik global yang memanas. Namun, ia menegaskan kebijakan tersebut tidak bisa dijadikan strategi jangka panjang.

Menurutnya, penggunaan CNG hanya dapat membantu pemerintah untuk sementara waktu dalam menutup kekurangan pasokan LPG yang selama ini banyak berasal dari Timur Tengah.

Untuk jangka pendek bagus, artinya, dengan adanya solusi minimal kita sudah sedikit aman. Sangat membantu karena selama ini impor LPG paling besar dari Timur Tengah. Tapi untuk jangka panjang kita enggak bisa terus-terusan,”

kata Ferdi kepada owrite, Jumat, 8 Mei 2026.

Selain itu, Ferdi juga mengingatkan bahwa penggunaan CNG untuk kebutuhan rumah tangga masih memerlukan kajian mendalam dari sisi keamanan. 

Menurutnya, pemerintah tidak boleh gegabah menerapkan kebijakan tersebut tanpa uji coba dan sosialisasi yang matang kepada masyarakat.

Ia pun mengingatkan pengalaman awal penggunaan LPG yang sempat memunculkan berbagai insiden ledakan akibat kurangnya kesiapan dan pengawasan.

Yang paling penting adalah kehati-hatian untuk menggunakan di awal supaya jangan terjadi hal-hal yang buruk. Karena awal-awal dulu LPG juga banyak yang meledak. Jadi perlu ada antisipasi, perlu dicoba dulu, disosialisasikan dengan baik,”

ujarnya.

Menurut Ferdi, pemerintah harus memastikan kesiapan infrastruktur, tabung, hingga sistem distribusi apabila ingin menerapkan CNG secara luas untuk rumah tangga. 

Ia menilai, masyarakat juga perlu diberikan pemahaman dan penyuluhan karena penggunaan CNG sebagai bahan bakar dapur masih tergolong baru di Indonesia.

Ini barang baru untuk kita, jadi harus ada uji coba dulu. Kalau memang aman dan terkendali baru diterapkan,”

bebernya.

Diketahui, CNG merupakan bahan bakar gas yang dihasilkan dari proses kompresi gas alam, terutama yang mengandung metana (C1) dan etana (C2). Gas tersebut kemudian disimpan dalam tabung bertekanan tinggi sekitar 200–250 bar atau setara 2.900 hingga 3.600 psi.

Tag:Bahlil LahadaliaCNGcompressed natural gasgas 3 kgenergigasHeadlineLPGMenteri Energi dan Sumber Daya MineralSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Gambar ilustrasi hari ibu
Hype

85 Ucapan Hari Ibu 2026 Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption dan Status

Hari Ibu Sedunia 2026 diperingati pada Minggu, 10 Mei 2026. Momen spesial yang juga dikenal sebagai Mother’s Day 2026 ini sering digunakan banyak orang di berbagai negara untuk mengungkapkan rasa sayang, terima…

By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
8 Min Read
Petugas menimbang berat tabung berisi gas elpiji 3 kg saat melakukan sidak di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026). Bupati Lumajang melakukan sidak ke sejumlah titik dan menutup satu pangkalan elpiji yang diduga melakukan penimbunan sebagai upaya penertiban distribusi serta mengatasi kelangkaan elpiji subsidi yang berdampak pada kenaikan harga di atas harga eceran tertinggi (HET). (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Nasional

(Part II) Di Balik Rencana CNG Pengganti LPG: Antara Kedaulatan Energi dan Risiko Keselamatan

CNG Strategi Energi yang 'Apik'? Di sisi lain, pemerintah dan pelaku industri gas menilai penggunaan CNG justru merupakan bagian dari strategi besar diversifikasi energi nasional di tengah tingginya ketergantungan Indonesia…

By
Iren Natania
Amin Suciady
4 Min Read
Gambar ilustrasi senjata api pistol meletus
Daerah

Polisi Tewas Ditembak Curanmor di Lampung, Ini Kronologinya

Aksi pencurian sepeda motor di Jalan ZA Pagar Alam, Labuhan Ratu, Bandar Lampung berujung maut setelah seorang anggota polisi, Bripka (Anumerta) Arya Supena, tewas ditembak pelaku pada Sabtu 9 Mei…

By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Ojek Online. (Sumber: Unsplash/Afif Ramdhasuma)
Nasional

Catat! Potongan Aplikator 8 Persen Akan Berlaku Juni 2026

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan, potongan 8 persen oleh aplikator terhadap mitra pengemudi…

Nisa-OWRITEAmin Suciady
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
5 jam lalu
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Nasional

Kepala Daerah Diteror Sumbangan Open Donasi Yatim Dhuafa Catut KPK, Ini Klarifikasinya

Beredar sebuah poster 'Open Donasi Jambore Anak Yatim Al Hilal 2026' mengatasnamakan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat
Dusep
19 jam lalu
Pindad Maung MV3 Garuda Limousine yang Dibawa Prabowo Saat KTT ASEAN di Cebu, Filipina (Foto by: Instagram Resmi Presiden Prabowo Subianto)
Nasional

Maung Garuda Limousine Tampil di Filipina, Indonesia Pamer Kekuatan Industri Otomotif?

Menteri Luar Negeri Sugiono buka suara terkait alasan Presiden RI Prabowo Subianto membawa mobil…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
20 jam lalu
Ilustrasi tersangka kejahatan dengan tangan terborgol.
Nasional

Amnesty Soroti Horor Pelecehan Seksual di Pesantren: Negara Dinilai Gagal Lindungi Anak

Amnesty Internation Indonesia menyoroti kasus kekerasan seksual yang menimpa para santriwati di…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
20 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up