Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengungkapkan, sebanyak 252 siswa mengalami dugaan keracunan makanan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Pulogebang, Jakarta Timur (Jaktim). Keracunan diduga berasal dari pangsit isi tahu, yang disebut memiliki rasa masam.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan Dinkes dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta terus melakukan pendataan terhadap siswa yang mengalami gejala keracunan. Sebanyak 26 siswa dilaporkan masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Dinkes bersama Disdik mendata dari orang tua yang melaporkan anaknya bergejala pada Jumat kemarin. Ada 252 yang melaporkan, yang berikut mengakses faskes sejumlah 188, dan yang dirawat hingga hari ini ada 26,”
ujar Ani kepada wartawan Minggu, 10 Mei 2026.
Ani mengatakan, gejala yang dirasakan oleh siswa beragam. Para siswa yang keracunan MBG diduga berasal dari pangsit isi tahu, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan laboratorium.
Diduga dari pangsit isi tahu, karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat Selasa depan,”
jelasnya.
Para siswa kini tersebar di sejumlah rumah sakit untuk menjalani observasi dan perawatan. Adapun mera di rawat di RS Citra Harapan Bekasi sebanyak 12 pasien, RS Ananda tiga pasien, RSI Pondok Kopi sebanyak dua pasien.
Kemudian di RS Resti Mulya ada dua pasien, RS Firdaus sebanyak empat pasien, RSI Sukapura dua pasien, serta RS Pekerja satu pasien. Seluruh siswa ini di rawat di ruang rawat inap biasa.
Seluruh pasien dirawat di ruang rawat inap biasa,”
katanya.
SPPG Dievaluasi
Ani menuturkan, akibat dari dugaan keracunan ini, pihaknya melakukan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulogebang.
Hal ini dilakukan dengan melakukan inspeksi kesehatan lingkungan hingga pelatihan ulang terhadap para penjamah makanan.
IKL (Inspeksi Kesehatan Lingkungan) sudah dilakukan, dan saat ini SPPG dalam proses perbaikan dan pelatihan bagi penjamah makanannya,”
katanya.
Berdasarkan data Dinkes, SPPG Pulogebang mulai beroperasi pada 31 Maret 2026. Sampai saat ini SPPG masih dalam proses pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).


