Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 9.042 tautan penjualan kosmetik yang melanggar ketentuan di platform media sosial dan e-commerce selama intensifikasi pengawasan pada 2026. Nilai keekonomian dari produk-produk tersebut diperkirakan mencapai Rp260,7 miliar, dengan mayoritas merupakan kosmetik ilegal, pengawasan terhadap media online menjadi fokus karena tingginya transaksi produk kecantikan di platform digital.
Berdasarkan data yang dimiliki BPOM, produk perawatan, kecantikan, dan skincare menjadi kategori dengan pendapatan terbesar di TikTok Shop, mencapai Rp35,61 triliun dengan tingkat pertumbuhan 79,73 persen. Data menunjukkan produk perawatan, kecantikan, dan skincare menempati urutan tertinggi kategori produk dengan pendapatan terbesar di TikTok Shop, dengan total Rp35,61 triliun dan tingkat pertumbuhan sebesar 79,73 persen,”
kata Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam keterangannya, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurut Taruna, tingginya transaksi tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan kosmetik ilegal maupun produk yang tidak memenuhi ketentuan.
Didominasi Kosmetik Ilegal
Dari hasil pengawasan di media online, BPOM menemukan pelanggaran yang didominasi kosmetik ilegal sebesar 95,24 persen, diikuti kosmetik yang mengandung bahan berbahaya atau bahan dilarang 4,66 persen, serta kosmetik yang penggunaannya tidak sesuai definisi kosmetik 0,10 persen.







