Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 27 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Prabowo Subianto
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Negara Kaya Hutan Tapi Aktivis Diburu? Laporan Auriga Bongkar Fakta Mengejutkan
Nasional

Negara Kaya Hutan Tapi Aktivis Diburu? Laporan Auriga Bongkar Fakta Mengejutkan

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Mei 11, 2026 2:08 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi Hutan Tropis. (Sumber: Unsplash/ Boudewijn Huysmans)
Ilustrasi Hutan Tropis. (Sumber: Unsplash/ Boudewijn Huysmans)
SHARE

Laporan terbaru dari Auriga Nusantara mengungkap situasi “mengerikan” yang disebut sebagai “situasi paradoks”. Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan biodiversitas terbesar di dunia dan memiliki hutan tropis yang luas. Namun di sisi lain, Indonesia justru menjadi salah satu negara paling berbahaya di kawasan Asia Pasifik bagi para pembela lingkungan.

Daftar isi Konten
  • Ribuan Kasus Ancaman Terhadap Aktivis Lingkungan
  • Hilirisasi hingga Proyek Strategis Dinilai Picu Konflik
  • Program Asta Cita Dinilai Berpotensi Menambah Tekanan
  • Instrumen Hukum Disebut Jadi Alat Tekanan

Dua ketimpangan tersebut dinilai terlihat jelas dalam kepemimpinan Presiden RI ke-7 Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto.

Ribuan Kasus Ancaman Terhadap Aktivis Lingkungan

Dalam laporan Auriga, mereka mencatat bahwa sepanjang tahun 2014 – 2025 terdapat ribuan kasus ancaman dan kekerasan terhadap pembela lingkungan. Jumlahnya cukup banyak, dengan setidaknya ada 193 kasus dan 1.101 korban selama 11 tahun. 

Sementara pada 2025, terdapat 33 kasus ancaman, kekerasan, dan kriminalisasi terhadap pembela lingkungan dengan total 198 korban. Jumlah itu menjadi salah satu yang tertinggi dalam lima tahun terakhir dan menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Auriga menilai, masifnya ancaman terhadap pembela lingkungan selalu berkaitan dengan arah kebijakan ekonomi dan pembangunan yang bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam. 

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) sebelumnya juga mencatat ribuan konflik agraria terjadi dalam satu dekade terakhir, dengan kelompok petani, masyarakat adat, dan nelayan menjadi pihak paling rentan terdampak.

Suasana perkampungan di Kelurahan Hutanabolon yang luluh lantak akibat banjir bandang di Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Minggu (7/12/2025).
Suasana perkampungan di Kelurahan Hutanabolon yang luluh lantak akibat banjir bandang di Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Minggu (7/12/2025). (Foto Antara)

Hilirisasi hingga Proyek Strategis Dinilai Picu Konflik

Industrialisasi besar-besaran yang dipicu oleh agenda hilirisasi sumber daya alam, ekspansi perkebunan kelapa sawit, pertambangan nikel untuk kebutuhan kendaraan listrik, dan proyek-proyek energi terbarukan seperti geothermal, dinilai telah menciptakan konflik lahan yang masif,”

tulis Auriga dalam laporan yang diterima Owrite, Senin, 11 Mei 2026.

Laporan itu juga menyoroti bahwa para pembela lingkungan tidak hanya menghadapi ancaman dari korporasi, tetapi juga penggunaan instrumen negara yang dianggap tidak proporsional untuk membungkam kritik.

Sejumlah regulasi, contohnya pasal-pasal dalam UU ITE, pasal pencemaran nama baik, pasal penghalangan usaha pertambangan dalam UU Minerba, hingga gugatan Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP) disebut kerap digunakan terhadap aktivis lingkungan.

Auriga menilai pola tersebut terus berlanjut hingga masa transisi pemerintahan dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo menuju pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dilantik pada Oktober 2024.

Program Asta Cita Dinilai Berpotensi Menambah Tekanan

Menurut Auriga, agenda pembangunan dalam program Asta Cita dan RPJMN 2025-2029 milik Prabowo serta program ambisius seperti pembukaan lahan untuk swasembada pangan, percepatan hilirisasi mineral kritis, hingga kelanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN) berisiko memperbesar tekanan terhadap komunitas yang menggantungkan hidup pada sumber daya alam.

Meskipun memiliki rasionalitas ekonomi, kebijakan-kebijakan tersebut berpotensi memperluas konflik dengan komunitas-komunitas lokal dan masyarakat adat,”

demikian isi laporan tersebut.

Lebih jauh, secara tren, ancaman terhadap pembela lingkungan terjadi hampir sepanjang tahun 2025. Pada kuartal pertama Januari–Maret tercatat 7 kasus dengan 44 korban. Sementara pada kuartal keempat Oktober–Desember, jumlahnya melonjak menjadi 9 kasus dengan 56 korban.

Bulan November menjadi periode dengan jumlah korban tertinggi, yakni 49 orang dari lima kasus. Sementara Februari hanya mencatat satu kasus, tetapi melibatkan 15 korban sekaligus.

Instrumen Hukum Disebut Jadi Alat Tekanan

Auriga juga menemukan dua pola utama ancaman terhadap pembela lingkungan. Pertama adalah ancaman individual melalui mekanisme hukum atau SLAPP.

Menurut Auriga, pola tersebut menunjukkan penggunaan instrumen hukum untuk menekan individu-individu yang memiliki posisi strategis dalam advokasi lingkungan dan perlindungan sumber daya alam.

Sebagai informasi, dalam pantauan Auriga sepanjang 1 Januari hingga 31 Desember 2025, NGO tersebut mengumpulkan data berdasarkan laporan korban, jaringan organisasi sipil, pemantauan media nasional dan daerah, media sosial, hingga dokumen hukum yang tersedia secara publik. 

Setiap kasus telah melalui proses verifikasi dua langkah sebelum dimasukkan ke dalam basis data laporan. Namun, Auriga menegaskan angka tersebut diyakini belum menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. 

Banyak kasus diduga tidak terlaporkan akibat keterbatasan akses, minimnya peliputan media, hingga adanya dugaan upaya sistematis menutupi peristiwa kekerasan.

Tag:aktivisAsta Citaauriga nusantaraHilirisasihutanJokowiKriminalisasiPembela LIngkunganprabowo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Panas! Amien Rais Minta Prabowo Copot Kapolri Listyo Sigit, Singgung Kasus Roy Suryo
By Rahmat Tunny
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. (Sumber: Antara Foto/Galih Pradipta/wsj)
1
Islah Bahrawi: Untuk Apa Kita Punya Presiden, Kalau Setiap Pidato Hanya Salahkan Rakyatnya
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto di Gorontalo. (Sumber: YT BPMI)
2
Kronologi Korupsi Dana Desa Terbongkar, Uang Negara Diduga Berakhir Jadi Gift TikTok
By Ani Ratnasari
Kepala Urusan Keuangan Keuangan Desa Lok Bangkai, Banjang, Kalimantan Selatan berinisial MT jadi tersangka. sebagai tersangka
3
Pidato Prabowo Dinilai Penuh Tuduhan, Pengamat: Banyak Pernyataan Nggak Berguna
By Rahmat Tunny
Presiden RI Prabowo Subianto.
4
5 Potret Ginka Febriyanti Ginting, Komisaris Pertamina Retail Termuda yang Jadi Sorotan
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Komisaris PT Pertamina Retail (Pertare) Ginka Febriyanti Ginting
5

BERITA LAINNYA

Wakil Ketua LPSK Sri Suparyati menemui keluarga korban.
Nasional

Bukan Kasus Biasa, LPSK Pakai Pasal ‘Situasi Khusus’ demi Selamatkan Sisa Hidup Korban Penyekapan Bandung

Kasus dugaan penganiayaan berat dan penyekapan yang dialami perempuan berinisial YTR di…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
6 jam lalu
Presiden RI Prabowo Subianto dalam Pembukaan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026
Nasional

Prabowo Bangga Naik Maung, Tapi Pertanyakan RI yang Belum Punya Industri Mobil Mandiri

Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti pentingnya hilirisasi dan penguatan riset nasional sebagai…

Hilwa UrwatulHardani Triyoga
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kedua kanan) bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kanan), Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (tengah), Cucun Ahmad Syamsurijal (kedua kiri), dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal (kiri) berbincang sebelum menyampaikan keterangan usai rapat koordinasi satgas mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Nasional

Gagalkan Rencana ‘Bedol Desa’ ke Vietnam, Satgas Mitigasi PHK Tahan 2 Raksasa Otomotif

Satgas Mitigasi PHK mengklaim berhasil menunda rencana relokasi dua perusahaan otomotif dari…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
7 jam lalu
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid.
Nasional

Pemerintah Didesak Batalkan Pelibatan Taruna Akmil di Sekolah Rakyat

Rencana pemerintah melibatkan seribu taruna Akademi Militer (Akmil) untuk membina karakter siswa…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up