Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 16 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Negara Kaya Hutan Tapi Aktivis Diburu? Laporan Auriga Bongkar Fakta Mengejutkan
Nasional

Negara Kaya Hutan Tapi Aktivis Diburu? Laporan Auriga Bongkar Fakta Mengejutkan

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Mei 11, 2026 2:08 pm
Natania Longdong
Dusep Malik
Share
Ilustrasi Hutan Tropis. (Sumber: Unsplash/ Boudewijn Huysmans)
Ilustrasi Hutan Tropis. (Sumber: Unsplash/ Boudewijn Huysmans)
SHARE

Laporan terbaru dari Auriga Nusantara mengungkap situasi “mengerikan” yang disebut sebagai “situasi paradoks”. Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan biodiversitas terbesar di dunia dan memiliki hutan tropis yang luas. Namun di sisi lain, Indonesia justru menjadi salah satu negara paling berbahaya di kawasan Asia Pasifik bagi para pembela lingkungan.

Daftar isi Konten
  • Ribuan Kasus Ancaman Terhadap Aktivis Lingkungan
  • Hilirisasi hingga Proyek Strategis Dinilai Picu Konflik
  • Program Asta Cita Dinilai Berpotensi Menambah Tekanan
  • Instrumen Hukum Disebut Jadi Alat Tekanan

Dua ketimpangan tersebut dinilai terlihat jelas dalam kepemimpinan Presiden RI ke-7 Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto.

Ribuan Kasus Ancaman Terhadap Aktivis Lingkungan

Dalam laporan Auriga, mereka mencatat bahwa sepanjang tahun 2014 – 2025 terdapat ribuan kasus ancaman dan kekerasan terhadap pembela lingkungan. Jumlahnya cukup banyak, dengan setidaknya ada 193 kasus dan 1.101 korban selama 11 tahun. 

Sementara pada 2025, terdapat 33 kasus ancaman, kekerasan, dan kriminalisasi terhadap pembela lingkungan dengan total 198 korban. Jumlah itu menjadi salah satu yang tertinggi dalam lima tahun terakhir dan menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Auriga menilai, masifnya ancaman terhadap pembela lingkungan selalu berkaitan dengan arah kebijakan ekonomi dan pembangunan yang bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam. 

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) sebelumnya juga mencatat ribuan konflik agraria terjadi dalam satu dekade terakhir, dengan kelompok petani, masyarakat adat, dan nelayan menjadi pihak paling rentan terdampak.

Suasana perkampungan di Kelurahan Hutanabolon yang luluh lantak akibat banjir bandang di Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Minggu (7/12/2025).
Suasana perkampungan di Kelurahan Hutanabolon yang luluh lantak akibat banjir bandang di Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Minggu (7/12/2025). (Foto Antara)

Hilirisasi hingga Proyek Strategis Dinilai Picu Konflik

Industrialisasi besar-besaran yang dipicu oleh agenda hilirisasi sumber daya alam, ekspansi perkebunan kelapa sawit, pertambangan nikel untuk kebutuhan kendaraan listrik, dan proyek-proyek energi terbarukan seperti geothermal, dinilai telah menciptakan konflik lahan yang masif,”

tulis Auriga dalam laporan yang diterima Owrite, Senin, 11 Mei 2026.

Laporan itu juga menyoroti bahwa para pembela lingkungan tidak hanya menghadapi ancaman dari korporasi, tetapi juga penggunaan instrumen negara yang dianggap tidak proporsional untuk membungkam kritik.

Sejumlah regulasi, contohnya pasal-pasal dalam UU ITE, pasal pencemaran nama baik, pasal penghalangan usaha pertambangan dalam UU Minerba, hingga gugatan Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP) disebut kerap digunakan terhadap aktivis lingkungan.

Auriga menilai pola tersebut terus berlanjut hingga masa transisi pemerintahan dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo menuju pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dilantik pada Oktober 2024.

Program Asta Cita Dinilai Berpotensi Menambah Tekanan

Menurut Auriga, agenda pembangunan dalam program Asta Cita dan RPJMN 2025-2029 milik Prabowo serta program ambisius seperti pembukaan lahan untuk swasembada pangan, percepatan hilirisasi mineral kritis, hingga kelanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN) berisiko memperbesar tekanan terhadap komunitas yang menggantungkan hidup pada sumber daya alam.

Meskipun memiliki rasionalitas ekonomi, kebijakan-kebijakan tersebut berpotensi memperluas konflik dengan komunitas-komunitas lokal dan masyarakat adat,”

demikian isi laporan tersebut.

Lebih jauh, secara tren, ancaman terhadap pembela lingkungan terjadi hampir sepanjang tahun 2025. Pada kuartal pertama Januari–Maret tercatat 7 kasus dengan 44 korban. Sementara pada kuartal keempat Oktober–Desember, jumlahnya melonjak menjadi 9 kasus dengan 56 korban.

Bulan November menjadi periode dengan jumlah korban tertinggi, yakni 49 orang dari lima kasus. Sementara Februari hanya mencatat satu kasus, tetapi melibatkan 15 korban sekaligus.

Instrumen Hukum Disebut Jadi Alat Tekanan

Auriga juga menemukan dua pola utama ancaman terhadap pembela lingkungan. Pertama adalah ancaman individual melalui mekanisme hukum atau SLAPP.

Menurut Auriga, pola tersebut menunjukkan penggunaan instrumen hukum untuk menekan individu-individu yang memiliki posisi strategis dalam advokasi lingkungan dan perlindungan sumber daya alam.

Sebagai informasi, dalam pantauan Auriga sepanjang 1 Januari hingga 31 Desember 2025, NGO tersebut mengumpulkan data berdasarkan laporan korban, jaringan organisasi sipil, pemantauan media nasional dan daerah, media sosial, hingga dokumen hukum yang tersedia secara publik. 

Setiap kasus telah melalui proses verifikasi dua langkah sebelum dimasukkan ke dalam basis data laporan. Namun, Auriga menegaskan angka tersebut diyakini belum menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. 

Banyak kasus diduga tidak terlaporkan akibat keterbatasan akses, minimnya peliputan media, hingga adanya dugaan upaya sistematis menutupi peristiwa kekerasan.

Tag:aktivisAsta Citaauriga nusantaraHilirisasihutanJokowiKriminalisasiPembela LIngkunganprabowo
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Anggaran Boros MBG Dibongkar, Insentif Rp6 Juta untuk Semua Dapur Bakal Disikat Habis
By Rika Pangesti
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
1
PDIP soal Isu Jokowi Merapat ke PSI: Wong, Anaknya Sudah Ketum, Kami Tidak Takut!
By Hardani Triyoga
Politisi PDIP, Deddy Sitorus. doc: @Deddysitorus
2
Tiga Pejabat Prabowo ‘Diusir’ Mahasiswa UGM, Teriakan Revolusi Menggema!
By Rahmat Tunny
Tiga Menteri Prabowo saat diskusi di UGM. (Sumber: Ig @jogjastudent)
3
Jurus Bahlil Kurangi Elpiji-Bensin: Usulkan Rp1,45 Triliun demi Kompor & Motor Listrik
By Natania Longdong
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) berjabat tangan dengan anggota Komisi XII DPR usai rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
4
Anggaran MBG Rp268 Triliun, BGN Pastikan Masih Masuk Pos Pendidikan dan Kesehatan
By Rika Pangesti
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
5

BERITA LAINNYA

Gedung kantor LPSK
Nasional

Perlindungan Korban Terpinggirkan, DPR Desak Tambahan Anggaran untuk LPSK

Komisi XIII DPR RI menyoroti kecilnya porsi anggaran perlindungan saksi dan korban…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati posisi hilal dengan alat teleskop di kawasan wisata Pantai Taman Loang Baloq, Mataram, NTB, Minggu (17/5/2026). BMKG melakukan pemantauan hilal untuk menentukan awal bulan Zulhijah dan penetapan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Nasional

PBNU Umumkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu 17 Juni 2026, Berikut Penjelasannya

Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan tahun baru 1 Muharram 1448 H jatuh pada…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
3 jam lalu
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
Nasional

Anggaran MBG Rp268 Triliun, BGN Pastikan Masih Masuk Pos Pendidikan dan Kesehatan

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
Relawan menata wadah Makan Bergizi Gratis di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang, Jawa Timur
Nasional

Desakan Stop MBG Menguat, BGN: Kami Ditugaskan Presiden untuk Memperbaiki

Badan Gizi Nasional (BGN) merespons desakan sejumlah pihak yang meminta program Makan…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
22 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up