Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 11 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Negara Kaya Hutan Tapi Aktivis Diburu? Laporan Auriga Bongkar Fakta Mengejutkan
Nasional

Negara Kaya Hutan Tapi Aktivis Diburu? Laporan Auriga Bongkar Fakta Mengejutkan

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Mei 11, 2026 2:08 pm
Iren Natania
Dusep
Share
Ilustrasi Hutan Tropis. (Sumber: Unsplash/ Boudewijn Huysmans)
Ilustrasi Hutan Tropis. (Sumber: Unsplash/ Boudewijn Huysmans)
SHARE

Laporan terbaru dari Auriga Nusantara mengungkap situasi “mengerikan” yang disebut sebagai “situasi paradoks”. Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan biodiversitas terbesar di dunia dan memiliki hutan tropis yang luas. Namun di sisi lain, Indonesia justru menjadi salah satu negara paling berbahaya di kawasan Asia Pasifik bagi para pembela lingkungan.

Daftar isi Konten
  • Ribuan Kasus Ancaman Terhadap Aktivis Lingkungan
  • Hilirisasi hingga Proyek Strategis Dinilai Picu Konflik
  • Program Asta Cita Dinilai Berpotensi Menambah Tekanan
  • Instrumen Hukum Disebut Jadi Alat Tekanan

Dua ketimpangan tersebut dinilai terlihat jelas dalam kepemimpinan Presiden RI ke-7 Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto.

Ribuan Kasus Ancaman Terhadap Aktivis Lingkungan

Dalam laporan Auriga, mereka mencatat bahwa sepanjang tahun 2014 – 2025 terdapat ribuan kasus ancaman dan kekerasan terhadap pembela lingkungan. Jumlahnya cukup banyak, dengan setidaknya ada 193 kasus dan 1.101 korban selama 11 tahun. 

Sementara pada 2025, terdapat 33 kasus ancaman, kekerasan, dan kriminalisasi terhadap pembela lingkungan dengan total 198 korban. Jumlah itu menjadi salah satu yang tertinggi dalam lima tahun terakhir dan menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Auriga menilai, masifnya ancaman terhadap pembela lingkungan selalu berkaitan dengan arah kebijakan ekonomi dan pembangunan yang bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam. 

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) sebelumnya juga mencatat ribuan konflik agraria terjadi dalam satu dekade terakhir, dengan kelompok petani, masyarakat adat, dan nelayan menjadi pihak paling rentan terdampak.

Suasana perkampungan di Kelurahan Hutanabolon yang luluh lantak akibat banjir bandang di Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Minggu (7/12/2025).
Suasana perkampungan di Kelurahan Hutanabolon yang luluh lantak akibat banjir bandang di Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Minggu (7/12/2025). (Foto Antara)

Hilirisasi hingga Proyek Strategis Dinilai Picu Konflik

Industrialisasi besar-besaran yang dipicu oleh agenda hilirisasi sumber daya alam, ekspansi perkebunan kelapa sawit, pertambangan nikel untuk kebutuhan kendaraan listrik, dan proyek-proyek energi terbarukan seperti geothermal, dinilai telah menciptakan konflik lahan yang masif,”

tulis Auriga dalam laporan yang diterima Owrite, Senin, 11 Mei 2026.

Laporan itu juga menyoroti bahwa para pembela lingkungan tidak hanya menghadapi ancaman dari korporasi, tetapi juga penggunaan instrumen negara yang dianggap tidak proporsional untuk membungkam kritik.

Sejumlah regulasi, contohnya pasal-pasal dalam UU ITE, pasal pencemaran nama baik, pasal penghalangan usaha pertambangan dalam UU Minerba, hingga gugatan Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP) disebut kerap digunakan terhadap aktivis lingkungan.

Auriga menilai pola tersebut terus berlanjut hingga masa transisi pemerintahan dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo menuju pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dilantik pada Oktober 2024.

Program Asta Cita Dinilai Berpotensi Menambah Tekanan

Menurut Auriga, agenda pembangunan dalam program Asta Cita dan RPJMN 2025-2029 milik Prabowo serta program ambisius seperti pembukaan lahan untuk swasembada pangan, percepatan hilirisasi mineral kritis, hingga kelanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN) berisiko memperbesar tekanan terhadap komunitas yang menggantungkan hidup pada sumber daya alam.

Meskipun memiliki rasionalitas ekonomi, kebijakan-kebijakan tersebut berpotensi memperluas konflik dengan komunitas-komunitas lokal dan masyarakat adat,”

demikian isi laporan tersebut.

Lebih jauh, secara tren, ancaman terhadap pembela lingkungan terjadi hampir sepanjang tahun 2025. Pada kuartal pertama Januari–Maret tercatat 7 kasus dengan 44 korban. Sementara pada kuartal keempat Oktober–Desember, jumlahnya melonjak menjadi 9 kasus dengan 56 korban.

Bulan November menjadi periode dengan jumlah korban tertinggi, yakni 49 orang dari lima kasus. Sementara Februari hanya mencatat satu kasus, tetapi melibatkan 15 korban sekaligus.

Instrumen Hukum Disebut Jadi Alat Tekanan

Auriga juga menemukan dua pola utama ancaman terhadap pembela lingkungan. Pertama adalah ancaman individual melalui mekanisme hukum atau SLAPP.

Menurut Auriga, pola tersebut menunjukkan penggunaan instrumen hukum untuk menekan individu-individu yang memiliki posisi strategis dalam advokasi lingkungan dan perlindungan sumber daya alam.

Sebagai informasi, dalam pantauan Auriga sepanjang 1 Januari hingga 31 Desember 2025, NGO tersebut mengumpulkan data berdasarkan laporan korban, jaringan organisasi sipil, pemantauan media nasional dan daerah, media sosial, hingga dokumen hukum yang tersedia secara publik. 

Setiap kasus telah melalui proses verifikasi dua langkah sebelum dimasukkan ke dalam basis data laporan. Namun, Auriga menegaskan angka tersebut diyakini belum menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. 

Banyak kasus diduga tidak terlaporkan akibat keterbatasan akses, minimnya peliputan media, hingga adanya dugaan upaya sistematis menutupi peristiwa kekerasan.

Tag:aktivisAsta Citaauriga nusantaraHilirisasihutanJokowiKriminalisasiPembela LIngkunganprabowo
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Pertandingan pekan ke-32 BRI Super League antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu 10 Mei 2026
Olahraga

Mauricio Souza Murka, Wasit Dinilai Lindungi Persib saat Lawan Persija

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, meluapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit dalam laga kontra Persib Bandung pada pekan ke-32 Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur,…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 Min Read
Gerombolan tikus dalam sebuah ruangan.
Kesehatan

Waspada Hantavirus Masuk Indonesia, Pakar Ingatkan Pengetatan Skrining di Tanjung Priok dan Batam

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan hantavirus merupakan penyakit zoonosis akut dengan fatalitas atau tingkat kematian sampai 40 persen. Karakteristik epidemiologis penyakit ini utamanya berasal dari tikus dan penularan melalui…

By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
2 Min Read
Ilustrasi Tangkapan Layar di HP Samsung
Hype

5 Cara Mengambil Tangkapan Layar di HP Samsung dengan Mudah

Mengambil tangkapan layar atau screenshot menjadi salah satu fitur yang paling sering digunakan pengguna ponsel. Di HP Samsung, ada beberapa cara praktis untuk mengambil screenshot, mulai dari menggunakan tombol fisik…

By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Megawati dan Dubes Rusia Tengah Berbincang Santai Saat Pertemuan (Doc by: Instagram Kedubes Rusia untuk RI)
Nasional

Dubes Rusia Lakukan Pertemuan dengan Megawati, Ada Agenda Apa?

Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Rusia untuk…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
5 jam lalu
Bandara Miangas
Nasional

Diresmikan Jokowi, Prabowo Janji Perbaiki-Rawat Bandara Miangas

Presiden Prabowo Subianto berjanji akan memperbaiki dan merawat Bandara Miangas, di Sulawesi…

Nisa-OWRITEAmin Suciady
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
20 jam lalu
Buruh yang tergabung dalam Forum Komunikasi Buruh Bersatu DIY melakukan aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional di Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam aksi itu mereka menyuarakan sejumlah tuntutan diantaranya segera dilaksanakan pengesahan RUU Ketenagakerjaan serta upah layak untuk buruh. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Nasional

Bahaya! Korban PHK Hingga April 2026 Jumlahnya Makin Mengkhawatirkan

Jumlah pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mencapai 15.425 orang pada…

Nisa-OWRITEAmin Suciady
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
1 hari lalu
Petugas menimbang berat tabung berisi gas elpiji 3 kg saat melakukan sidak di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026). Bupati Lumajang melakukan sidak ke sejumlah titik dan menutup satu pangkalan elpiji yang diduga melakukan penimbunan sebagai upaya penertiban distribusi serta mengatasi kelangkaan elpiji subsidi yang berdampak pada kenaikan harga di atas harga eceran tertinggi (HET). (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Nasional

(Part II) Di Balik Rencana CNG Pengganti LPG: Antara Kedaulatan Energi dan Risiko Keselamatan

CNG Strategi Energi yang 'Apik'? Di sisi lain, pemerintah dan pelaku industri…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up