Meski dikenal sebagai negara komunis, namun baru-baru ini keputusan Presiden China Xi Jinping dalam menghukum pejabat tingginya terkait korupsi menjadi sorotan.
Dua mantan menteri pertahanan Beijing telah dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan selama dua tahun karena korupsi. Ini merupakan salah satu hukuman terberat yang dijatuhkan kepada pejabat militer senior dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan hukum Tiongkok, hukuman mati dengan penangguhan dua tahun biasanya diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup jika individu tersebut tidak melakukan kejahatan lebih lanjut selama periode penangguhan.
Dalam kasus ini, hukuman akan dikurangi menjadi penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat atau pengurangan hukuman lebih lanjut setelah masa penangguhan berakhir.
Wei Fenghe dan Li Shangfu menerima hukuman berat itu pada 7 Mei 2026, setelah dinyatakan bersalah atas kasus korupsi oleh pengadilan militer China, menurut media pemerintah.
“Putusan tersebut menggarisbawahi kedalaman kampanye anti-korupsi yang telah lama dilancarkan Presiden Xi Jinping di dalam angkatan bersenjata,”
kata laporan resmi Xinhua, dikutip Selasa, 12 Mei 2026.
Kantor berita resmi itu juga mengungkapkan berdasarkan dokumen pengadilan, Wei dinyatakan bersalah karena menerima suap, sementara Li dinyatakan bersalah lantaran menerima dan menawarkan suap.
Tak hanya itu, hak politik dua orang itu pun dicabut seumur hidup dan mereka diperintahkan untuk menyerahkan semua harta benda pribadi mereka kepada negara.
Kiprah
Wei Fenghe menjabat sebagai menteri pertahanan Tiongkok periode 2018- 2023; sementara Li Shangfu, memegang jabatan yang sama selama beberapa bulan sebagai pengganti Wei.
Kedua pria tersebut merupakan mantan anggota dewan negara dan anggota Komisi Militer Pusat (CMC) yang berpengaruh, sebuah badan kepemimpinan militer tertinggi yang diketuai oleh Xi Jinping.
Mereka juga pernah memimpin Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat, cabang kunci yang dibentuk pada tahun 2015 sebagai bagian dari reformasi militer besar-besaran Xi. Angkatan Roket itu mengawasi persenjataan nuklir China serta sistem rudal konvensionalnya, menjadikannya salah satu cabang militer yang paling signifikan secara strategis.
Berantas Rasuah
Hukuman tersebut menandai peningkatan kampanye Xi untuk memberantas korupsi di Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), sebuah upaya yang telah menargetkan pejabat senior sejak ia berkuasa pada tahun 2012. Penindakan semakin intensif pada tahun 2023, ketika penyelidikan mencapai Pasukan Roket dan unit-unit elite lainnya.
Baik Wei maupun Li dipecat dari Partai Komunis pada Juni 2024. Pakar keamanan yang berbasis di Singapura, James Char, mengatakanhukuman tersebut merupakan hukuman terberat yang dijatuhkan kepada anggota Komisi Militer Pusat dalam sejarah baru-baru ini.
“Bahwa Wei dan Li telah diringankan hukumannya menjadi penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat atau pengurangan hukuman menggarisbawahi beratnya pelanggaran yang mereka lakukan,”
kata James.
The International Institute for Strategic Studies (IISS), sebuah lembaga pemikir yang berbasis di London, telah memperingatkan bahwa pembersihan yang berlangsung dapat melemahkan struktur komando militer China.
kampanye pemberantasan korupsi mungkin telah menimbulkan gangguan yang dapat memengaruhi kesiapan angkatan bersenjata negara yang sedang mengalami modernisasi pesat.

