Obesitas merupakan kondisi medis yang menjadi faktor risiko berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 4 orang dewasa atau 23,4 persen hidup dengan obesitas.
Hal ini menunjukkan bahwa obesitas mengalami peningkatan prevalensi dari tahun 2018 yang hanya sebesar 21,3 persen.
Kejadian obesitas dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yaitu biologis, lingkungan, dan genetik yang membutuhkan solusi komprehensif.
Risiko Berbagai Penyakit
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Guanadi Sadikin mengatakan obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan berkaitan erat dengan risiko berbagai penyakit tidak menular yang dapat memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
Kalau kita ingin hidup lebih sehat dan lebih panjang umur, maka kita harus mulai menjaga pola makan, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga. Kesehatan itu bukan hanya urusan rumah sakit atau program pemerintah, tapi harus menjadi gerakan hidup sehat yang dimiliki setiap individu,”
ungkap Budi.
Ia menambahkan, pendekatan pemerintah dalam penanganan obesitas difokuskan pada edukasi dan perubahan perilaku masyarakat melalui penyediaan informasi yang lebih mudah dipahami.
Salah satunya melalui implementasi pelabelan nutrisi pada makanan dan minuman agar masyarakat dapat membuat pilihan konsumsi yang lebih sehat.
Kita ingin masyarakat lebih sadar terhadap apa yang mereka konsumsi. Informasi gizi harus dibuat sederhana dan mudah dimengerti sehingga masyarakat bisa memilih makanan dan minuman yang lebih sehat,”
lanjutnya.
Selain pola makan sehat, Budi juga menyoroti pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Menurutnya, olahraga perlu didorong menjadi budaya dan tren positif di masyarakat.
Kita harus menjadikan olahraga sebagai movement. Mau lari, jalan kaki, badminton, padel apa saja yang penting bergerak dan dilakukan rutin,”
katanya.
Tantangan Kesehatan Global
Sementara itu, Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen, menyampaikan bahwa obesitas merupakan tantangan kesehatan global yang memerlukan kolaborasi lintas sektor serta pendekatan yang inklusif dan tanpa stigma.
Obesitas merupakan kondisi kesehatan yang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari gaya hidup, lingkungan, pendidikan, hingga akses terhadap layanan kesehatan. Penanganan obesitas membutuhkan upaya bersama dari pemerintah, tenaga kesehatan, industri, dan masyarakat,”
ujar Duta Besar Denmark Sten Frimodt.
Ia juga menekankan pentingnya pencegahan dan langkah sederhana sehari-hari untuk menciptakan dampak kesehatan jangka panjang.
Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari serta penerapan pola hidup yang lebih sehat dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang,”
tutup Frimodt.

