Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 14 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • iran
  • Spill
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Efek Domino Kurs Rp17.500: Manufaktur Terjepit, Daya Beli Masyarakat Turun, dan Potensi PHK
Ekonomi Bisnis

Efek Domino Kurs Rp17.500: Manufaktur Terjepit, Daya Beli Masyarakat Turun, dan Potensi PHK

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 14, 2026 1:25 pm
Anisa Aulia
Adi Briantika
Share
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026) melemah 106 poin atau 0,62 persen menjadi Rp17.287 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.181 per dolar AS, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia akibat perang AS dan Iran.
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026) melemah 106 poin atau 0,62 persen menjadi Rp17.287 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.181 per dolar AS, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia akibat perang AS dan Iran. ( ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye)
SHARE

Nilai tukar rupiah telah kehilangan kekuatannya lebih dari 5 persen secara tahun kalender berjalan (year to date/ytd). Dampak anjloknya rupiah juga telah menembus jantung perekonomian riil dan stabilitas ekonomi.

Daftar isi Konten
  • Intervensi Belum Efektif?
  • Perjalanan Nilai Tukar

Pada perdagangan Kamis pagi, 14 Mei 2026, nilai tukar rupiah masih melemah di level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) atau 0,14 persen.

“Pelemahan rupiah ke level 17.500 bukan sekadar angka di layar, dampaknya telah merembes ke jantung perekonomian riil. Sektor manufaktur yang sangat bergantung pada komponen impor menghadapi tekanan margin yang luar biasa,”

ujar Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita laporannya Kamis, 14 Mei 2026.

Di sektor manufaktur, Ronny mengatakan kombinasi kenaikan biaya energi global dan depresiasi rupiah telah memaksa banyak perusahaan melakukan efisiensi ekstrem, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK). Ancaman nyata bagi pekerja ini diperkirakan akan terus menghantui sepanjang 2026. 

“Ancaman PHK ini diprediksi akan terus membayangi sepanjang tahun 2026 jika stabilitas nilai tukar tidak segera tercapai.”

kata dia.

Penurunan daya beli masyarakat juga menjadi konsekuensi yang tak terelakkan. Meskipun inflasi resmi April 2026 tercatat rendah di 2,42 persen tetapi harga barang-barang impor (imported inflation) mulai merangkak naik, terutama pada produk elektronik, farmasi, dan pangan olahan. 

“Keyakinan konsumen berada pada titik terendah dalam lima bulan terakhir karena kekhawatiran akan kepastian pendapatan dan kenaikan biaya hidup,”

tutur Ronny.

Di sisi fiskal, Ronny mengatakan pelemahan rupiah menambah beban pembayaran bunga utang luar negeri dan subsidi energi. Setiap pelemahan Rp100 per dolar AS diperkirakan akan berdampak besar terhadap defisit Anggaran dan Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Setiap pelemahan Rp100 per dolar AS secara rata-rata tahunan memiliki implikasi besar terhadap defisit APBN. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa ruang fiskal untuk stimulus ekonomi akan habis sebelum tahun berakhir, terutama dengan beban belanja negara yang sudah sangat berat untuk membiayai program-program strategis pemerintah baru,”

jelas Ronny.

Intervensi Belum Efektif?

Ronny menyebut kritik tajam sering diarahkan kepada Bank Indonesia (BI) atas kegagalan mencegah rupiah menembus level 17.500. BI sebenarnya tidak tinggal diam karena ada tujuh langkah strategis untuk stabilisasi nilai tukar. 

Namun, hasil dari berbagai kebijakan ini dinilai kurang bertenaga, lantaran terdapat beberapa kendala struktural dan taktis yang dihadapi otoritas moneter. 

Pertama, BI terjebak dalam ‘impossible trinity‘ yakni bank sentral tidak bisa secara bersamaan mengontrol nilai tukar, memiliki kebijakan moneter independen, dan mobilitas modal bebas. 

“Di tengah arus modal keluar yang masif, upaya menjaga suku bunga rendah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi domestik menjadi kontradiktif, dengan kebutuhan untuk menaikkan suku bunga guna menjaga daya tarik rupiah terhadap dolar AS yang memiliki yield tinggi,”

kata dia.

Kedua, penyusutan cadangan devisa memberikan sinyal negarif kepada investor. Meskipun BI mengklaim cadangan devisa memadai di level US$146,2 miliar per April 2026, angka ini terus menurun dari posisi sebelumnya yakni US$148,2 miliar pada Maret 2026. 

Penurunan ini sebagian besar digunakan untuk pembayaran utang luar negeri dan biaya intervensi pasar yang sangat mahal. 

“Tren penyusutan selama empat bulan berturut-turut telah memberikan sinyal negatif kepada pasar mengenai kemampuan BI untuk terus melakukan intervensi jangka panjang,”

terang dia.

Ketiga, muncul narasi kritis otoritas moneter cenderung mengabaikan realitas pasar yang memburuk (denial) dan lebih fokus pada retorika stabilitas yang tidak didukung oleh data fundamental. 

“Kegagalan dalam mengantisipasi kecepatan perubahan sentimen global, terutama dampak konflik Selat Hormuz terhadap harga minyak, membuat respons kebijakan BI seringkali bersifat reaktif bukan proaktif,”

tutur Ronny.

Keempat ,keterbatasan pasokan valas domestik, meskipun Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan, nilai surplus tersebut menyusut tajam karena pertumbuhan impor yang jauh melampaui ekspor. Akibatnya, pasokan valas dari sektor riil tidak mampu mengimbangi lonjakan permintaan dari sektor korporasi yang perlu membayar utang dan dividen, serta kebutuhan impor energi.

Perjalanan Nilai Tukar

Ronny menjelaskan perjalanan rupiah menuju level Rp 17.500 dimulai dari tren pelemahan yang konsisten sejak akhir tahun 2025. Sepanjang tahun 2025, nilai tukar bergerak di kisaran rata-rata Rp16.475 per dolar AS, namun tekanan mulai mengakselerasi menjelang penutupan tahun. 

Memasuki awal 2026, rupiah mulai menunjukkan kerapuhan yang signifikan terhadap sentimen global. Pada Januari 2026, nilai tukar telah berada di level Rp16.860, lalu rupiah tembus level Rp17.000 pada awal April 2026 menjadi sinyal awal bagi pasar bahwa intervensi BI mulai menemui titik jenuh. 

Meskipun sempat terjadi penguatan teknis selama beberapa hari pada awal Mei, sentimen negatif kembali mendominasi pasar, hingga mencatatkan pelemahan terdalam di level Rp17.425 pada 5 Mei 2026, sebelum akhirnya menyerah pada tekanan pasar dan menembus Rp17.505 pada 12 Mei 2026.

“Secara tahun kalender berjalan rupiah telah kehilangan lebih dari 5 persen nilainya, sebuah angka yang mencerminkan hilangnya kepercayaan pasar terhadap aset-aset berdenominasi rupiah dalam jangka pendek,”

ucap Ronny.

Tag:APBNBank IndonesiaDaya BelifiskalHeadlinemarginNilai TukarPelemahan RupiahPHKRupiahutang
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Trump dan Xi Jinping Bertemu di Beijing, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke US$105 per Barel
By Anisa Aulia
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
1
Kenapa Rasanya Cuma Kamu yang Selalu Berusaha Menjaga Hubungan? Ini Jawabannya!
By Salsabillah Irwanda
Kenapa Rasanya Cuma Kamu yang Selalu Berusaha Menjaga Hubungan? Ini Jawabannya!
2
Sidang Kasus Air Keras: Serda Edi Sudarko Ngaku Kesal Lihat Video Andrie Yunus di Hotel Fairmont
By Rahmat
Hakim menampilkan foto salah satu terdakwa yang juga terkena air keras Serda Edi Sudarko (kedua kanan) pada sidang lanjutan kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (6/5/2026). Sidang tersebut beragendakan mendengar keterangan delapan orang saksi dengan rincian lima orang anggota TNI dan tiga orang warga sipil yang dihadirkan Oditur Militer.
3
Lettu Budhi Akui Spontan Campur Air Aki untuk Serang Andrie Yunus, Oditur: Terlalu Kreatif
By Rahmat
Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Lettu Sami Lakka (kedua kiri), Kapten Nandala Dwi Prasetya (kedua kanan), dan Lettu Budhi Hariyanto Cahyono (kanan) tiba untuk menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan oleh Oditur Militer terkait kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus pada 12 Maret 2026.
4
Efek Domino Kurs Rp17.500: Manufaktur Terjepit, Daya Beli Masyarakat Turun, dan Potensi PHK
By Anisa Aulia
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026) melemah 106 poin atau 0,62 persen menjadi Rp17.287 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.181 per dolar AS, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia akibat perang AS dan Iran.
5

BERITA LAINNYA

Kevin Warsh, Ketua Federal Reserve (The Fed) terpilih. (Sumber: Dok. Federal Reserve)
Ekonomi Bisnis

Kevin Warsh Disetujui Jadi Ketua The Fed Gantikan Jerome Powell, Ini PR Beratnya

Senat Amerika Serikat (AS) menyetujui, Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
55 menit lalu
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Ekonomi Bisnis

Saham Rontok Usai Didepak MSCI, Harta Prajogo Pangestu Turun Rp42 Triliun

Saham milik konglomerat Indonesia, Prajogo Pangestu kompak melemah pada penutupan perdagangan Rabu,…

Nisa-OWRITEAmin Suciady
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
2 jam lalu
Gedung PT ANTAM Tbk. (Sumber: Dok. Antam)
Ekonomi Bisnis

Saham Bergejolak dan Indeks Global Berubah, Ini Cara ANTAM Buat Bisnis ‘Lari Kencang’

PT ANTAM (Persero) Tbk menegaskan fundamental bisnis perusahaan tetap solid di tengah…

dusep-malik
By
Dusep
2 jam lalu
Perakitan Bus Listrik VKTR di pabriknya di Jawa Tengah. (Sumber: Dok. VKTR)
Ekonomi Bisnis

Gilarsi Wahju Setijono Ajukan Surat Pengunduran Diri dari Kursi Dirut VKTR 

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) resmi mengumumkan, pengunduran diri Gilarsi Wahju…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up