Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 11 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Purbaya
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Ancaman Ebola di Indonesia, Epidemiolog: Risikonya Rendah Tapi Nyata
Kesehatan

Ancaman Ebola di Indonesia, Epidemiolog: Risikonya Rendah Tapi Nyata

Ivan OWRITESyifa Fauziah
Last updated: Mei 18, 2026 12:38 pm
By
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi Virus
Ilustrasi Virus (Foto: magnific.com)
SHARE

Epidemiolog sekaligus Peneliti Global Health Security dari Griffith University, dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH., Ph.D., mengatakan potensi penyebaran Ebola di Indonesia sangat rendah.

Daftar isi Konten
  • Pemantauan Virus Ebola di Indonesia
  • Sejarah Virus Ebola

Ia meminta masyarakat untuk tidak panik, namun tetap menerapkan perilaku hidup sehat.

Saat ini risikonya rendah sampai menengah, tetapi nyata ada potensinya walaupun tidak tinggi,”

ujar dr. Dicky dalam keterangannya yang disampaikan kepada Owrite.

Dokter Dicky menambahkan bahwa Ebola berbeda dengan Covid-19. Penyakit ini tidak menular melalui udara bebas seperti SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Menurutnya, Ebola membutuhkan kontak erat dengan cairan tubuh dan transmisinya juga relatif lebih lambat.

Jadi ini yang menjadi karakter dari virus Ebola, tapi ada beberapa faktor yang meningkatkan risikonya,”

katanya.

Lebih lanjut, dr. Dicky mengatakan faktor risiko penyebaran virus Ebola adalah tingginya mobilitas internasional, meningkatnya urbanisasi di Afrika, serta konflik bersenjata yang menghambat isolasi dan pengendalian penyakit.

Selain itu, sudah ada kasus lintas negara dan khusus untuk strain seperti Bundibugyo belum tersedia vaksin berlisensi.

Nah, risiko masuk ke Indonesia itu terutama lewat penerbangan internasional yang transit atau pekerja migran, pelaut, pelaku perjalanan bisnis, ataupun kasus impor yang tidak terdeteksi,”

katanya.

Pemantauan Virus Ebola di Indonesia

Meski penyebaran Ebola di Indonesia masih sangat rendah, dr. Dicky meminta pemerintah Indonesia tetap melakukan pemantauan.

Namun, menurutnya, tidak perlu melakukan penutupan total perbatasan.

Tapi segera, sekali lagi, standar screening pintu masuk kita itu memang harus dijaga kualitas dan pengelolaannya,”

ucapnya.

Dokter Dicky menilai pemantauan di pintu masuk internasional seperti bandara, pelabuhan laut, jalur migrasi pekerja, jemaah haji dan umrah, serta pelaku perjalanan internasional dari Afrika harus diperketat.

Selain itu, perlu dipastikan adanya screening berbasis risiko yang fokus pada riwayat perjalanan 21 hari terakhir dengan gejala demam akut, perdarahan, atau kontak dengan pasien Ebola.

Penguatan di dalam negeri juga harus dipastikan, mulai dari kesiapan laboratorium BSL-3 dan BSL-4, kemampuan PCR filovirus dengan diagnostik cepat, hingga sistem transport spesimen biohazard. Selain itu, kesiapan rumah sakit rujukan juga perlu disertai simulasi outbreak, audit infection prevention and control, kesiapan APD, ruang isolasi tekanan negatif, serta penyegaran pelatihan tenaga kesehatan. Karena banyak pelajaran di masa pandemi, negara gagal bukan karena virusnya terlalu kuat, tetapi karena sistem kesehatan terlambat bereaksi,”

paparnya.

Sejarah Virus Ebola

Ebola pertama kali dikenali pada 1976, tidak lama setelah penemuan Hantavirus. Virus ini pertama kali ditemukan di Zaire (kini Republik Demokratik Kongo) dan Sudan.

Nama Ebola sendiri berasal dari Sungai Ebola di Kongo. Reservoir alami paling kuat dari virus ini adalah kelelawar buah (fruit bats).

Ebola memiliki beberapa spesies, dan yang paling mematikan adalah Zaire Ebola. Sementara virus yang saat ini ramai dibahas adalah Bundibugyo, yang relatif jarang tetapi sangat berbahaya.

Dalam konteks epidemiologi, case fatality rate Ebola sangat tinggi, rata-rata mencapai 25 hingga 90 persen. Artinya, dari 10 orang yang sakit, sebagian besar berisiko meninggal dunia.

Dalam 10 tahun terakhir, outbreak Ebola makin sering muncul, terutama di Uganda, Guinea, dan Kongo.

Jika dulu dominan terjadi di desa-desa di Afrika, kini penyebarannya sudah masuk ke kota, pusat transportasi, hingga area pertambangan.

Nah, yang memperburuk itu adalah perang dan konflik bersenjata, distrust masyarakat, bahkan serangan terhadap tenaga kesehatan yang menghambat pencegahan dan penanganan. Walaupun vaksin untuk strain Zaire saat ini sudah berkembang baik, Bundibugyo dan Sudan masih sangat terbatas,”

tandasnya.
Tag:EpidemiologPenyakit MenularVirusWabah Ebola
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Aisyah Zakkiyah Jadi Komisaris PTPP, Gaji dan Latar Belakangnya Jadi Sorotan
By Syifa Fauziah
Aisyah Zakkiyah Jadi Komisaris PTPP
1
Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan Jampidsus
By Ivan Syahruna Lubis
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah (kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta
2
Mikel Merino Jadi Pahlawan! Spanyol Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
By Hadi Febriansyah
Pertandingan antara Spanyol melawan Belgia di babak Perempat final Piala Dunia 2026
3
Telur Rebus Berapa Menit, Ini Waktu yang Tepat Sesuai Tingkat Kematangan
By Ossid Duha Jussas Salma
Telur rebus
4
Jejak Peradaban Hindu di Indonesia, Mengenal Peninggalan dan Pengaruhnya terhadap Budaya Nusantara
By Ossid Duha Jussas Salma
Salah satu ritual Agama Hindu, Upacara Galungan di Bali
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Fatty Liver Kini Banyak Menyerang Usia 30-an
Kesehatan

Fatty Liver Kini Banyak Menyerang Usia 30-an, Dokter IPB Ungkap Penyebab dan Cara Mencegahnya

Kasus perlemakan hati atau fatty liver yang dikenal sebagai metabolic dysfunction-associated steatotic…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Ilustrasi Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular
Kesehatan

Kasus TB di Indonesia Tembus 1,08 Juta, Kemenkes Terapkan Strategi Baru Pelacakan Kontak Erat

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Indonesia-Tiongkok Kembangkan Vaksin Dengue mRNA
Kesehatan

Kemenkes Kembangkan Vaksin DBD Berbasis mRNA, Berpotensi Jadi yang Pertama di Dunia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghadirkan Vaksin Dengue Tetravalen Berbasis mRNA untuk mengurangi kasus…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Ilustrasi seorang wanita saat makan sesudah mandi
Kesehatan

Mandi Habis Makan Berbahaya? Fakta atau Cuma Mitos? Begini Penjelasan Ilmiahnya!

Pernah nggak, habis makan kenyang terus hawanya pengen langsung mandi biar badan…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up