Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 25 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Ancaman Ebola di Indonesia, Epidemiolog: Risikonya Rendah Tapi Nyata
Kesehatan

Ancaman Ebola di Indonesia, Epidemiolog: Risikonya Rendah Tapi Nyata

Ivan OWRITESyifa Fauziah
Last updated: Mei 18, 2026 12:38 pm
By
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Ilustrasi Virus
Ilustrasi Virus (Foto: magnific.com)
SHARE

Epidemiolog sekaligus Peneliti Global Health Security dari Griffith University, dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH., Ph.D., mengatakan potensi penyebaran Ebola di Indonesia sangat rendah.

Daftar isi Konten
  • Pemantauan Virus Ebola di Indonesia
  • Sejarah Virus Ebola

Ia meminta masyarakat untuk tidak panik, namun tetap menerapkan perilaku hidup sehat.

Saat ini risikonya rendah sampai menengah, tetapi nyata ada potensinya walaupun tidak tinggi,”

ujar dr. Dicky dalam keterangannya yang disampaikan kepada Owrite.

Dokter Dicky menambahkan bahwa Ebola berbeda dengan Covid-19. Penyakit ini tidak menular melalui udara bebas seperti SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Menurutnya, Ebola membutuhkan kontak erat dengan cairan tubuh dan transmisinya juga relatif lebih lambat.

Jadi ini yang menjadi karakter dari virus Ebola, tapi ada beberapa faktor yang meningkatkan risikonya,”

katanya.

Lebih lanjut, dr. Dicky mengatakan faktor risiko penyebaran virus Ebola adalah tingginya mobilitas internasional, meningkatnya urbanisasi di Afrika, serta konflik bersenjata yang menghambat isolasi dan pengendalian penyakit.

Selain itu, sudah ada kasus lintas negara dan khusus untuk strain seperti Bundibugyo belum tersedia vaksin berlisensi.

Nah, risiko masuk ke Indonesia itu terutama lewat penerbangan internasional yang transit atau pekerja migran, pelaut, pelaku perjalanan bisnis, ataupun kasus impor yang tidak terdeteksi,”

katanya.

Pemantauan Virus Ebola di Indonesia

Meski penyebaran Ebola di Indonesia masih sangat rendah, dr. Dicky meminta pemerintah Indonesia tetap melakukan pemantauan.

Namun, menurutnya, tidak perlu melakukan penutupan total perbatasan.

Tapi segera, sekali lagi, standar screening pintu masuk kita itu memang harus dijaga kualitas dan pengelolaannya,”

ucapnya.

Dokter Dicky menilai pemantauan di pintu masuk internasional seperti bandara, pelabuhan laut, jalur migrasi pekerja, jemaah haji dan umrah, serta pelaku perjalanan internasional dari Afrika harus diperketat.

Selain itu, perlu dipastikan adanya screening berbasis risiko yang fokus pada riwayat perjalanan 21 hari terakhir dengan gejala demam akut, perdarahan, atau kontak dengan pasien Ebola.

Penguatan di dalam negeri juga harus dipastikan, mulai dari kesiapan laboratorium BSL-3 dan BSL-4, kemampuan PCR filovirus dengan diagnostik cepat, hingga sistem transport spesimen biohazard. Selain itu, kesiapan rumah sakit rujukan juga perlu disertai simulasi outbreak, audit infection prevention and control, kesiapan APD, ruang isolasi tekanan negatif, serta penyegaran pelatihan tenaga kesehatan. Karena banyak pelajaran di masa pandemi, negara gagal bukan karena virusnya terlalu kuat, tetapi karena sistem kesehatan terlambat bereaksi,”

paparnya.

Sejarah Virus Ebola

Ebola pertama kali dikenali pada 1976, tidak lama setelah penemuan Hantavirus. Virus ini pertama kali ditemukan di Zaire (kini Republik Demokratik Kongo) dan Sudan.

Nama Ebola sendiri berasal dari Sungai Ebola di Kongo. Reservoir alami paling kuat dari virus ini adalah kelelawar buah (fruit bats).

Ebola memiliki beberapa spesies, dan yang paling mematikan adalah Zaire Ebola. Sementara virus yang saat ini ramai dibahas adalah Bundibugyo, yang relatif jarang tetapi sangat berbahaya.

Dalam konteks epidemiologi, case fatality rate Ebola sangat tinggi, rata-rata mencapai 25 hingga 90 persen. Artinya, dari 10 orang yang sakit, sebagian besar berisiko meninggal dunia.

Dalam 10 tahun terakhir, outbreak Ebola makin sering muncul, terutama di Uganda, Guinea, dan Kongo.

Jika dulu dominan terjadi di desa-desa di Afrika, kini penyebarannya sudah masuk ke kota, pusat transportasi, hingga area pertambangan.

Nah, yang memperburuk itu adalah perang dan konflik bersenjata, distrust masyarakat, bahkan serangan terhadap tenaga kesehatan yang menghambat pencegahan dan penanganan. Walaupun vaksin untuk strain Zaire saat ini sudah berkembang baik, Bundibugyo dan Sudan masih sangat terbatas,”

tandasnya.
Tag:EpidemiologPenyakit MenularVirusWabah Ebola
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong ASEAN Turun Tangan
By Natania Longdong
Foto udara saat terjadi kebakaran lahan di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur.
1
BMKG Ramal Cuaca Selasa 25 Agustus: Cerah Mendominasi, Jaksel Diprediksi Tembus 34 Derajat
By Syifa Fauziah
Ilustrasi cuaca Jakarta cerah.
2
Trenggiling Jadi Korban Karhutla, Satwa Langka Ini Ternyata Populasinya Terancam Punah
By Ossid Duha Jussas Salma
Tim Manggala Agni menemukan trenggiling yang terbakat akibat karhutla (Foto: TikTok radarkhatulistiwa).
3
Viral Foto Diduga Peserta SPPI Nongkrong di Barak, Komentar Netizen Bikin Geleng-geleng Kepala
By Ani Ratnasari
Viral Foto Diduga Peserta SPPI
4
Desil Tukang Becak Naik dari 1 ke 9, Kisahnya Viral hingga Bikin Netizen Geram
By Ani Ratnasari
Ilustrasi KIP
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi wanita cek kehamilan dengan alat test pack.
Kesehatan

Punya Kista Endometriosis Bukan Berarti Mandul, Dokter Ungkap Peluang Hamilnya

Kista endometriosis jadi salah satu kondisi yang kerap dikhawatirkan perempuan terutama bagi…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
19 jam lalu
Warga mengamati kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mendekati permukiman di Komplek Arwana Indah, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat
Kesehatan

Paparan Asap Kebakaran Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Penjelasannya

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
23 jam lalu
Pasien bergejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berkonsultasi dengan dokter di Puskesmas Bukit Hindu, Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Kesehatan

Asap Karhutla Jadi Ancaman Kesehatan, Kasus ISPA Melonjak hingga 78 Persen

Lebih dari tiga juta warga di 37 kabupaten/kota terpapar langsung kabut asap…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Siswa berjalan di halaman sekolah sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 4 Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (21/8/2026).
Kesehatan

3 Juta Paru-Paru Terancam “Partikel Gaib” PM2,5: Menkes Minta Warga Terdampak Karhutla Kenakan Masker

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up