Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 20 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • iran
  • Spill
  • BMKG
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Biaya Hidup Tinggi dan Cicilan Mahal Jadi Biang Kerok Kredit KPR Seret
Ekonomi Bisnis

Biaya Hidup Tinggi dan Cicilan Mahal Jadi Biang Kerok Kredit KPR Seret

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Mei 18, 2026 6:37 pm
Anisa Aulia
Dusep
Share
Maket Perumahan. (Sumber: Owrite/Dusep)
Maket Perumahan. (Sumber: Owrite/Dusep)
SHARE

Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) oleh perbankan melambat sebesar 4,79 persen secara year on year (yoy) pada Maret 2026. Kondisi ini terjadi karena melemahnya permintaan masyarakat.

Daftar isi Konten
  • Permintaan Melemah 
  • Dampak ke Industri dan Ekonomi

Pengamat perbankan sekaligus Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan mengatakan melambatnya penyaluran KPR dipengaruhi kombinasi beberapa faktor. Hal ini diantaranya kenaikan biaya hidup, ketidakpastian ekonomi, hingga beratnya cicilan. 

Dari sisi masyarakat, daya beli kelas menengah sedang cukup tertekan akibat kenaikan biaya hidup, ketidakpastian ekonomi, dan cicilan yang makin berat. Akibatnya, banyak calon pembeli rumah memilih menunda mengambil KPR, terutama untuk rumah kelas menengah,”

ujar Trioksa saat dihubungi Owrite.id Senin, 18 Mei 2026.
Baca juga:
Bursa RI Berdarah-darah, Apakah IHSG Masih Dalam Fundamentalnya? Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi buka suara terkait anjloknya Indeks…
Penyaluran KPR Melambat, OJK Ungkap Bank Kini Lebih Hati-hati Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Tinggal (KPR) oleh…
Prabowo Instruksikan Himbara Kasih Kredit Murah 5%, OJK Minta Bank… Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons, arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar…
  • Bursa RI Berdarah-darah, Apakah IHSG Masih Dalam Fundamentalnya?
  • Penyaluran KPR Melambat, OJK Ungkap Bank Kini Lebih Hati-hati
  • Prabowo Instruksikan Himbara Kasih Kredit Murah 5%, OJK Minta Bank Lakukan Ini

Trioksa menuturkan, masih tingginya suku bunga membuat masyarakat lebih memilih tidak mengambil KPR. Sebab, tingginya suku bunga membuat angsuran lebih mahal dibandingkan beberapa tahun lalu.

Suku bunga yang masih relatif tinggi juga membuat angsuran bulanan menjadi lebih mahal dibanding beberapa tahun lalu. Ini cukup memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memenuhi rasio cicilan terhadap pendapatan,”

jelasnya.

Permintaan Melemah 

Trioksa menjelaskan, bila ditelisik perlambatan penyaluran KPR mayoritas karena lemahnya permintaan masyarakat. Namun, dari sisi perbankan juga saat ini cenderung selektif dalam menyalurkan kredit.

Kalau dilihat saat ini, perlambatan lebih dominan berasal dari sisi permintaan masyarakat yang melemah. Namun, dari sisi perbankan juga ada kecenderungan lebih selektif dalam penyaluran kredit, terutama untuk menjaga kualitas aset dan mengantisipasi risiko kredit bermasalah,”

terang.
Baca juga:
Gegara Telat Bayar PCX, Pria di Jakarta Timur Disekap 2… Nasib nahas menimpa seorang pria inisial RN (29). Dia babak belur dianiaya…
OJK Ungkap Saham RI Bisa Masuk MSCI Lagi, Bagaimana Caranya? Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, saham-saham Indonesia masih berpeluang kembali masuk ke…
Gegara Debt Collector Pinjol Teror Debitur, OJK Minta Perketat Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi ketat, industri penyelenggara pinjaman daring (Pindar) atau…
  • Gegara Telat Bayar PCX, Pria di Jakarta Timur Disekap 2 Hari di…
  • OJK Ungkap Saham RI Bisa Masuk MSCI Lagi, Bagaimana Caranya?
  • Gegara Debt Collector Pinjol Teror Debitur, OJK Minta Perketat Pengawasan

Dampak ke Industri dan Ekonomi

Trioksa mengatakan, ada beberapa dampak yang akan terasa bagi industri karena turunnya permintaan KPR ini. Bagi industri properti dan konstruksi akan memberikan efek ganda, mulai dari semen, baja, keramik, furnitur hingga tenaga kerja. 

Dampaknya ke industri properti dan konstruksi cukup besar karena sektor ini memiliki efek berganda yang luas, mulai dari semen, baja, keramik, furnitur hingga tenaga kerja. Ketika penjualan properti melambat, aktivitas konstruksi juga ikut tertahan,”

katanya.

Sedangkan terhadap ekonomi nasional, ia mengatakan efeknya tidak akan langsung terasa besar dalam jangka pendek. Namun, jika berlangsung cukup lama akan menahan pertumbuhan konsumsi dan investasi domestik. 

Karena itu, stimulus properti dan menjaga daya beli masyarakat menjadi penting agar sektor ini kembali bergerak,”

imbuhnya.

Sebelumya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan penyaluran kredit KPR oleh perbankan tercatat sebesar 4,97 persen per Maret 2026. Angka ini melambat pertumbuhan tahun sebelumnya yang double digit sebesar 16,31 persen secara yoy. 

Berdasarkan segmentasi, perlambatan penyaluran KPR terjadi hampir pada seluruh tipe rumah, terutama tipe 21 yang jauh melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini karena perbankan lebih selektif dalam menyalurkan kredit.

Perbankan saat ini cenderung lebih selektif dalam melakukan proses underwriting untuk memastikan kemampuan bayar debitur di masa depan,”

kata Dian.
Tag:Biaya HidupcicilanKPROJKperbankan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Pelemahan Rupiah Belum Berhenti dan Cetak Sejarah Lagi, Pagi Ini Rp17.706 per Dolar AS
By Anisa Aulia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
1
Gegara Perang di Timur Tengah, Harga Minyak RI April 2026 Tembus US$117 per Barel
By Iren Natania
Pengeboran Lepas Pantai di Kalimantan Timur, (Sumber: Dok. Pertamina)
2
Defisit APBN Terancam Lewati 3 Persen, Krisis Fiskal dan Lanjutannya Mengintai RI
By Anisa Aulia
Ilustrasi Uang Rupiah.
3
Mimpi Gigi Copot, Benarkah Pertanda Buruk?
By Ossid Duha Jussas Salma
Mimpi gigi copot
4
IHSG Ditutup Merosot 3,46 Persen, Asing Jual Saham-saham Ini
By Anisa Aulia
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). IHSG pada Jumat (24/4) ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49, sementara indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Kota Jakarta dan Gedung Pencakar Langitnya. (Sumber: Unsplash/ Iqro Rinaldi)
Ekonomi Bisnis

Ekonom Peringatkan Risiko Ekonomi RI, Jangan Hanya Bangga Rasio Utang Rendah

Yanuar Rizky menilai kondisi ekonomi sebuah negara tidak bisa langsung dianggap aman…

Ani Ratnasaridusep-malik
By
Ani Ratnasari
Dusep
6 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di APBN KiTA April 2026.(sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Ungkap Defisit APBN April 2026 Cuma 0,64% PDB, Sindir Prediksi Ekonom?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
7 jam lalu
Ilustrasi uang rupiah.
Ekonomi Bisnis

Pengamat: Cara Prabowo Perbesar Peran Negara Tak Cocok Diterapkan, APBN Masih Defisit

Pengamat Ekonomi, Yanuar Rizky menilai pemerintah saat ini semakin ketergantungan pada utang…

Ani Ratnasaridusep-malik
By
Ani Ratnasari
Dusep
7 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Jakarta (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Akui Sulit Capai Target Serapan Obligasi Rp2 Triliun per Hari, Ini Dalihnya?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, target Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menyerap…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
8 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up