Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 6 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Biaya Hidup Tinggi dan Cicilan Mahal Jadi Biang Kerok Kredit KPR Seret
Ekonomi Bisnis

Biaya Hidup Tinggi dan Cicilan Mahal Jadi Biang Kerok Kredit KPR Seret

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Mei 18, 2026 6:37 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Maket Perumahan. (Sumber: Owrite/Dusep)
Maket Perumahan. (Sumber: Owrite/Dusep)
SHARE

Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) oleh perbankan melambat sebesar 4,79 persen secara year on year (yoy) pada Maret 2026. Kondisi ini terjadi karena melemahnya permintaan masyarakat.

Daftar isi Konten
  • Permintaan Melemah 
  • Dampak ke Industri dan Ekonomi

Pengamat perbankan sekaligus Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan mengatakan melambatnya penyaluran KPR dipengaruhi kombinasi beberapa faktor. Hal ini diantaranya kenaikan biaya hidup, ketidakpastian ekonomi, hingga beratnya cicilan. 

Dari sisi masyarakat, daya beli kelas menengah sedang cukup tertekan akibat kenaikan biaya hidup, ketidakpastian ekonomi, dan cicilan yang makin berat. Akibatnya, banyak calon pembeli rumah memilih menunda mengambil KPR, terutama untuk rumah kelas menengah,”

ujar Trioksa saat dihubungi Owrite.id Senin, 18 Mei 2026.
Baca juga:
Pemerintah Guyur Perbankan Rp100 T Lagi, Ekonom: Bukan Karena Bank… Pemerintah akan kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke sejumlah perbankan,…
BRI Pastikan Tambahan SAL Rp100 Triliun Tak Dibagi Sembarangan, UMKM… PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk buka suara terkait rencana tambahan dana…
Beda dengan Purbaya, Wamenkeu Sebut Dana Penempatan Perbankan Akan Capai… Dana penempatan pemerintah di perbankan yang ditarik ke Bank Indonesia (BI) ternyata…
  • Pemerintah Guyur Perbankan Rp100 T Lagi, Ekonom: Bukan Karena Bank Sedang Krisis
  • BRI Pastikan Tambahan SAL Rp100 Triliun Tak Dibagi Sembarangan, UMKM Jadi Prioritas
  • Beda dengan Purbaya, Wamenkeu Sebut Dana Penempatan Perbankan Akan Capai Rp381 T

Trioksa menuturkan, masih tingginya suku bunga membuat masyarakat lebih memilih tidak mengambil KPR. Sebab, tingginya suku bunga membuat angsuran lebih mahal dibandingkan beberapa tahun lalu.

Suku bunga yang masih relatif tinggi juga membuat angsuran bulanan menjadi lebih mahal dibanding beberapa tahun lalu. Ini cukup memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memenuhi rasio cicilan terhadap pendapatan,”

jelasnya.

Permintaan Melemah 

Trioksa menjelaskan, bila ditelisik perlambatan penyaluran KPR mayoritas karena lemahnya permintaan masyarakat. Namun, dari sisi perbankan juga saat ini cenderung selektif dalam menyalurkan kredit.

Kalau dilihat saat ini, perlambatan lebih dominan berasal dari sisi permintaan masyarakat yang melemah. Namun, dari sisi perbankan juga ada kecenderungan lebih selektif dalam penyaluran kredit, terutama untuk menjaga kualitas aset dan mengantisipasi risiko kredit bermasalah,”

terang.
Baca juga:
Bank Mandiri Kantongi Laba Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp23,3 triliun selama…
Purbaya Ungkap Sempat Mau Dimarahi Bos Himbara, Lho Kenapa? Sejumlah direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mendatangi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi…
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Jadi 3,75 Persen, Kenapa? Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan, menaikkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) sebesar 25…
  • Bank Mandiri Kantongi Laba Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026
  • Purbaya Ungkap Sempat Mau Dimarahi Bos Himbara, Lho Kenapa?
  • LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Jadi 3,75 Persen, Kenapa?

Dampak ke Industri dan Ekonomi

Trioksa mengatakan, ada beberapa dampak yang akan terasa bagi industri karena turunnya permintaan KPR ini. Bagi industri properti dan konstruksi akan memberikan efek ganda, mulai dari semen, baja, keramik, furnitur hingga tenaga kerja. 

Dampaknya ke industri properti dan konstruksi cukup besar karena sektor ini memiliki efek berganda yang luas, mulai dari semen, baja, keramik, furnitur hingga tenaga kerja. Ketika penjualan properti melambat, aktivitas konstruksi juga ikut tertahan,”

katanya.

Sedangkan terhadap ekonomi nasional, ia mengatakan efeknya tidak akan langsung terasa besar dalam jangka pendek. Namun, jika berlangsung cukup lama akan menahan pertumbuhan konsumsi dan investasi domestik. 

Karena itu, stimulus properti dan menjaga daya beli masyarakat menjadi penting agar sektor ini kembali bergerak,”

imbuhnya.

Sebelumya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan penyaluran kredit KPR oleh perbankan tercatat sebesar 4,97 persen per Maret 2026. Angka ini melambat pertumbuhan tahun sebelumnya yang double digit sebesar 16,31 persen secara yoy. 

Berdasarkan segmentasi, perlambatan penyaluran KPR terjadi hampir pada seluruh tipe rumah, terutama tipe 21 yang jauh melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini karena perbankan lebih selektif dalam menyalurkan kredit.

Perbankan saat ini cenderung lebih selektif dalam melakukan proses underwriting untuk memastikan kemampuan bayar debitur di masa depan,”

kata Dian.
Tag:Biaya HidupcicilanKPROJKperbankan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Pakar Kritik Langkah Utus Dubes ke Pemakaman Khamenei: Publik Bisa Curiga Pemerintah Memihak AS-Israel
By Natania Longdong
Warga Iran berduka saat mengikuti proses pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei (Foto: WANA).
1
Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Magis Firaun Siap Bikin Messiah Menangis?
By Hadi Febriansyah
Messi vs Salah dalam Piala Dunia 2026.
2
KPK Endus Dugaan Aliran Uang ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Kasus Abdul Wahid Melebar
By Rahmat Baihaqi
Gubernur Riau Abdul Wahid (tengah), Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam (kiri), dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau M Arief Setiawan (kanan)
3
Derbi Iberia Piala Dunia 2026: Laga Terakhir Ronaldo atau Panggung Bocah Ajaib Lamine Yamal?
By Hadi Febriansyah
Cristiano Ronaldo vs LAmine Yamal dalam derbi Iberia Piala Dunia 2026.
4
Sudah Sepekan Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Ini Alasan Asap Masih Terus Mengepul
By Ani Ratnasari
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat (tengah) berbincang dengan Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH Rasio Ridho Sani (kedua kiri) saat meninjau kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten
5

BERITA LAINNYA

Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Ekonomi Bisnis

IHSG Ditutup Menguat Tipis ke Level 5.916, di Tengah Amblasnya Rupiah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis, di tengah pelemahan nilai…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 menit lalu
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyambut kedatangan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S)
Ekonomi Bisnis

Prabowo Tunjuk Danantara Garap Ekspor Listrik RI ke Singapura, Ini Misi Besarnya

Presiden Prabowo Subianto menugaskan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia untuk mengimplementasikan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
4 menit lalu
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS Gegara Peringatan Fitch Ratings

Rupiah kembali menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Petugas mengalirkan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke dalam drum penyimpanan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Abdan Syakura/bar)
Ekonomi Bisnis

Pukulan untuk Ekspor RI, Inggris Tetapkan Tarif Impor Biodiesel Indonesia hingga 18%

Pemerintah Inggris resmi memperpanjang bea masuk terhadap produk biodiesel dari Indonesia setelah…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up