Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 20 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • iran
  • Spill
  • BMKG
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Dilema Perlintasan Sebidang: Menjaga Keselamatan Perjalanan KA Tanpa Melumpuhkan Ekonomi
Megapolitan

Dilema Perlintasan Sebidang: Menjaga Keselamatan Perjalanan KA Tanpa Melumpuhkan Ekonomi

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
Last updated: Mei 19, 2026 7:03 pm
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan
Share
Menutup Pelintasan Sebidang
Menutup Pelintasan Sebidang (Foto: Istimewa)
SHARE

Penutupan perlintasan sebidang terus digencarkan oleh PT Kereta Api Indonesia, khususnya di wilayah Daop 1 Jakarta.

Daftar isi Konten
  • 130 Titik Perlintasan
  • Perlintasan Sebidang di Jakarta dan Bodetabek
  • 1. Risiko Kemacetan dan Beban Jalan Raya
  • 2. Terputusnya Konektivitas Ekonomi Warga
  • 3. Keterbatasan Ruang di Kawasan Padat
  • 4. Biaya Infrastruktur Sangat Besar
  • 5. Dampak bagi Kendaraan Darurat dan Logistik
  • 6. Potensi Penolakan dari Warga
  • Dampak Sosial dan Ekonomi Masyarakat

Kebijakan ini dilakukan demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan mengurangi angka kecelakaan di perlintasan.

Namun di balik tujuan tersebut, muncul berbagai persoalan sosial, ekonomi, hingga teknis yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

PT KAI Daop 1 Jakarta kini memprioritaskan penutupan perlintasan dengan lebar jalan kurang dari dua meter atau memiliki jarak antarperlintasan di bawah 800 meter.

Langkah ini dianggap sebagai solusi untuk menekan risiko kecelakaan yang masih tinggi di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya.

Menurut penelitian Dicky Arisikam pada tahun 2023, kecelakaan kereta api di wilayah Daop 1 dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari frekuensi perjalanan kereta, panjang lintasan, kecepatan kereta, jumlah wesel, jumlah perlintasan sebidang, hingga kondisi infrastruktur rel dan jembatan yang sudah berusia tua.

Berdasarkan data Daop 1 PT KAI tahun 2026, wilayah operasional yang mencakup Jabodetabek hingga Merak dan Cikampek memiliki 429 perlintasan sebidang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 122 perlintasan dikelola PT KAI, 63 oleh pemerintah daerah, 12 oleh pihak swasta, dan 102 dikelola secara swadaya masyarakat.

130 Titik Perlintasan

Sementara itu, masih terdapat 130 titik perlintasan yang tidak memiliki penjagaan.

Kasus kendaraan yang menemper kereta api masih menjadi perhatian serius. Pada tahun 2023 tercatat 55 kejadian yang melibatkan sepeda motor, mobil, dan bajaj.

Angka tersebut sempat turun menjadi 49 kasus pada 2024, namun kembali meningkat menjadi 54 kejadian sepanjang 2025.

Sementara itu, hingga 1 Mei 2026 telah tercatat 24 insiden kendaraan menemper kereta api, terdiri dari 15 sepeda motor dan 9 mobil.

Tak hanya kendaraan, insiden warga yang tertemper kereta api juga terus meningkat. Setelah mencatat 156 kasus pada 2023 dan 151 kasus pada 2024, jumlahnya melonjak menjadi 168 kejadian pada 2025. Hingga awal Mei 2026, tercatat sudah ada 53 kasus orang tertemper kereta api.

Padatnya permukiman di sepanjang jalur rel disebut menjadi salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan tersebut.

Perlintasan Sebidang di Jakarta dan Bodetabek

Meski dianggap sebagai langkah ideal untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, penutupan seluruh perlintasan sebidang di Jakarta dan Bodetabek dinilai bukan perkara mudah.

Baca juga:
Masinis Positif Narkoba, Kereta Tabrak Bus di Bangkok Sebabkan 8… Sebuah kecelakaan terjadi di Bangkok, Thailand, yang melibatkan kereta barang dan bus…
7 Tempat Wisata Ramah Anak di Jakarta, Cocok Untuk Liburan… Jakarta tidak hanya dikenal sebagai kota metropolitan, tetapi juga memiliki banyak tempat…
Kasus DJKA: KPK Gali Aliran Dana Sudewo ke Kemenhub Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan ada aliran uang dari tersangka korupsi pengadaan…
  • Masinis Positif Narkoba, Kereta Tabrak Bus di Bangkok Sebabkan 8 Orang Tewas
  • 7 Tempat Wisata Ramah Anak di Jakarta, Cocok Untuk Liburan Keluarga
  • Kasus DJKA: KPK Gali Aliran Dana Sudewo ke Kemenhub

Akademisi Teknik Sipil sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, menilai terdapat berbagai tantangan besar yang harus dipertimbangkan pemerintah sebelum melakukan penutupan secara masif, diantaranya:

1. Risiko Kemacetan dan Beban Jalan Raya

Penutupan satu perlintasan saja dapat memicu pengalihan arus kendaraan ke ruas jalan lain atau traffic diversion. Jika dilakukan tanpa pembangunan flyover atau underpass yang memadai, kemacetan di jalan protokol diperkirakan akan semakin parah.

    Masyarakat juga dipaksa memutar lebih jauh untuk menyeberang rel, yang berdampak pada pemborosan waktu perjalanan dan meningkatnya konsumsi bahan bakar.

    2. Terputusnya Konektivitas Ekonomi Warga

      Banyak pelintasan sebidang selama ini menjadi akses vital penghubung antar kampung dan kawasan ekonomi mikro.

      Penutupan permanen tanpa jalur pengganti dikhawatirkan membuat sejumlah wilayah menjadi terisolasi.

      Tak hanya itu, warung kecil, toko, hingga pelaku usaha informal yang menggantungkan penghasilan dari lalu lintas warga di sekitar pelintasan juga terancam kehilangan pelanggan.

      3. Keterbatasan Ruang di Kawasan Padat

      Pembangunan flyover maupun underpass di kawasan perkotaan seperti Jakarta tidak mudah dilakukan.

      Banyak titik rel telah diapit permukiman padat dan gedung tinggi sehingga menyulitkan pembangunan struktur jalan tidak sebidang.

        Selain itu, proyek underpass juga sering terbentur jaringan utilitas kota seperti pipa gas, kabel fiber optik, dan sistem drainase bawah tanah.

        4. Biaya Infrastruktur Sangat Besar

          Pembangunan satu flyover atau underpass membutuhkan biaya hingga ratusan miliar rupiah. Dengan jumlah perlintasan yang sangat banyak di Jabodetabek, kebutuhan anggaran menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah maupun pusat.

          Karena itu, penutupan perlintasan dinilai harus dilakukan berdasarkan skala prioritas yang matang.

          5. Dampak bagi Kendaraan Darurat dan Logistik

            Penutupan jalur pintas melalui perlintasan sebidang juga berpotensi menghambat mobilitas ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan distribusi logistik ke permukiman padat.
            Jika kendaraan harus memutar jauh, waktu respons dalam kondisi darurat bisa menjadi lebih lama.

            6. Potensi Penolakan dari Warga

              Masyarakat yang sudah puluhan tahun menggunakan jalur tersebut diperkirakan akan melakukan penolakan apabila tidak dilibatkan dalam proses perencanaan.

              Kondisi ini bahkan dapat memicu munculnya pelintasan liar baru atau aksi pembongkaran pagar pembatas oleh oknum warga demi membuka akses jalan alternatif.

              Djoko Setijowarno menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api memang tidak bisa ditawar.

              Dampak Sosial dan Ekonomi Masyarakat

              Namun, implementasi kebijakan di lapangan juga harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi masyarakat.

              Ia menilai pemerintah perlu menunjukkan komitmen serius dalam mendukung keselamatan transportasi, termasuk memastikan anggaran keselamatan tidak lagi menjadi objek pemangkasan.

              Penutupan perlintasan bukan sekadar memasang pagar pembatas, melainkan bagaimana menata ulang konektivitas wilayah tanpa mematikan ruang hidup warga yang selama ini bergantung pada akses tersebut.

              Tag:BodetabekJakartaKereta ApiPenutupanPerlintasan Sebidang
              Share This Article
              Email Salin Tautan Print
              Hilwa Urwatul
              ByHilwa Urwatul Wutsqa
              Internship
              Follow:
              Mahasiswa IISIP Jakarta yang hadir di OWRITE untuk meramu isu-isu sosial menjadi bacaan yang ringan dan relatable.
              Ivan OWRITE
              ByIvan
              Redaktur
              Follow:
              Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
              Tidak ada komentar

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Anda harus masuk untuk berkomentar.

              Trending di OWRITE
              Pelemahan Rupiah Belum Berhenti dan Cetak Sejarah Lagi, Pagi Ini Rp17.706 per Dolar AS
              By Anisa Aulia
              Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
              1
              Gegara Perang di Timur Tengah, Harga Minyak RI April 2026 Tembus US$117 per Barel
              By Iren Natania
              Pengeboran Lepas Pantai di Kalimantan Timur, (Sumber: Dok. Pertamina)
              2
              Defisit APBN Terancam Lewati 3 Persen, Krisis Fiskal dan Lanjutannya Mengintai RI
              By Anisa Aulia
              Ilustrasi Uang Rupiah.
              3
              Mimpi Gigi Copot, Benarkah Pertanda Buruk?
              By Ossid Duha Jussas Salma
              Mimpi gigi copot
              4
              IHSG Ditutup Merosot 3,46 Persen, Asing Jual Saham-saham Ini
              By Anisa Aulia
              Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). IHSG pada Jumat (24/4) ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49, sementara indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76.
              5

              BERITA LAINNYA

              Ilustrasi penangkapan.
              Megapolitan

              Modus Razia Narkoba, 2 Polisi Gadungan Ditangkap Polres Jakarta Utara

              Komplotan polisi gadungan berkedok razia narkoba diciduk polisi asli di kawasan Tanjung…

              rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
              By
              Rahmat
              Adi Briantika
              5 jam lalu
              Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya meringkus delapan pelaku tindak kiriminal di wilayah Ibu Kota.
              Megapolitan

              Sikat Kejahatan Jalanan di Jakarta, Tim Pemburu Begal Tangkap Komplotan yang 120 Kali Beraksi

              Tim Pemburu Begal membekuk delapan pembegal di sejumlah wilayah Jakarta. Tiga di…

              rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
              By
              Rahmat
              Adi Briantika
              11 jam lalu
              Polisi berupaya menghentikan dorongan massa Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) saat unjuk rasa peringatan Hari Pendidikan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (2/5/2026). Pengunjuk rasa menyampaikan aspirasinya terkait reformasi tata kelola anggaran pendidikan, pemisahan anggaran pendidikan publik dengan kedinasan, penghentian komersialisasi pendidikan berlebihan dan pemerataan akses pendidikan berkualitas hingga daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), pelosok, serta kelompok rentan.
              Megapolitan

              Instruksi Kapolda Metro: Jangan Segan Tindak Pelaku Kejahatan yang Membahayakan Jiwa

              Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memerintahkan anak buahnya agar…

              rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
              By
              Rahmat
              Adi Briantika
              13 jam lalu
              Kapolda Metro Jaya dan Gubernur DKI Jakarta meneken pakta integritas penggunaan CCTV bersama.
              Megapolitan

              Jakarta Bakal Diawasi 27.000 CCTV Terintegrasi, Polda Metro dan Pemprov DKI Teken Kerja Sama

              Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta meneken nota kerja sama pengelolaan…

              rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
              By
              Rahmat
              Adi Briantika
              14 jam lalu
              OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

              Your Reading Dose, Right Here:
              Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

              Info lainnya

              • Redaksi
              • Beriklan
              • Tentang Kami
              • Pedoman Media
              • Kebijakan Privasi
              FacebookLike
              InstagramFollow
              YoutubeSubscribe
              TiktokFollow
              © PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
              OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
              Everything's gonna be owrite!

              Sign in to your account

              Username or Email Address
              Password

              Lost your password?

              Not a member? Sign Up