Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 19 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • iran
  • Spill
  • BMKG
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Pengamat: Cara Prabowo Perbesar Peran Negara Tak Cocok Diterapkan, APBN Masih Defisit
Ekonomi Bisnis

Pengamat: Cara Prabowo Perbesar Peran Negara Tak Cocok Diterapkan, APBN Masih Defisit

Ani Ratnasaridusep-malik
Last updated: Mei 19, 2026 7:01 pm
Ani Ratnasari
Dusep
Share
Ilustrasi uang rupiah.
Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
SHARE

Pengamat Ekonomi, Yanuar Rizky menilai pemerintah saat ini semakin ketergantungan pada utang untuk membiayai berbagai program dan kebijakan ekonomi. Menurutnya, kondisi ini perlu diwaspadai karena keuangan negara sedang menghadapi banyak tekanan.

Daftar isi Konten
  • Fokus Jaga Kemampuan Negara Bayar Utang
  • Pelemahan Rupiah 

Yanuar mengungkapkan bahwa, pemerintah terus mendorong berbagai program berskala besar di tengah kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang masih mengalami defisit.

Menurut dia, pendekatan ekonomi yang memperbesar peran negara membutuhkan fondasi penerimaan negara yang kuat. Namun, beban pembayaran bunga dan cicilan utang pemerintah juga terus bertambah.

Persoalannya sekarang APBN kita bukan surplus, yang ada defisit,”

ujar Yanuar.
Baca juga:
Ekonom Peringatkan Risiko Ekonomi RI, Jangan Hanya Bangga Rasio Utang… Yanuar Rizky menilai kondisi ekonomi sebuah negara tidak bisa langsung dianggap aman…
Purbaya Ungkap Defisit APBN April 2026 Cuma 0,64% PDB, Sindir… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)…
Purbaya Akui Sulit Capai Target Serapan Obligasi Rp2 Triliun per… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, target Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menyerap…
  • Ekonom Peringatkan Risiko Ekonomi RI, Jangan Hanya Bangga Rasio Utang Rendah
  • Purbaya Ungkap Defisit APBN April 2026 Cuma 0,64% PDB, Sindir Prediksi Ekonom?
  • Purbaya Akui Sulit Capai Target Serapan Obligasi Rp2 Triliun per Hari, Ini…

Fokus Jaga Kemampuan Negara Bayar Utang

Ia menilai pemerintah terlalu fokus pada indikator rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai ukuran keamanan ekonomi. Padahal, menurutnya, yang lebih penting adalah kemampuan negara membayar kewajiban utang dari penerimaan negara.

Yanuar mengatakan kondisi ekonomi tidak cukup dilihat dari angka statistik semata, tetapi juga harus dilihat dari kekuatan riil fiskal negara dan daya tahan ekonomi masyarakat.

Yang jelas kita nggak hidup dari statistik, kita hidup dari punya uang apa kagak,”

lanjutnya.
Ilustrasi Uang Rupiah.
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)

Pelemahan Rupiah 

Ia juga menyoroti munculnya tekanan pasar terhadap kondisi ekonomi domestik, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap arah kebijakan pemerintah.

Menurut dia, pasar akan bereaksi ketika melihat adanya risiko ketidakpastian ekonomi maupun fiskal. Karena itu, pemerintah diminta tidak menganggap kritik terhadap kondisi ekonomi sebagai bentuk serangan politik.

Selain itu, Yanuar menilai pemerintah perlu membangun komunikasi yang lebih terbuka kepada publik terkait kondisi ekonomi nasional agar tidak memunculkan ketidakpercayaan di masyarakat maupun pasar.

Kan harusnya kan membangun komunikasi ke dalam,”

lanjutnya.

Ia mengingatkan bahwa ketergantungan berlebihan terhadap utang dapat menjadi risiko jika tidak diimbangi dengan penguatan penerimaan negara, stabilitas ekonomi, serta kepercayaan investor dan masyarakat.

Yang penting bukan hanya statistiknya terlihat aman, tapi apakah kemampuan keuangan negara memang kuat,”

kata dia.
Baca juga:
Purbaya Klaim Gelontorkan Rp2 Triliun per Hari Bantu Selamatkan Rupiah,… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan langkah intervensi untuk…
Defisit APBN Terancam Lewati 3 Persen, Krisis Fiskal dan Lanjutannya… Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berpotensi menghadapi pelebaran defisit Anggaran…
Pelemahan Rupiah Belum Berhenti dan Cetak Sejarah Lagi, Pagi Ini… Nilai tukar rupiah mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah Indonesia. Pada perdagangan Selasa,…
  • Purbaya Klaim Gelontorkan Rp2 Triliun per Hari Bantu Selamatkan Rupiah, Hasilnya?
  • Defisit APBN Terancam Lewati 3 Persen, Krisis Fiskal dan Lanjutannya Mengintai RI
  • Pelemahan Rupiah Belum Berhenti dan Cetak Sejarah Lagi, Pagi Ini Rp17.706 per…
Tag:APBNDefisitNilai TukarPDBPelemahan Rupiahprabowoutang
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Pelemahan Rupiah Belum Berhenti dan Cetak Sejarah Lagi, Pagi Ini Rp17.706 per Dolar AS
By Anisa Aulia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
1
Gegara Perang di Timur Tengah, Harga Minyak RI April 2026 Tembus US$117 per Barel
By Iren Natania
Pengeboran Lepas Pantai di Kalimantan Timur, (Sumber: Dok. Pertamina)
2
Defisit APBN Terancam Lewati 3 Persen, Krisis Fiskal dan Lanjutannya Mengintai RI
By Anisa Aulia
Ilustrasi Uang Rupiah.
3
Mimpi Gigi Copot, Benarkah Pertanda Buruk?
By Ossid Duha Jussas Salma
Mimpi gigi copot
4
IHSG Ditutup Merosot 3,46 Persen, Asing Jual Saham-saham Ini
By Anisa Aulia
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). IHSG pada Jumat (24/4) ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49, sementara indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Kota Jakarta dan Gedung Pencakar Langitnya. (Sumber: Unsplash/ Iqro Rinaldi)
Ekonomi Bisnis

Ekonom Peringatkan Risiko Ekonomi RI, Jangan Hanya Bangga Rasio Utang Rendah

Yanuar Rizky menilai kondisi ekonomi sebuah negara tidak bisa langsung dianggap aman…

Ani Ratnasaridusep-malik
By
Ani Ratnasari
Dusep
2 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di APBN KiTA April 2026.(sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Ungkap Defisit APBN April 2026 Cuma 0,64% PDB, Sindir Prediksi Ekonom?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
2 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Jakarta (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Akui Sulit Capai Target Serapan Obligasi Rp2 Triliun per Hari, Ini Dalihnya?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, target Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menyerap…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
4 jam lalu
Cara BJ Habibie selamatkan rupiah
Ekonomi Bisnis

5 Jurus Jitu BJ Habibie Selamatkan Rupiah Saat Krisis 1998

Krisis moneter 1998 menjadi salah satu masa paling berat dalam sejarah Indonesia.…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up