Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 26 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Indonesia Masuk Era Remiliterisasi? Akademisi Bongkar 6 Indikatornya
Nasional

Indonesia Masuk Era Remiliterisasi? Akademisi Bongkar 6 Indikatornya

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Mei 21, 2026 4:13 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Personel TNI mengikuti apel kesiapan pasukan pengamanan peringatan Hari Buruh di kawasan Monas, Jakarta
Personel TNI mengikuti apel kesiapan pasukan pengamanan peringatan Hari Buruh di kawasan Monas, Jakarta (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU)
SHARE

Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Al Arif, menyebut Indonesia saat ini tengah mengalami gejala remiliterisasi yang berlangsung secara bertahap.

Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah diskusi publik di kawasan Tebet, Jakarta, pada 19 Mei 2026.

Remiliterisasi merupakan kondisi ketika peran militer kembali meluas ke ranah sipil, politik, hingga kebijakan publik.

Padahal setelah masa Reformasi 1998, Indonesia berupaya membatasi peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar fokus pada fungsi pertahanan negara.

Pengaturan tersebut tertuang dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI yang kemudian mengalami perubahan melalui UU Nomor 3 Tahun 2025.

Dalam aturan lama, TNI merupakan alat pertahanan negara dan tidak lagi menjalankan fungsi sosial-politik seperti pada era Orde Baru.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir muncul sejumlah indikator yang menunjukkan semakin luasnya keterlibatan militer di ruang sipil. Ia menyebut fenomena tersebut terjadi melalui enam tahapan rekonsolidasi.

Baca juga:
Prabowo Sentil Menteri: Hari Libur Tetap Kerja, yang Tidak Sanggup… Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan jajaran Kabinet Merah Putih harus siap bekerja…
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong… Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan kembali…
Pemerintah Jangan Cuma Padamkan Api, Lakukan Mitigasi Agar Karhutla Tak… Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengkritik pola penanganan kebakaran hutan dan lahan…
  • Prabowo Sentil Menteri: Hari Libur Tetap Kerja, yang Tidak Sanggup Silakan Minggir!
  • Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong ASEAN Turun…
  • Pemerintah Jangan Cuma Padamkan Api, Lakukan Mitigasi Agar Karhutla Tak Selalu Berulang
RPP Tugas TNI Masih Dibahas, Kemenko Polkam Upayakan Tak Ada Tumpang Tindih Kewenangan

Berikut Penjelasan 6 Tahapan Remiliterisasi

1. Rekonsolidasi Politik

Tahap pertama terlihat dari meningkatnya jumlah prajurit aktif maupun purnawirawan TNI yang menduduki jabatan sipil di kementerian dan lembaga negara.

Data Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI pada Januari 2025 mencatat, ada sekitar 4.472 personel TNI aktif mengisi posisi sipil di berbagai instansi pemerintah.

Kondisi ini dikhawatirkan akan memunculkan kembali pola multifungsi militer, yakni ketika aparat tidak hanya berfokus pada pertahanan negara, tetapi juga masuk ke berbagai urusan sipil.

2. Rekonsolidasi Regulasi

Adanya penguatan dasar hukum yang memperluas keterlibatan militer dalam urusan non-pertahanan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah revisi UU TNI Nomor 3 Tahun 2025. Aturan itu memperluas ruang operasi militer selain perang (OMSP), termasuk penempatan prajurit aktif di sejumlah kementerian dan lembaga tertentu.

Selain revisi UU TNI, terdapat pula sejumlah rancangan regulasi lain terkait pelibatan TNI dalam operasi selain perang dan penanganan terorisme. Dengan regulasi-regulasi tersebut, TNI memiliki legitimasi hukum yang lebih besar terhadap keterlibatan militer di ruang sipil.

3. Rekonsolidasi Struktur

Tahap berikutnya terlihat dari penguatan struktur teritorial militer melalui penambahan Komando Daerah Militer (Kodam).

Pemerintah sebelumnya merencanakan penambahan hingga 22 Kodam baru untuk melengkapi 15 Kodam yang sudah ada, sehingga jumlah keseluruhan mendekati jumlah provinsi di Indonesia. Hingga 2026, beberapa Kodam baru juga telah diresmikan.

Hal ini tentunya bertentangan dengan UU TNI tahun 2004 yang menyatakan bahwa struktur militer tidak boleh mengikuti struktur administrasi pemerintahan sipil.

Dengan adanya pola tersebut menunjukkan pendekatan pertahanan yang masih berorientasi ke dalam negeri atau inward looking, bukan fokus pada ancaman eksternal dan wilayah perbatasan.

4. Rekonsolidasi Peran

Keterlibatan TNI di sektor non-pertahanan juga dinilai semakin luas dalam beberapa tahun terakhir.

Militer diketahui ikut terlibat dalam sejumlah program strategis nasional seperti proyek food estate, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga berbagai urusan sosial dan ketahanan pangan.
Kondisi itu membuat batas antara fungsi sipil dan fungsi pertahanan menjadi semakin kabur.

5. Rekonsolidasi Ekonomi

Penguatan militerisme berpotensi mempengaruhi iklim investasi. Pendekatan keamanan yang dominan dalam kebijakan publik dapat memengaruhi persepsi investor terhadap stabilitas demokrasi dan kepastian hukum di Indonesia.

Selain itu, muncul pula kekhawatiran mengenai potensi kembalinya model bisnis militer seperti yang pernah terjadi pada masa Orde Baru.

6. Rekonsolidasi Publik

Tahap terakhir berkaitan dengan cara pandang terhadap persoalan masyarakat. Pendekatan keamanan yang terlalu dominan berpotensi membuat berbagai masalah sosial diposisikan sebagai ancaman keamanan negara.

Akibatnya, penyelesaian persoalan publik dikhawatirkan lebih mengedepankan pendekatan aparat dibanding dialog dan kebijakan sipil.

Belakangan memang kembali ramai diperbincangkan publik. Sebagian pihak menilai keterlibatan TNI diperlukan untuk membantu pemerintah di berbagai sektor, terutama dalam kondisi darurat dan program strategis nasional.

Namun di sisi lain, sejumlah akademisi dan kelompok masyarakat sipil mengingatkan pentingnya menjaga semangat reformasi 1998 agar fungsi militer tetap berfokus pada pertahanan negara dan supremasi sipil tetap berjalan dalam sistem demokrasi Indonesia.

Tag:HeadlineRemiliterisasiTNIUniversitas Brawijaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Cuaca Jakarta Rabu 26 Agustus: Cerah dengan Suhu Tembus 35 Derajat, Kepulauan Seribu Beda Kondisi
By Syifa Fauziah
Cuaca Jakarta Cerah
1
Rupiah Menguat ke Rp17.692 per Dolar AS, Harapan Damai Timur Tengah Jadi Angin Segar
By Anisa Aulia
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
2
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong ASEAN Turun Tangan
By Natania Longdong
Foto udara saat terjadi kebakaran lahan di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur.
3
BMKG Ramal Cuaca Selasa 25 Agustus: Cerah Mendominasi, Jaksel Diprediksi Tembus 34 Derajat
By Syifa Fauziah
Ilustrasi cuaca Jakarta cerah.
4
Prabowo Klaim Karhutla Mulai Teratasi, Target Semua Api Padam dalam Satu-Dua Pekan ke Depan
By Natania Longdong
Presiden RI Prabowo Subianto saat luncurkan program PLTS 100 GWp, Kabupaten Jembrana, Bali.
5

BERITA LAINNYA

Visual wilayah terdampak gempa M7.7 NTT dari udara diambil dari helikopter pada Jumat, 21 Agustus 2026. (Sumber: BNPB)
Nasional

BNPB Sisir Flores dari Udara, Titik Sulit Dijangkau Jadi Sasaran Dropping Bantuan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter terbang di atas langit Flores…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
13 menit lalu
Presiden Prabowo Subianto di Pekanbaru, Riau. (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden)
Nasional

Prabowo Bongkar Sumber Uang Ratusan Helikopter Tangani Bencana, Ini Jawabannya

Presiden Prabowo Subianto mengaitkan pengerahan puluhan hingga ratusan helikopter dan berbagai peralatan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
17 jam lalu
Operasi Modifikasi Cuaca dengan sebarkan garam di atas IKN. (Dok. Otorita IKN)
Nasional

Hadapi El Nino dan Ancaman Karhutla, Langit IKN Ditebar 800 Kg Garam

Pemerintah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi dampak El Nino, musim kering,…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
18 jam lalu
Petugas tengah melakukan pendinginan di lokasi kebakaran lahan.
Nasional

Kalimantan Dikepung Karhutla, Ini Enam Langkah Pemerintah untuk Jinakkan Kobaran Api

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia tertama Kalimantan kembali…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
23 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up