Bank Indonesia (BI) akan memperluas jangkauan penggunaan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) ke sejumlah negara. Negara yang menjadi target antara lain Hong Kong, Timor Leste, dan India.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan perluasan sistem pembayaran digital QRIS di sejumlah negara tersebut ditargetkan terlaksana pada tahun ini.
Kita juga akan memperluas kerja sama QRIS cross border. Mungkin pada tahun 2026 ini kita menargetkan kerja sama dengan India, Hong Kong, dan juga Timor Leste,”
ujar Filianingsih dalam konferensi pers, dikutip Kamis, 21 Mei 2026.
QRIS Sudah Terhubung dengan Enam Negara

Saat ini, layanan QRIS cross border sudah terhubung dengan enam negara, baik untuk transaksi inbound maupun outbound. Negara-negara tersebut meliputi Malaysia, Singapura, Thailand, China, Korea Selatan, dan Jepang.
Filianingsih mengatakan hingga saat ini transaksi QRIS telah mencapai 7,83 miliar transaksi dari target 17 miliar transaksi sepanjang tahun ini.
Sementara itu, jumlah merchant QRIS telah mencapai 45,3 juta dari target 47 juta merchant pada 2026.
Penggunanya sudah mencapai 63 juta dari target 70 juta pengguna. Untuk negara QRIS cross border, target kita delapan negara dan saat ini sudah enam negara,”
katanya.
BI Bidik 66 Persen UMKM Gunakan QRIS

Filianingsih melanjutkan, nilai transaksi net inbound atau transaksi wisatawan asing menggunakan QRIS di Indonesia telah mencapai Rp2,28 triliun.
BI juga menargetkan penggunaan QRIS dapat menjangkau hingga 66 persen UMKM di seluruh Indonesia.
Ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi digital dan financial inclusion. Kami ingin menjangkau minimal 66 persen UMKM karena kita tahu sektor UMKM menyumbang sekitar 61 persen terhadap PDB,”
imbuhnya.


